DPD RI Dorong Songket Silungkang Bisa Go International

17

MONITOR, Jakarta – DPD RI mengapresiasi Unesco yang menobatkan Kota Sawahlunto, di Sumatera Barat sebagai World Heritage atau Situs Warisan Dunia dengan nama Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto.
Tentunya penetapan tersebut disambut baik oleh masyarakat Sawahlunto untuk memasarkan produk kerajinan songket, yakni Songket Silungkang. 

“Kita mengapresiasi bahwa Sawahlunto merupakan Warisan Dunia oleh Unesco. Maka Songket Silungkang juga harus bisa mendunia. Apalagi setiap tahun selalu mengadakan carnival mengenai Songket Silungkang,” ucap Anggota DPD RI Provinsi Sumatera Barat Emma Yohanna dalam acara Sawahlunto International Songket Silungkang Carnival (SISSCa) 2019, di Sawahlunto, Sumatera Barat, Minggu (8/9).

Diakui Emma, pada sebelum adanya penetapan dari Unesco sangat sulit mendapatkan Songket Silungkang dan dipakainya hanya pada event-event tertentu. Hal itu, dikarenakan pembuatannya sangat rumit mengakibatkan harga Songket Silungkang menjadi mahal.

“Tapi sekarang pemerintah telah melakukan terobosan bagaimana Songket Silungkang menjadi pakaian kasual, maka diperlukan inovasi-inovasi dari designer yang menjadikan Songket Silungkang bukan sekedar kain tapi souvenir ataupun pakaian kasual,” sebut Emma.

Senator asal Sumatera Barat (Sumbar) itu menilai, Songket Silungkang juga menjadi kebanggaan masyarakat Sumbar. Lantaran Sumbar yang sebelumnya tidak memiliki industri atau pabrik besar,  kini mulai tumbuh.

“Justru yang menonjol kekayaan alamnya seperti sektor pariwisata. Kini Songket Silungkang juga menjadi kebanggaan masyarakat Sumbar,” paparnya.

Dengan perpaduan pariwisata dan kerajinan Songket Silungkang, Emma yakin bisa menambah daya tarik wisatawan yang berkunjung ke Sawahlunto. Dengan begitu, income masyarakat Sawahlunto akan bertambah, otomatis akan membantu ekonomi keluarga. 

“Sebenarnya kota Sawahlunto hanya salah satu, namun masih banyak daerah di Sumbar yang  memiliki sentral industri dan budaya. Jadi setiap daerah memiliki khas songket masing-masing. Harapan kita kedepan Sumbar bisa lebih dikenal di negara-negara lain,” ujarnya.

Sementara itu, Dewan Kerajinan Nasional Lisa Mustafa Abu Bakar berharap dengan adanya SISSCa  Songket Silungkang bisa go International. Sehingga menambah daya tarik wisatawan datang ke Sawahlunto.

“Ini akan berdampak pada perekonomian masyarakat di Sawahlunto. Untuk itu, kami terus mempromosikan Songket Silungkang agar bisa dikenal lagi,” cetusnya.

Lisa mengatakan adanya momen heritage dari Unesco, Songket Silungkang bisa dikenal lagi. Kedepan ia berharap bisa seperti Jember Fasion Carnival yang selalu ditunggu para wisatawan. 

“Harapan kita di Sawahlunto juga bisa seperti itu ‘Jember Fasion Carnival’. Tentu akan menambah kerajinan Songket Silungkang. Untuk itu momen ini harus kita angkat,” ujarnya. 

Lisa juga berharap ke depan ada MoU antara kabupaten/kota terdekat seperti Sijunjung dan Solok sehingga bisa sejalan dengan Sawahlunto. Maka wisatawan bila ke Sawahlunto bisa disambut budaya Minang-nya dari Solok dan Sijunjung. 

“Maka kita harus bersinergi antara kabupaten/kota. Tidak hanya kabupaten/kota saja, pemerintah pusat juga bertanggungjawab dalam mengangkat kebudayaan di Minang. Semua harus bersinergi, dengan adanya UMKM ini sehingga membuka lapangan pekerjaan dan menambah perekonomian keluarga,” pungkasnya.