OPINI

Menghilangkan Kemungkinan Ekslusivitas di Kementerian dan BUMN

MONITOR, Seperti biasa, setiap bangun pagi saya membuka WA di HP. Saya mendapat kiriman lewat WA dari seorang sahabat, dia politisi senior dari sebuah partai papan atas di republik ini.

Ia mengirim sebuah sambutan dalam bentuk video dan skrip isinya ke HP saya. Lalu, saya cari di link Youtube. Saya bangga menemukan link tersebut seperti termuat di paling bawah release ini.

Saya berpendapat, isinya sangat-sangat bagus. Karena itu, baik sekali kita simak bersama sembari sungguh-sungguh kita resapi makna mendalam di balik narasi.

Menurut saya, pidato ini sarat makna sangat mendalam. Sambutan ini sangat bisa menjadi landasan bagi kita semua untuk introspeksi terhadap yang sudah berlalu untuk menata masa depan yang sesuai dengan cita-cita kita bersama, berbangsa dan bernegara. Salah satunya, NKRI “rumah” keberagaman.

Penyampaian isi pidato ini, dari aspek ilmu komunikasi, tidak berada di ruang hampa. Setidaknya, boleh jadi, ada semacam gejala yang dilihat di kementeriannya dan kerisauan di benak si penyampai pidato yang menurutnya sangat urgent disampaikan, setidaknya ke semua jajarannya. Semakin priduktif lagi ada yang memasukkan ke link Youtube, sehingga bisa diakses oleh semua pihak.

Bila semakin didalami, narasi pidato tersebut dapat menjadi rujukan bersama di semua kelompok sosial, utamanya di instansi pemerintah dan tak terkecuali di BUMN.

Makna mendalam yang terdapat dalam balutan narasi pidato tersebut, harus menjadi program perioritas semua menteri periode 2019 – 2024, siapapun presidennya, yang merujuk pada keputusan MK beberapa minggu ke depan.

Untuk dapat merealisaikan pandangan dan makna yang tersirat pada pidato ini, presiden harus membuatnya menjadi salah satu landasan utama menentukan susunan kabinet periode 2019 – 20124.

Untuk itu, para menteri periode lima tahun ke depan bekerja dengan lebih dahulu memetakan perilaku eksklusif keseharian semua pegawai di kementerian dan BUMN. Salah satunya dengan mengobservasi simbol-simbol perilaku keseharian yang digunakan setiap pegawai dan takkalah pentingnya analisis isi muatan sosial media yang dimiliki para pegawai.

Recent Posts

Pemerintah-DPR Sahkan RUU PPRT Jadi Undang-Undang

MONITOR, Jakarta – Pemerintah bersama DPR RI menyepakati Rancangan Undang-Undang Pelindungan Pekerja Rumah Tangga (RUU PPRT)…

1 jam yang lalu

DPR Sahkan UU PPRT Serta UU Pelindungan Saksi dan Korban

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani hari ini memimpin Rapat Paripurna DPR RI.…

3 jam yang lalu

Hari Kartini 2026, Puan: Perempuan Bukan Objek Tapi Subjek Aktif yang Ikut Tentukan Perjalanan RI

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani berbicara soal peran perempuan dalam peringatan Hari…

3 jam yang lalu

Kejadian Toko Mama Khas Banjar Jadi Pelajaran Pentingnya Kolaborasi Kebijakan UMKM

MONITOR, Banjarbaru – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menegaskan bahwa penguatan sektor UMKM sebagai…

3 jam yang lalu

Kemenperin Pacu Industri Capai NZE 2050, Lima Pilar Reduksi Emisi Jadi Kunci Transformasi Hijau

MONITOR, Jakarta — Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mempercepat transformasi industri nasional menuju target Net Zero Emission (NZE)…

7 jam yang lalu

Universitas Pelita Harapan Kukuhkan 5 Guru Besar

MONITOR, Tangerang — Universitas Pelita Harapan (UPH) resmi mengukuhkan lima guru besar dari berbagai disiplin ilmu…

8 jam yang lalu