PERTANIAN

Kepala BKP Kementan Ajak Para Pihak Bersama-sama Membangun Ketahanan Pangan dan Gizi

MONITOR, Balikpapan – Perwujudan ketahanan pangan tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi agar pangan cukup tersedia, tetapi juga diperlukan efektivitas pemanfaatan pangan, sehigga setiap individu dapat meng konsumsi pangan beragam bergizi seimbang dan aman.

Demikian dikatakan Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian (Kementan) Agung Hendriadi dalam Seminar Nasional Pertanian di Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman
Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu (7/8/2019).

“Pembangunan ketahanan pangan dan gizi di Indonesia pada masa mendatang, harus menggunakan pendekatan sistem dan sinergitas antar sektor, dalam satu koordinasi lintas sektor yang kuat,” ujar Agung.

Melalui koordinasi, lanjut Agung, maka tujuan pembangunan ketahanan pangan dan gizi akan lebih cepat tercapai, termasuk dalam penanganan stunting.

Untuk itu, Agung mengajak para pihak berpartisipasi aktif di dalamnya.

“Partisipasi aktif seluruh pemangku kepentingan mulai dari pemerintah, pemerintah daerah, lembaga legislatif, pelaku usaha, filantrofi, LSM, media, akademisi dan lembaga pengkajian serta komunitas madani di pusat dan daerah, sangat penting untuk mewujudkan ketahanan pangan dan gizi,” tegas Agung yang menjelaskan materi “Tantangan, Peluang dan Strategi Menuju Ketahanan Pangan Indonesia”.

Ibrahim, Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Kaltim menyatakan, Pemerintah Provinsi telah menyusun kebijakan dan program serta pembiayaan yang proporsional dengan melibatkan swasta dan masyarakat untuk mewujudkan kemandirian pangan.

Sementara itu, T.O Suprapto, founder Joglo Tani Yogyakarta menekankan perlunya pemberdayaan masyarakat berbasis kearifan lokal, di dalam membangun Indonesia dengan pertanian berkelanjutan.

“Dalam membangun pertanian, kita juga harus mengajak anak-anak muda terjun ke dunia pertanian,” ujar Suprapto.

Peserta seminar dari berbagai profesi seperti akademisi, peneliti, pakar, birokrat, praktisi, swasta, dan LSM dari beberapa provinsi Provinsi Kalimantan bersepakat bahwa diperlukan kerjasama lintas sektor dalam membangun pertanian berkelanjutan.

Recent Posts

Rokhmin Dahuri: Indonesia Emas Harus Bertumpu pada Ekologi, Bukan Sekadar Pertumbuhan Ekonomi

MONITOR, Jakarta – Ambisi mewujudkan Indonesia Emas 2045 tidak cukup hanya mengandalkan pertumbuhan ekonomi tinggi,…

2 jam yang lalu

Kunjungi Saudi German Hospital Madinah, Menhaj Evaluasi Layanan Kesehatan Jemaah Haji Indonesia

MONITOR, Madinah — Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, melakukan kunjungan ke Saudi German…

7 jam yang lalu

DPR Sahkan Revisi UU P2SK, Perkuat Tata Kelola Sektor Keuangan

MONITOR, Jakarta - Paripurna DPR RI resmi mengesahkan Rancangan Undang-Undang tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4…

8 jam yang lalu

Kemenperin Pacu Transformasi Industri Lewat Forum BRICS PartNIR 2026 di Tiongkok

MONITOR, Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat kerja sama internasional guna mendukung transformasi industri…

9 jam yang lalu

Nurhadi Dukung Penyegaran Pimpinan BGN, Minta Program MBG Lebih Akuntabel

MONITOR, Jakarta – Anggota Komisi IX DPR RI, Nurhadi, menghormati keputusan Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan…

10 jam yang lalu

Kemenhaj Dorong Komoditas Pangan RI Masuk Rantai Pasok Katering Haji Arab Saudi

MONITOR, Madinah – Pemerintah Indonesia melalui Menteri Haji dan Umrah RI Mochammad Irfan Yusuf mendorong…

10 jam yang lalu