MONITOR, Jeddah – Sebagai sesama anggota Organisasi Konferensi Islam (OKI), Indonesia dan Kazakhstan menunjukkan komitmen yang kuat untuk melakukan kerja sama di bidang pertanian.
Hal ini terlihat dari pertemuan bilateral antara Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian (Kementan), Agung Hendriadi, dengan Menteri Pertanian Kazakhstan, Saparkhan Omarov, di sela-sela Sidang Umum ke-2 Islamic Organization for Food Security (IOFS) di Jeddah, Saudi Arabia, kamis (29/8).
Dalam pertemuan tersebut, Agung menekankan pentingnya berbagi keahlian dan pengalaman, serta transfer pengetahuan dan teknologi, sehingga dapat mengatasi berbagai permasalahan di bidang pertanian yang dihadapi oleh kedua negara tersebut.
“Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, kita perlu mengambil peran strategis melalui kerja sama antara Indonesia dan Kazakhstan dalam pembangunan pangan dan pertanian,” kata Agung.
Agung berharap melalui kerja sama ini nantinya akan memberikan dampak ekonomi yang positif bagi Indonesia dan Kazakhstan.
Sementara itu, Menteri Pertanian Kazakhstan Saparkhan mengapresiasi pertemuan bilateral ini dan berharap terbangunnya hubungan yang saling menguntungkan antara kedua negara.
Kedua pihak menegaskan akan segera menindaklanjuti kerja sama bilateral melalui pembentukan working group dalam waktu yang akan datang.
MONITOR, CIREBON - Modernisasi pertanian melalui mekanisasi menjadi salah satu kunci meningkatkan produktivitas sekaligus memperbaiki…
MONITOR, BOGOR - Seorang pemimpin tidak cukup hanya mengandalkan kecerdasan intelektual dan idealisme. Mereka juga…
MONITOR, Yogyakarta - Setelah medali diraih dan pameran ditutup, ke mana hasil riset mahasiswa akan…
MONITOR, Manado – Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak mendorong pelibatan masyarakat…
MONITOR, Jakarta - Sejumlah masa yang tergabung dalam Koalisi Mahasiswa dan Pemuda Astacita (KoMPAS) menggelar…
MONITOR, Cirebon - Bantuan ayam petelur kepada kelompok ternak harus menjadi modal awal untuk membangun…