JABAR-BANTEN

Kementan Kembangkan Budidaya Gandum Lokal Eksotis di Indonesia Timur

MONITOR, Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) melirik pengembangan budidaya tanaman gandum di Indonesia Timur khususnya wilayah NTT dan Papua. Pengembangan komoditas ini penting guna meningkatkan dalam negeri yang masih kurang dan juga karena semakin meningkatnya tren masyarakat masa kini untuk mengkonsumsi aneka roti dan mie, maka kebutuhan tepung nasional juga meningkat.

Direktur Serealia Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Kementan, Bambang Sugiharto menyatakan untuk memenuhi kebutuhan gandum ini diperlukan penyediaan varietas yang mempunyai sifat unggul dan beragam. Ketersediaan plasma nutfah yang memiliki variasi yang besar merupakan sumber gen yang mendukung pembentukan varietas baru yang berdaya hasil tinggi, tahan hama penyakit, umur genjah dan sifat lainnya.

“Prospek pertanaman gandum cukup baik karena beberapa wilayah di Indonesia cocok untuk pengembangan gandum mulai dari dataran tinggi sampai sedang, pada daerah tertentu, seperti NTT dan sebagian Papua yang memiliki iklim mikro yang cocok untuk pertanaman gandum,” demikian jelas Bambang di Jakarta, Sabtu (14/9/2019).

Menurut data Balai Besar Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP) Kementan, potensi pertanaman gandum paling besar di papua sekitar 976 ribu ha, di NTT bisa dikembangkan sampai 52 ribu ha.

“Namun demikian memang sampai saat ini kedua wilayah tersebut belum terdata hamparan gandumnya karena masih spot kecil kecil,” sebut Bambang.

Kepala Subdirektorat Jagung dan Serealia, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Andi Muhammad Saleh menambanhkan meskipun tanaman gandum memiliki potensi untuk bisa dikembangkan di Indonesia, masih terdapat banyak tantangan dalam usaha pengembangannya.

Menurutnya, salah satu kendala dalam upaya pengembangan tanaman gandum adalah terbatasnya tersedianya galur-galur gandum yang cocok ditanam di Indonesia, sesuai dengan karakteristik masing-masing lahan di Indonesia.

“Jika saja lebih banyak penelitian tentang galur-galur tanaman gandum di beberapa tempat yang potensial untuk pengembangan gandum. Ke depannya semoga gandum bisa disediakan di dalam negeri dan tidak banyak yang diimpor dari luar negeri,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Balai Penelitian Tanaman Serealia Maros, Muhammad Azrai menegaskan sejumlah wilayah di Indonesia mempunyai prospek bagi pengembangan gandum, mulai dari dataran rendah sampai dataran tinggi yang memiliki suhu rendah pada periode tertentu. Daerah tertentu di NTT (Soe) dan Papua (Merauke) cocok untuk pengembangan gandum.

“Penelitian di beberapa daerah lainnya di Indonesia juga membuktikan bahwa gandum dataran rendah (tropis, red) dapat berbunga lebih cepat yakni 35 sampai 51 hari dibandingkan dengan gandum dataran tinggi 55 hingga 60 hari,” jelas Azrai.

Sejumlah 15 galur/varietas gandum yang dikembangkan di dataran rendah (< 400 m dpl) Merauke memberi hasil 1,3-2,4 ton/ha. Hasil tertinggi 2,4 ton/ha diperoleh pada varietas introduksi OASIS/SKAUZ//4*BCN.

“Hasil ini lebih tinggi dibandingkan varietas unggul nasional Selayar, Nias, dan Dewata dengan hasil masing-masing hanya 1,9 ton, 1,6 ton, dan 1,3 ton per hektar,” beber Azrai.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), impor gandum dan biji meslin Indonesia dari Australia di tahun 2018 tercatat mencapai 2,41 juta ton, turun dari 2017 yang mencapai 5,10 juta ton. Australia merupakan negara penyuplai gandum terbanyak bagi pasar Indonesia. Sementara itu, total impor gandum Indonesia pada tahun lalu mencapai 10,09 juta ton, turun dari realisasi 2017 sebanyak 11,43 juta ton. Dengan demikian, ini kesempatan bagi Indonesia untuk mengembangkan produksi gandum dalam negeri.

Recent Posts

5.499 Jemaah Haji Gelombang Kedua Tiba di Madinah, Wamenhaj Minta Jaga Kesehatan

MADINAH – Sebanyak 5.499 jemaah haji Indonesia gelombang kedua dijadwalkan tiba di Madinah pada Minggu…

1 jam yang lalu

​Jaring Mahasiswa Terbaik, Kemenag Gelar Tes Beasiswa Maroko Tahun 2026

MONITOR, Jakarta — Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama menggelar Computer Based Test (CBT) Seleksi…

1 jam yang lalu

Jemaah Haji Gelombang Kedua Mulai Bergerak ke Madinah, Kemenhaj Pastikan Layanan Optimal hingga Kepulangan

MONITOR, Jakarta – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia mulai memberangkatkan jemaah haji gelombang…

2 jam yang lalu

Wamenaker Ajak Serikat Buruh Berkolaborasi Revisi UU Ketenagakerjaan dan Regulasi K3

MONITOR, Jakarta — Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor mengajak serikat pekerja/serikat buruh untuk berkolaborasi…

2 jam yang lalu

IPW: Wacana Kapolri dari Kalangan Sipil Sarat Muatan Politik dan Berpotensi jadi Alat Tawar Pembahasan RUU Polri

MONITOR, Jakarta – Indonesia Police Watch (IPW) menilai usulan Menteri Hak Asasi Manusia, Natalius Pigai,…

11 jam yang lalu

FEBI dan Pusat Bisnis UID Gelar Market Day, Bangun Jiwa Wirausaha untuk Indonesia Emas 2045

MONITOR, Depok – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) bersama Pusat Bisnis Universitas Islam Depok…

15 jam yang lalu