POLITIK

Prabowo: Menyerah pada Ketidakadilan adalah Pengkhianatan kepada Negara

MONITOR, Jakarta – Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, menegaskan di tengah dugaan terjadinya kecurangan dan tidak sesuai dengan semangat demokrasi yang menjadi prinsip utama negara, maka tidak ada kata menyerah dalam berjuang.

“Jika kita menyerah, berarti kita menyerah kepada ketidakadilan dan itu artinya kita berkhianat kepada negara bangsa rakyat,” kata Prabowo dalam keterangan tertulisnya, Rabu (15/5).

“Itu artinya kita berkhianat kepada pendiri-pendiri bangsa Indonesia, kita berkhianat kepada puluhan ribu orang yang telah gugur untuk mendirikan republik rakyat Indonesia ini,” tambahnya.

Ia mengatakan, sistem demokrasi merupakan jalan yang terbaik bagi kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini. Karena itu, sambung dia, sudah seharusnya mandat dari rakyat harus diperjuangkan

“Bahwa kita telah memenangkan mandat dari rakyat. Kita telah memenangkan suara rakyat dari rakyat,” ujar dia.

Pada kesempatan itu, Prabowo juga sempat memuji pasangannya, Sandiaga Uno yang kian hari kian semangat berjuang mempertahankan suara rakyat dari pihak yang berlaku curang pada Pilpres 2019.

Hal ini kata Prabowo, sekaligus membantah rumor bahwa Sandiaga yang dasarnya seorang pengusaha tidak tahan dalam berjuang bersama dirinya menyuarakan kehendak rakyat.

“Ada yang mengatakan saudara Sandiaga Uno ini seorang pengusaha, dia anak muda, dia akan meninggalkan Prabowo Subianto. Nyatanya, dia lebih rajin turun ke daerah dari saya,” ucapnya.

“Dan tadi dia sudah menyatakan sikap dan sekarang saya menyatakan sikap saya. kita akan membela kebeneran keadilan dan kejujuran sampai kemenangan rakyat diakui,” pungkas Prabowo.

Recent Posts

Komisi IX DPR Soroti 6 Ribu Bayi Meninggal Tiap Tahun

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher menaruh perhatian serius terhadap…

8 jam yang lalu

Soroti Praktik TPPO Berkedok Perjalanan Wisata, Legislator Desak Pemerintah Perbarui Strategi Pencegahan

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi III DPR RI, Abdullah menyoroti penangkapan buronan internasional kasus tindak…

8 jam yang lalu

Marak Kecelakaan Kapal, Puan Soroti Minimnya Faktor Keamanan Transportasi Laut

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti minimnya faktor keselamatan dan keamanan transportasi…

8 jam yang lalu

DeepTalk Indonesia: Kasus Hukum Febrie Adriansyah Momentum Reformasi Kejaksaan

MONITOR, Jakarta - Akademisi, praktisi hukum, aktivis dan mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendorong…

9 jam yang lalu

Harlah ke-25 PonPes Al-Qur’aniyyah, Pesantren sebagai Penggerak Ekonomi Umat

MONITOR, Tangerang Selatan – Staf Ahli Menteri UMKM Bidang Hukum dan Kebijakan Publik, Reghi Perdana,…

10 jam yang lalu

Bibit Kelapa Unggul Natuna Kian Diminati, Karantina Kepri Kawal Pengiriman 80.000 Butir ke Bintan

MONITOR, Natuna - Potensi kelapa unggul asal Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, terus menarik minat pelaku…

11 jam yang lalu