PEMERINTAHAN

Anggota ASEAN Sepakati 9 Dokumen Kerjasama Sektor Peternakan

MONITOR, Brunei Darussalam – Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH), Kementerian Pertanian menjadi bagian dari delegasi Indonesia menghadiri acara sidang 41th Meeting of The ASEAN Ministers on Agriculture and Forestry (41th AMAF) di Bandar Sri Begawan, Brunei Darussalam, 12-17 Oktober 2019. Puncak rangkaian pertemuan AMAF ini dihadiri oleh Menteri Pertanian RI dengan anggota delegasi dari Kementerian Pertanian serta Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Dalam rangkaian pertemuan AMAF yang berlangsung selama 7 (tujuh) hari tersebut, para Menteri Pertanian negara anggota ASEAN dan perwakilan dari Kementerian Pertanian masing-masing anggota ASEAN mengikuti berbagai agenda sidang yang membahas tentang ketahanan dan keamanan pangan, perubahan iklim, kerjasama pertanian, penelitian dan pengembangan untuk komoditas pertanian dan perikanan serta isu-isu kehutanan.

Khusus untuk kerjasama bidang peternakan dan kesehatan hewan sebagai bagian dari kerjasama pertanian, para Menteri Pertanian ASEAN menyetujui 9 (sembilan) dokumen standar atau pedoman di bidang peternakan dan kesehatan hewan yang telah diselesaikan oleh ASEAN Sectoral Working Group on Livestock (ASWGL) dan disetujui di pertemuan level Senior Official.

Di tempat terpisah, Direktur Kesehatan Hewan, Ditjen PKH, Kementan, Fadjar Sumping Tjatur Rasa yang merupakan Ketua ASEAN Sectoral Working Group on Livestock (ASWGL) periode 2019-2020 menyampaikan kebanggaannya bahwa dibawah kepemimpinan Indonesia, dokumen-dokumen penting tersebut disetujui oleh semua Menteri Pertanian anggota ASEAN.

“Sembilan dokumen standar atau pedoman tersebut yakni manual biosekuriti untuk peternakan babi komersial, standar GMP untuk produk obat hewan, strategi pencegahan dan pengendalian penyakit pada babi (classical swine fever), pedoman vaksin autogenous, manual biosekuriti untuk peternakan ruminansia komersial, serta 4 (empat) pedoman tatacara beternak yang baik untuk kambing dan domba, sapi perah, sapi potong termasuk kerbau, dan bebek,” jelas Fadjar.

Lanjut Fadjar menjelaskan bahwa pada pertemuan AMAF ke-41 ini juga telah disepakati 1 (satu) dokumen penting terkait pedoman ASEAN untuk pangan halal di bawah kerjasama bidang penanganan dan keamanan pangan, dimana Ditjen PKH aktif didalamnya.

Adapun untuk tahun 2020, Fadjar menambahkan bahwa para Menteri AMAF telah menyepakati key indicative deliverable kerjasama bidang peternakan yakni terkait manual untuk rumah potong hewan dan unit pengolahan daging serta pedoman terkait penyakit infeksi baru dan eksotik termasuk kesiapsiagaan darurat dan respon darurat.

“Dua dokumen ini akan menjadi tugas Indonesia untuk menyelesaikannya,” pungkasnya.

Recent Posts

Bertepatan dengan Hari Santri, Ditjen Pesantren Mulai Konsolidasikan dan Sinkronisasikan Data Pesantren

MONITOR, Jakarta – Bertepatan dengan peringatan Hari Santri, Kamis (22/10/2026), Direktorat Jenderal Pesantren Kementerian Agama…

1 jam yang lalu

Analis Intelijen dan Keamanan Apresiasi Keberhasilan Kapolri Bongkar Penyelundupan 1 Ton Ketamin oleh Kapal Asing

MONITOR, Jakarta - Analis intelijen dan keamanan, Ngasiman Djoyonegoro mengapresiasi Kapolri Jenderal Pol. Suyudi Ario…

1 jam yang lalu

Komnas Haji Apresiasi Jadwal Haji 2027 Ditetapkan Lebih Awal, Kemenhaj Diminta Segera Umumkan Data Jemaah

MONITOR, Tangerang Selatan - Komnas Haji dan Umrah mengapresiasi Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) yang…

1 jam yang lalu

Hari Santri, MWCNU Wanasari Ziarah ke Makam H. Tadjoedin Noor, Tokoh NU pada Masa Pergolakan 1965

MONITOR, Brebes - Peringatan Hari Santri menjadi momentum bagi Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU)…

1 jam yang lalu

Pemuda Ekonomi Syariah: Konser Andrea Bocelli Harus Jadi Momentum Diplomasi Budaya dan Ekonomi Kemanusiaan

MONITOR, JAKARTA - Konser penyanyi tenor dunia Andrea Bocelli di Indonesia dinilai dapat menjadi momentum…

2 jam yang lalu

Dua Tahun Kabinet Merah Putih Kementerian UMKM Perluas Akses Usaha dan Pembiayaan Rakyat

MONITOR, Jakarta – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus memperluas akses pembiayaan, mempercepat…

6 jam yang lalu