CEO ANATA Development Group sekaligus tokoh Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Mazz Reza Pranata
MONITOR, BOGOR – Pemimpin muda tidak cukup hanya mengandalkan kecerdasan intelektual dan idealisme. Mereka juga harus menguasai keterampilan praktis serta memiliki jiwa kewirausahaan agar mampu menerjemahkan gagasan menjadi karya, menciptakan peluang, dan menghadirkan solusi bagi masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Mazz Reza Pranata, CEO ANATA Development Group sekaligus tokoh Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), saat mengisi materi bertajuk “Peran Strategis Pemuda Indonesia” dalam GMH National Leadership Academy 2026 di Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP), Ciawi, Bogor.
Kegiatan yang diselenggarakan Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Hidayatullah (GMH) pada 28 Oktober–1 November 2026 itu menjadi ruang pengembangan kapasitas dan kepemimpinan generasi muda dalam menghadapi tantangan masa depan.
Dalam pemaparannya, Reza menekankan tiga fondasi penting dalam membangun sumber daya manusia unggul, yakni penguasaan ilmu pengetahuan, keterampilan aplikatif (skills), dan jiwa kewirausahaan (entrepreneurship).
Menurutnya, ilmu menjadi landasan bagi pemuda untuk membangun cara pandang, memahami persoalan, membaca perubahan, sekaligus mengenali peluang. Karena itu, generasi muda harus memiliki kemauan untuk terus belajar dan meningkatkan kapasitas diri.
“Pemuda tidak boleh berhenti belajar. Ilmu memberikan cara pandang untuk memahami persoalan dan membaca peluang,” ujarnya.
Namun, penguasaan ilmu harus diikuti kemampuan menerapkannya dalam tindakan nyata. Reza menilai keterampilan komunikasi, kepemimpinan, membangun tim, negosiasi, hingga pemecahan masalah merupakan kompetensi yang semakin dibutuhkan di tengah persaingan yang dinamis.
“Pengetahuan saja tidak cukup jika tidak diikuti kemampuan untuk mengeksekusi. Kita membutuhkan keterampilan komunikasi, kepemimpinan, kemampuan membangun tim, dan keberanian mengambil keputusan. Dunia hari ini tidak hanya membutuhkan orang pintar, tetapi orang yang mampu menghasilkan karya dan solusi,” jelasnya.
Fondasi ketiga adalah jiwa kewirausahaan. Reza menegaskan, kewirausahaan tidak boleh dipersempit hanya sebagai aktivitas membangun bisnis atau mengejar keuntungan. Lebih dari itu, kewirausahaan merupakan pola pikir yang membentuk kepekaan terhadap persoalan, kemampuan membaca peluang, keberanian mengambil inisiatif, dan kecakapan menciptakan nilai tambah.
“Entrepreneurship bukan sekadar tentang bagaimana kita membangun bisnis dan menghasilkan keuntungan. Lebih dari itu, entrepreneurship adalah pola pikir untuk melihat peluang di tengah persoalan, menciptakan solusi, dan menghadirkan nilai tambah bagi kehidupan masyarakat,” ungkap Reza.
Perspektif praktisi dunia usaha tersebut memberikan dimensi penting bagi pembinaan kepemimpinan mahasiswa. Aktivisme dan kepemimpinan organisasi, menurut pesan yang disampaikan dalam materi tersebut, perlu berjalan beriringan dengan pengembangan kompetensi profesional dan kemandirian ekonomi.
Dengan bekal ilmu, keterampilan, dan pola pikir kewirausahaan, pemuda diharapkan tidak hanya mampu merumuskan gagasan perubahan, tetapi juga memiliki kapasitas untuk mengimplementasikannya melalui program, karya, maupun inisiatif produktif yang berdampak bagi masyarakat.
GMH National Leadership Academy 2026 merupakan bagian dari ikhtiar Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Hidayatullah dalam menyiapkan generasi pemimpin muda yang berilmu, matang secara karakter, adaptif terhadap perubahan, dan memiliki daya saing.
Pada akhirnya, tantangan kepemimpinan generasi muda bukan hanya tentang keberanian menyuarakan perubahan, melainkan juga kemampuan membangun kapasitas dan mewujudkan gagasan menjadi solusi nyata. Indonesia membutuhkan pemimpin muda yang tidak berhenti pada idealisme, tetapi mampu menghadirkan perubahan melalui ilmu, kompetensi, dan kerja produktif.
MONITOR, Yogyakarta - Setelah medali diraih dan pameran ditutup, ke mana hasil riset mahasiswa akan…
MONITOR, Manado – Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak mendorong pelibatan masyarakat…
MONITOR, Jakarta - Sejumlah masa yang tergabung dalam Koalisi Mahasiswa dan Pemuda Astacita (KoMPAS) menggelar…
MONITOR, Cirebon - Bantuan ayam petelur kepada kelompok ternak harus menjadi modal awal untuk membangun…
MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar membawa sejumlah peluang kerja sama internasional dari hasil…
MONITOR, Bali – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menegaskan bahwa Kredit…