HUKUM

Jika Ditolak MK, Yusril Ingatkan Kubu 02 Jangan Salahkan pihak manapun

MONITOR, Jakarta – Ketua Tim Kuasa Hukum Jokowi- Ma’ruf, Yusril Ihza Mahendra, mengingatkan agar pihak kuasa hukum Prabowo-Sandiaga dapat menerima hasil keputusan apapun yang diambil majelis hakim dalam sengketa perselisan hasil Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK).

Tentunya, sambung dia, dengan tidak menyalahkan siapa-siapa, melainkan karena bukti-bukti yang diajukan pihak pemohon tidak dapat terbukti.

“Jadi, kalau nanti permohonannya ditolak bukan salah siapa-siapa, karena memang buktinya tidak cukup atau memang tidak ada sama sekali,” kata Yusril kepada wartawan, di Gedung MK, Jakarta Pusat, Kamis (27/6).

Menurut dia, kesempatan yang diberikan para pihak berperkara maupun majelis hakim kepada pihak pemohon untuk membuktikan dalil permohonannya sudah sangat luas, termasuk dalam mengenai segala tuduhan bahwa pemilu tuduhan mereka itu penuh kecurangan secara terstruktur, sistematis, dan masif (TSM).

“Dari semua bukti-bukti yang dikemukakan sampai sejauh ini belum satupun bukti tersebut yang dapat membuktikan adanya pelanggaran TSM dan membuktikan adanya kecurangan yang terjadi,” ujar Yusril disela-sela waktu skors sidang selama 30 menit tersebut.

“Semua alat bukti itu dimentahkkan baik oleh kuasa hukum termohon dalam hal ini KPU, pihak terkait, dan di mentahkan juga oleh Bawaslu dan ditolak oleh majelis hakim sebagai tidak beralasan hukum,” tambahnya.

Termasuk, sambung dia, mengenai bukti video yang disampaikan para pemohon, yang dinilai majelis hakim tidak berkesesuaian dan tidak berhubungan dengan apa yang didalilkan.

“Apalagi bukti-bukti video ya, yang ternyata isi video itu tidak berkesuaian tidak berhubungan dengan apa yang di dalilkan. Jadi dalam kata lain itu banyak video-video yang isinya bohong-bohongan,” pungkasnya.

Recent Posts

Kementerian UMKM Perkuat Transformasi Tata Kelola UMKM Melalui SAPA UMKM

MONITOR, Lombok Barat – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menegaskan komitmennya untuk mewujudkan transformasi…

1 jam yang lalu

Kemenag Tegaskan Madrasah Harus Bebas Kekerasan, Dirjen Pendis: Dorong Kurikulum Berbasis Cinta Lewat Matamuda 2026

MONITOR, Jakarta - Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Pendis) Kementerian Agama RI, Prof. Amien Suyitno, menegaskan bahwa madrasah…

4 jam yang lalu

Anak Gunung Krakatau Aktif, Waka Komisi V DPR Ingatkan Pentingnya Keamanan Masyarakat dan Jalur Pelayaran

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Andi Iwan Darmawan Aras menekankan pentingnya…

9 jam yang lalu

Siswa Diduga Korban Bullying Ledakkan Bom Rakitan, Legislator Dorong Ciptakan Lingkungan Sekolah yang Guyub

MONITOR, Jakarta - Anggota DPR RI Alex Indra Lukman menyoroti aksi seorang pelajar berinisial R…

10 jam yang lalu

Menag Resmi Buka KKN Nusantara VI 2026: Mahasiswa dari 42 PTK Se-Indonesia Bawa Semangat Ekoteologi di Tanah Baduy

MONITOR, Serang - Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Kementerian Agama Republik Indonesia, secara resmi membuka…

15 jam yang lalu

Puan Soal Krisis Murid di Sekolah Negeri: Harus Jadi Alarm Tata Ulang Pelayanan Pendidikan Dasar Nasional

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti fenomena sekolah negeri yang kekurangan murid…

1 hari yang lalu