PERTANIAN

Peringati Hakordia, Kementan Dorong Terwujudnya Wilayah Bebas Korupsi

MONITOR, Jakarta – Dalam rangka Hari Anti Korupsi Sedunia (HAKORDIA) yang jatuh pada tanggal 9 Desember, Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian selaku institusi yang bergerak pada ranah pengawasan, terpanggil untuk memulai suatu gerakan baru.

Gerakan tersebut, diharapkan dapat mendorong terwujudnya good governance dan clean goverment melalui Pembangunan Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) di lingkup Kementerian Pertanian.

Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian, Justan R Siahaan, mengatakan pembangunan WBK di Kementerian Pertanian dilaksanakan melalui Tiga Pilar Utama, yaitu Pembinaan, Pengawasan dan Apresiasi (Pemberian Reward). Hal itu dia sampaikan dalam Peringatan Hakordia di Kementerian Pertanian tahun 2019 bertemakan “Satu Dasawarsa WBK: Satu Asa, Satu Cipta, Satu Karsa Bersama Wujudkan Lumbung Pangan Dunia 2045”.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, pembinaan dilakukan oleh Inspektorat Jenderal melalui Pembinaan Tekad Antikorupsi. Adapun pengawasan dilaksanakan melalui penilaian mandiri (self assessment) terhadap pembangunan WBK dan penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern (SPI).

“Pembinaan tekad antikorupsi bertujuan untuk pembudayaan antikorupsi, memotivasi dan menguatkan seluruh pimpinan dan pegawai Kementan untuk berani menolak korupsi dalam bentuk apapun,” ujar Justan R Siahaan di Auditorium Gedung F Kementerian Pertanian, Jumat (13/12).

Selanjutnya, berdasarkan hasil penilaian tersebut, terhadap unit kerja yang lulus kriteria yang ditetapkan akan diberikan penghargaan (reward) oleh Menteri Pertanian sebagai apresiasi atas komitmen yang telah dilakukan oleh para pimpinan untuk berkontribusi nyata terhadap pembangunan unit kerja WBK di lingkungan Kementerian Pertanian.

“Inspektorat Jenderal melakukan Pembinaan Tekad Antikorupsi untuk mewujudkan WBK di Kementerian Pertanian dengan berbagai pendekatan,” tambahnya.

Pembinaan Tekad Antikorupsi Tahun 2009 s.d 2010 melalui Metode Tafakur-Hisab-Dzikir (THD); Tahun 2010 – 2014 dengan Metode Komitmen Antikorupsi (KAK); Tahun 2014 – 2015 dengan PERMAK (Penerapan Revolusi Mental Antikorupsi) dan Tahun 2015 s.d 2019 dengan PROTANI (Produksi Tunas Integritas: Pungli STOP).

Gagasan pembangunan WBK muncul tersebut muncul atas jawaban pada kebijakan pimpinan Kementerian Pertanian yang menghendaki perbaikan manajemen agar segera ada “penyegeraan” untuk mengurangi terjadinya tindak korupsi dengan target ideal zero accident sebagai bentuk perwujudan pelaksanaan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 5 Tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi.

Recent Posts

Menaker Minta Peserta Pelatihan Vokasi Bangun Portofolio, Bukan Sekadar Sertifikat

MONITOR, Bekasi — Menteri Ketenagakerjaan Yassierli meminta peserta Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) memanfaatkan pelatihan untuk…

1 jam yang lalu

Petugas JMTO Ruas Balikpapan-Samarinda Lakukan Pengamanan Lajur Imbas Karhutla

MONITOR, Samarinda - Petugas operasional PT Jasamarga Tollroad Operator (JMTO) Ruas Balikpapan–Samarinda (Balsam) sigap menangani…

1 jam yang lalu

Kementan Perkuat Pengendalian Rabies di Bali, Alokasikan 205.000 Dosis Vaksin pada 2026

MONITOR, Jakarta — Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat pengendalian rabies di Bali melalui penyediaan vaksin,…

1 jam yang lalu

TCL Ajukan Gugatan terhadap Samsung terkait Klaim Teknologi Mini LED pada Televisi

MONITOR, Jakarta — TCL, perusahaan elektronik asal China, mengajukan gugatan terhadap Samsung di pengadilan federal…

9 jam yang lalu

UIN Jakarta Raih Penghargaan Lembaga Pendidikan Pendukung Zakat Terbaik di BAZNAS Awards 2026

MONITOR, Jakarta - UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menerima penghargaan kategori Lembaga Pendidikan Pendukung Zakat Terbaik…

14 jam yang lalu

Menhaj: Pengelolaan Dana Haji Harus Aman dan Produktif

MONITOR, Jakarta - Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf menegaskan pentingnya keseimbangan antara keamanan…

1 hari yang lalu