BERITA

Kemendes Bekali Pemerintah Desa Pengetahuan Ilmu Kebencanaan

MONITOR, Seluma – Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) kembali bekali masyarakat dan aparatur pemerintah daerah dalam pelatihan indentifikasi kebutuhan pasca bencana. Pelatihan sejenis rutin dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat serta aparatur ketika terjadi bencana.

Pelatihan yang dilaksanakan oleh unit kerja Direktorat Jenderal Pengembangan Daerah Tertentu (Ditjen PDTu) Kemendes PDTT ini diisi oleh beberapa sesi mulai dari konsep dasar penanggulangan bencana, kebijakan umum rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana, konsepsi penilaian kebutuhan pemulihan korban pasca bencana, tata cara, pengumpulan dan pengolahan data kebutuhan pasca bencana dan simulasi lapangan.

Direktur Jenderal Pengembangan Daerah Tertentu, Aisyah Gamawati melalui Direktur Penanganan Daerah Rawan Bencana Ditjen PDTu Kemendes PDTT Hasman Maani menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan upaya konstruktif dan positif dalam tahapan-tahapan manajemen kebencanaan.

“Pengetahuan terkait cara-cara perhitungan kebutuhan ini menjadi faktor penting dalam menetapkan prioritas kebutuhan yang darurat dibutuhkan oleh korban bencana. Pembekalan seperti ini perlu secara terus menerus dilakukan mengingat kita hidup di wilayah yang sangat rentan terjadi bencana,” kata Hasman saat membuka pelatihan di Kabupaten Seluma, Bengkulu.

Lebih lanjut Hasman juga menjelaskan mengenai Peraturan Menteri Desa nomor 16 tahun 2018 tentang prioritas penggunaan dana desa tahun 2019.

“Dalam peraturan tersebut disebutkan bahwa dana desa dapat digunakan untuk penanganan dan kesiapsiagaan bencana. Namun, perlu diingat bahwa semua usulan tersebut harus terlebih dahulu dibahas dan disetujui bersama pada tingkatan musyawarah desa,” katanya.

Sementara itu, Staf Ahli Bupati Seluma H. Rosikin menyampaikan rasa terima kasih atas digelarnya pelatihan ini. “Pengelolaan bencana merupakan tugas kemanusiaan dan mulia, pengetahuan yang kita dapatkan ini perlu diteruskan kepada lingkungan disekitar kita” katanya.

Pelatihan diikuti 65 orang peserta dari unsur pemerintah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Dinas Sosial dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah. Peserta daerah diantaranya berasal dari kabupaten Seluma, Solok Selatan, Musi Rawa, Musi Rawas Utara, Lampung Barat, dan Pesisir Barat. Unsur masyarakat dan penggiat bencana hadir dari Universitas Bengkulu, Lembaga Penanggulangan Bencana Nahdlatul ulama (LPBI NU), Bagana (Banser Siaga Bencana) dan Tagana (Taruna Siaga Bencana). Pelatihan dilakukan metode kelas dan praktik lapangan. Praktik lapangan dan simulasi sendiri digelar hari ini Desa Padang Pelasan Kec Air Periukan desa terdampak banjir.

Recent Posts

Belajar dari Kampus Peringkat Kedua Nasional THE, PTKIS Perkuat Sistem Penjaminan Mutu Internal

LPM UIN Sunan Kalijaga Berbagi Strategi Implementasi SPMI Berdasarkan Permendiktisaintek Nomor 10 Tahun 2026 MONITOR,…

3 jam yang lalu

Soroti 7 Persoalan Tata Kelola, Rokhmin Dahuri Dorong Reformasi Cagar Biosfer Indonesia

MONITOR, Wakatobi - Pengakuan UNESCO terhadap suatu kawasan sebagai cagar biosfer tidak otomatis menjamin keberhasilan…

3 jam yang lalu

Hasil Ubinan BPS, Panen Padi di Cirebon Tembus 9,2 Ton per Hektare berkat Aplikasi Pureplant

MONITOR, Cirebon - Hasil panen padi petani di Blok Makam Kidul, Desa Ujunggebang, Kecamatan Susukan…

10 jam yang lalu

Stafsus Menag Sambangi Ponpes Hamalatul Qur’an Sukoharjo, Tawarkan Trauma Healing untuk Santri

MONITOR, Sukoharjo – Kementerian Agama (Kemenag) RI menegaskan komitmennya untuk hadir memberikan pelayanan, pembinaan, dan…

2 hari yang lalu

OASE III PTKIN 2026 Resmi Dibuka Menag, Dorong Integrasi Sains dan Nilai Agama

MONITOR, Yogyakarta - Ajang Olimpiade Agama, Sains, dan Riset (OASE) III Perguruan Tinggi Keagamaan Islam…

2 hari yang lalu

Kementan Percepat Penyerapan Telur, Peternak Mikro dan Kecil Jadi Prioritas

MONITOR, Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) mempercepat penyerapan telur ayam ras senilai Rp30 miliar melalui…

2 hari yang lalu