PERTANIAN

Kepala BKP Kementan Dorong Percepatan Sergap Nasional

MONITOR, Jakarta – Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian (Kementan) menggelar rapat koordinasi serapan gabah/beras petani (Rakor Sergap) di Bogor, Rabu (19/6). Rakor yang dipimpin Kepala BKP Agung Hendriadi dan Direktur Pengadaan Perum Bulog Bachtiar, dihadiri Kepala Divisi Regional Perum Bulog, Kepala Dinas Pangan Propinsi, serta penanggung jawab sergap provinsi.

Rakor Sergap bertujuan untuk mengevaluasi kegiatan sergap yang sudah dilakukan sejak Januari-Juni 2019, dan upaya percepatan yang akan dilakukan sampai akhir tahun 2019.

Menurut Agung, hingga saat ini realisasi sergap baru mencapai 37% dari target Januari – Desember 2019 sebesar 1,8 juta ton.

“Untuk meningkatkan persentase capaian sergap, saya mengharapkan Bulog melakukan penyerapan di wilayah yang potensi panennya masih cukup besar,” kata Agung.

Ditambahkan Agung, berdasarkan data potensi panen bulan Juli mendatang akan cukup banyak panen di beberapa wilayah.

“Bulog harus melakukan penyerapan berdasarkan potensi tersebut, agar target serapan dapat tercapai” tegas Agung.

Direktur Pengadaan Perum BULOG, Bachtiar menyampaikan bahwa jajarannya telah menyiapkan beberapa strategi baik jangka pendek dan menengah untuk mendorong percepatan pengadaan gabah/beras sampai akhir tahun 2019.

“Strategi jangka pendek ini kita lakukan melalui optimalisasi satker dan sinergi dengan instansi terkait. Untuk jangka menengah kita upayakan melalui peningkatan pengadaan dalam bentuk gabah, menyusun bisnis model pengadaan, dan kerjasama dengan BUMN Perbankan dan BUMN Pertanian untuk penyediaan permodalan dan saprodi,” jelas Bachtiar.

Rakor Sergap juga dihadiri oleh Kadivre Bulog beserta Kepala Dinas Pangan Provinsi dari 10 provinsi sentra padi yaitu Sumatera Utara, Lampung, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Barat.

Kepada peserta Rakor, Agung berharap sinergi antara BKP Kementan dengan Perum Bulog dapat terus dijaga dalam upaya bersama mewujudkan ketahanan pangan nasional.

“BKP dan Bulog memiliki visi yang sama untuk menjaga ketahanan pangan, baik dalam upaya menjaga ketersediaan dan kecukupan pangan, serta menjaga kondisi dan stabilitas harga pangan” pungkas Agung.

Meskipun sampai saat ini serapan baru mencapai 37%, Perum Bulog tetap optimis sergap tahun 2019 dapat tercapai mengingat potensi panen sampai akhir tahun masih banyak.

“Kami optimis target pengadaan beras tahun 2019 sekitar 1,8 juta ton dapat tercapai”, pungkas Bachtiar.

Recent Posts

Kemenhaj Gelar CAT PPIH 2027 Non Nakes Serentak, Gandeng BKN untuk Perkuat Transparansi

MONITOR, Jakarta — Kementerian Haji dan Umrah menggandeng Badan Kepegawaian Negara (BKN) dalam pelaksanaan Computer…

2 jam yang lalu

Rektor UID Buka PBAK 2026, Tekankan Adab, Prestasi, dan Kontribusi Mahasiswa

MONITOR, Depok - Universitas Islam Depok (UID) resmi membuka rangkaian Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan…

17 jam yang lalu

Menaker: Kunci Wirausaha Bukan Sekadar Dapat Pelanggan, tapi Menjaga Hubungan

MONITOR, Bandung Barat – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli, mengatakan salah satu kunci keberhasilan dalam berwirausaha…

1 hari yang lalu

Kemenperin Sampaikan Duka Cita Mendalam Atas Insiden Kebakaran Pabrik di KEK Sei Mangkei

MONITOR, Jakarta - Kementerian Perindustrian menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas musibah kebakaran yang…

1 hari yang lalu

Majelis ASTACITA Gelar ‘Maulid Nabi dan Dzikir Kemerdekaan’ di Karawang, Gaungkan Jaga Rawat Jabar

MONITOR, Karawang — Dalam rangka memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW sekaligus merawat semangat kemerdekaan…

1 hari yang lalu

Capai 75 Ribu Pendaftar PPIH 2027 Non Nakes, Kemenhaj Gelar CAT Dua Gelombang

MONITOR, Jakarta - Lebih dari 75 ribu orang mendaftar Seleksi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH)…

1 hari yang lalu