PENDIDIKAN

Siswa Kena Skorsing Satu Tahun Akibat Tak Hormat Bendera, Ini Kritik KPAI

MONITOR, Jakarta – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) terus melakukan koordinasi dengan KPPAD Kepri dan KPPAD kota Batam terkait penanganan kasus siswa tidak mau hormat bendera dan menyanyikan lagu Indonesia Raya saat upacara bendera di salah satu SMPN di kota Batam.

Komisioner Bidang Pendidikan KPAI Retno Listyarti mengatakan, dari hasil rapat terakhir pada Jumat, 29 November 2019 lalu, terungkap bahwa sanksi memutasi siswa ke PKBM di ralat dan diganti dengan sanksi skorsing selama satu tahun.

“Sanksi ini diputuskan dalam rapat koordinasi yang tidak hanya dihadiri pihak sekolah (tidak semua guru) dan Dinas Pendidikan kota Batam, tetapi juga pihak kepolisian dan tentara,” kata Retno Listyarti, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (1/12/2019).

Atas skorsing tersebut, Retno menegaskan bahwa hak atas pendidikan adalah merupakan hak dasar bagi setiap anak yang harus dipenuhi Negara dalam keadaan apapun. Apalagi menurutnya, kedua siswa yang disanksi skorsing setahun tetap mengikuti upacara bendera, yang tidak dilakukannya adalah mengangkat tangan saat bendera dinaikan sebagai wujud penghormatan, karena dalam ajaran agama mereka itu sama dengan menyembah Tuhan Yang Maha Kuasa.

“Memberi sanksi skorsing 12 bulan berarti kedua siswa tidak mendapatkan haknya mendapatkan pembelajaran di sekolah dan kehilangan kesempatan mengembangkan potensi dirinya sebagaimana di jamin oleh peraturan perundangan di negeri ini,” jelasnya.

Retno kembali menjelaskan, upaya pemberian sanksi skorsing selama satu tahun atas perilaku kedua siswa merupakan sanksi yang tidak berpresfektif kepentingan terbaik bagi anak, bahkan berpotensi kuat melanggar hak-hak anak.

“Skorsing satu tahun merupakan hal yang sangat tidak lazim dan mungkin kejadian pertama di Indonesia,” tandasnya.

Recent Posts

Disamarkan sebagai Makanan Ringan, 1.728 Kuda Laut Kering Digagalkan di Bandara RHF

MONITOR, Tanjungpinang - Sebanyak 1.728 ekor kuda laut kering dengan berat total 6,5 kilogram ditemukan…

7 jam yang lalu

Sambut Andrea Bocelli, Hery Haryanto Azumi: Musik Bisa jadi Jembatan Peradaban di Tengah Konflik Global

MONITOR, Jakarta - Musik dapat menjadi ruang perjumpaan lintas bangsa dan budaya ketika dunia diwarnai…

2 hari yang lalu

Menag Dorong Kemandirian Pesantren, Apresiasi Inovasi Ekonomi dan Digital Al Yasini

MONITOR - Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan komitmen Kementerian Agama untuk terus memperkuat kemandirian dan…

2 hari yang lalu

Kemnaker Hadirkan Pelatihan Vokasi bagi Masyarakat Terdampak Gempa di NTT

MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) melalui Kemnaker Peduli Bencana terus memberikan dukungan kepada masyarakat…

3 hari yang lalu

Mahasiswa UID, Sutan Akhyar Rajabi Jadi Pemuda Pelopor Terbaik Depok 2026 Bidang Pendidikan

MONITOR, Depok — Mahasiswa Universitas Islam Depok (UID), Sutan Akhyar Rajabi, berhasil meraih Juara 1…

3 hari yang lalu

Guru Besar UIN Jakarta: Ma’had Aly Perlu Diperlakukan Setara dalam Sistem Pendidikan Nasional

MONITOR, Jakarta - Guru Besar Pemikiran Pendidikan Islam Sekolah Pascasarjana UIN Jakarta sekaligus Pendiri Jaringan…

3 hari yang lalu