Fakta Baru Dibalik Kasus Perdagangan Anak di Situbondo

43
Ilustrasi perdagangan anak (dok: net)

MONITOR, Jakarta – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menemukan fakta baru terkait kasus perdagangan anak dibawah usia 18 tahun di Situbondo, Jawa Timur. Komisioner KPAI Ai Maryati Solihah mengatakan, 5 dari 12 perempuan korban didatangkan dari Kota dan Kabupaten Bandung Jawa Barat.

Saat ini, jelas Ai Maryati, mereka sedang ditangani oleh pemerintah provinsi Jawa Timur baik psikologis serta pelayanan rehabilitasi sosial, termasuk proses hukum di TKP.

“KPAI sudah bertemu dengan korban dan melakukan pengawasan di berbagai lokus Surabaya, seperti Polda Jatim, Dinsos Jatim Dan UPT Bhayangkara P2TP2A Jawa Timur,” ujar Ai Maryati Solihah, dalam keterangan persnya, Rabu (7/8).

Dari hasil pengawasan KPAI, Ai mengatakan pihaknya menemukan beberapa temuan yang mencengangkan diantaranya adalah;

Fakta pertama, berubahnya pola rekrutmen para pelaku dengan cara memanfaatkan dan mengeksploitasi anak untuk melancarkan pendekatan emosi dan psikologis mengajak teman sebaya.

“Proses rekrutmen ini instan dan cepat sekaligus menyamarkan pelaku sebagai otak perekrut yang sebenarnya,” jelas Ai Maryati.

Dalam waktu singkat, lanjut Ai, telah terkumpul 12 orang target dengan profil mirip:remaja (di bawah umur), dalam keadaan putus sekolah, tidak asing dengan dunia malam, serta kurang kasih sayang dan perhatian orang tua dan sedang membutuhkan pekerjaan.

Fakta kedua, korban langsung mendapat pinjaman uang Rp 5-10 juta untuk keperluan mereka, dari mulai HP, tempat tinggal/kos, baju dan makan sehari-hari yang awalnya keringanan kemudian menjadi hutang, dan justru korban semakin terikat dan tereksploitasi.

“Hutang tersebut harus dibayar di luar pendapatan mereka saat bekerja,” ungkapnya.

Fakta ketiga hampir seluruh korban mulanya dijanjikan bekerja di tempat karaoke hanya sebagai pemandu lagu, akan tetapi adanya pemenuhan kebutuhan yang terus dipenuhi dan menumpuk jadi hutang.

“Akhirnya sulit menghindari terjadinya eksploitasi seksual,” pungkasnya.