PERTANIAN

Program Padi Gogo Sawah Kementan Motivasi Petani Subang

MONITOR, Subang – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui program padi gogo sawah terus memotivasi petani Kabupaten Subang agar bisa tanam di musim kemarau panjang. Dengan demikian, petani tidak menyerah begitu saja. Salah satunya adalah Sade, Ketua Kelompok Tani Benah Desa Sidajaya Kecamatan Cipunagara.

“Sejak adanya program gogo sawah dari Kementan, bersama-sama petani lainnya bekerja keras menanam padi meski air yang tersedia sangat terbatas. Kini usahanya mulai menampakan hasil, padi gogonya mulai tumbuh,” demikian kata Sade di Subang, Minggu (22/9/2019).

Menurut Sade program gogo sawah ini merupakan hal baru baginya sehingga merasa tertantang untuk mencobanya. “Saya tanam padi dengan cara tugal, mudah-mudahan hasilnya bagus. Kalo ini berhasil saya coba lagi tahun depan,” tegasnya.

Menanam padi pada musim kemarau bukan perkara mudah butuh kesabaran dan keyakinan yang kuat. Bantuan dari Kementan membuat Sade semangat dan yakin usahanya akan berhasil.

“Alhamdulillah ada bantuan dari Kementan sehingga saya semakin semangat tanam padi. Walapun harus nyalakan pompa siang dan malam itu tidak masalah. Ini ikhtiar saya agar tetap bisa nanam padi karena bertani adalah pekerjaan saya,” ujar Sade.

Sementara itu, Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Subang, Asep Heryana menuturkan Sade merupakan salah satu petani yang paling antusias melaksanakan program gogo sawah.

“Sade merupakan petani yang paling bersemangat tanam gogo sawah. Orangnya rajin dan pantang menyerah,” sebutnya.

“Jadi, program gogo sawah ini sangat membantu petani sehingga diharapkan dapat dilanjutkan sebagai solusi alternatif tanam padi pada musim kemarau,” pinta Asep.

Hal senada dikatakan Kepala Seksi Teknologi Perlindungan Hama Tanaman Serealia, Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan, Edi Eko Sasmito, bahwa program gogo sawah ini diluncurkan untuk membantu petani menanam padi pada saat musim kemarau.

“Kami berharap tidak ada kekosongan tanam terlalu lama, sehingga produksi padi nasional tetap tercapai,” beber Edi yang juga sebagai salah satu petugas pendamping di Subang.

Menurut Edi, agar program ini berhasil, Kementan memberikan bantuan kepada petani berupa pompa, Bahan Bakar Minyak (BBM) olah tanah dan sarana produksi. Bantuan ini supaya petani semangat dan yakin. Dengan bantuan tersebut diharapkan program gowah ini dapat berhasil dan menjadi percontohan.

“Kalau bagus kan nantinya akan diulangi lagi oleh petani jika terjadi musim kemarau berkepanjangan,” tandas Edi.

Recent Posts

Antisipasi Dampak Konflik Timur Tengah, Kemenperin Perkuat Ketahanan Industri Nasional

MONITOR, Jakarta - Eskalasi konflik geopolitik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat memunculkan kekhawatiran terhadap…

33 menit yang lalu

KKP Hentikan Sementara Pemanfaatan Ruang Laut Ilegal di Morowali

MONITOR, Morowali - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menghentikan sementara kegiatan pemanfaatan ruang laut di…

2 jam yang lalu

Menag: Kerukunan Jadi Prasyarat Utama Pertumbuhan Ekonomi

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan pentingnya kerukunan dan kondusifitas sebuah bangsa adalah…

2 jam yang lalu

BSPJI Padang Siapkan Sertifikasi Industri Hijau di Sektor Manufaktur

MONITOR, Jakarta - Kementerian Perindustrian terus memperkuat transformasi sektor manufaktur menuju industri yang berkelanjutan melalui…

3 jam yang lalu

Kemenhaj dan Kemenaker Perkuat Standar Haji, Incar Potensi Rp18 Triliun

MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia dan Kementerian Ketenagakerjaan memperkuat kolaborasi dalam…

5 jam yang lalu

DWP Kemenperin Salurkan 1.030 Paket Tali Kasih Ramadhan 2026

MONITOR, Jakarta - Kegiatan penyaluran Tali Kasih Ramadhan yang digelar oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP)…

8 jam yang lalu