POLITIK

Rokhmin Dahuri: Guruh Soekarnoputra Wariskan Nasionalisme Lewat Seni dan Budaya

MONITOR, Jakarta – Kepergian seniman dan budayawan Mohammad Guruh Irianto Soekarnoputra meninggalkan warisan penting dalam perkembangan seni dan kebudayaan Indonesia. Guruh dinilai berhasil menjadikan musik, tari, dan pertunjukan seni sebagai medium untuk mengekspresikan kecintaan terhadap Indonesia dan kebudayaan Nusantara.

Anggota Komisi IV DPR RI sekaligus Guru Besar Emeritus IPB University, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, M.S., mengatakan Guruh bukan hanya dikenal sebagai seniman, tetapi juga sebagai sosok yang menghubungkan seni dengan semangat kebangsaan.

Menurut Rokhmin, nasionalisme yang dibangun Guruh tidak selalu hadir melalui pidato atau ekspresi politik, tetapi diterjemahkan melalui karya seni yang mengangkat kekayaan budaya Indonesia.

“Guruh membuktikan bahwa nasionalisme bisa ditulis dalam nada, dilangkahkan dalam gerak tari, dan dirasakan lewat keindahan,” ujar Prof. Rokhmin Dahuri dalam tulisan mengenang Guruh Soekarnoputra yang dimuat Askara, Sabtu (26/9/2026).

Guruh Soekarnoputra meninggal dunia pada Sabtu dini hari, 26 September 2026, pukul 04.16 WIB di Rumah Sakit MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta, pada usia 73 tahun. Kabar duka tersebut juga mendapat perhatian dari berbagai kalangan, termasuk tokoh politik dan budaya.

Seni sebagai Ekspresi Cinta Tanah Air

Rokhmin mengatakan perjalanan Guruh memperlihatkan hubungan erat antara seni, kebudayaan, dan nasionalisme. Putra bungsu Presiden pertama RI Soekarno dan Fatmawati itu dikenal sebagai musisi, koreografer, serta penggagas berbagai pertunjukan yang mengolah kekayaan seni Nusantara.

Menurut Rokhmin, Guruh mampu mempertemukan unsur tradisional dengan ekspresi seni modern sehingga kebudayaan Indonesia dapat hadir dalam bentuk yang lebih kreatif dan diterima oleh berbagai generasi.

“Bagi Guruh, kebudayaan adalah akar jati diri bangsa, dan seni adalah salah satu jalan untuk menanamkan rasa cinta tanah air kepada generasi penerus,” kata Rokhmin Dahuri.

Sejumlah karya Guruh dikenal luas di masyarakat, antara lain Guruh Gipsy serta berbagai lagu dan pertunjukan yang mengangkat tema Indonesia dan kebudayaan Nusantara. Ia juga dikenal melalui kelompok dan pertunjukan seni yang memadukan musik, tari, dan narasi kebudayaan.

Pemberitaan mengenai perjalanan Guruh juga mencatat kiprahnya dalam memperkenalkan unsur budaya Nusantara melalui musik dan seni pertunjukan. Ia tidak hanya berkarya sebagai seniman, tetapi juga terlibat dalam kehidupan publik melalui jalur politik dan parlemen.

Nasionalisme dalam Bahasa Seni

Rokhmin menilai salah satu kekuatan Guruh terletak pada kemampuannya menyampaikan pesan kebangsaan melalui bahasa seni yang estetis.

Jika nasionalisme selama ini kerap diasosiasikan dengan pidato, simbol politik, atau perjuangan di ruang publik, Guruh menghadirkannya melalui musik, koreografi, lirik, dan pertunjukan.

“Cinta pada Indonesia tidak harus diteriakkan dengan keras. Cinta itu bisa dibisikkan lewat melodi, dipentaskan lewat gerak tubuh penari, dan diwariskan melalui setiap generasi yang menyaksikan panggungnya,” ujar Rokhmin Dahuri.

Menurut dia, pendekatan tersebut membuat karya Guruh tidak hanya memiliki nilai artistik, tetapi juga membawa pesan tentang pentingnya mengenali, merawat, dan membanggakan kebudayaan Indonesia.

Jejak tersebut sejalan dengan catatan mengenai kiprah Guruh yang selama puluhan tahun mengembangkan musik, tari, dan pertunjukan dengan mengolah unsur budaya Nusantara. Sejumlah karya dan pertunjukannya kemudian menjadi bagian dari perjalanan seni pertunjukan Indonesia.

Warisan untuk Generasi Muda

Rokhmin mengatakan warisan Guruh tidak berhenti pada karya yang telah diciptakannya. Menurut dia, hal yang tidak kalah penting adalah gagasan bahwa kecintaan terhadap Indonesia dapat dibangun melalui kebudayaan.

“Guruh adalah bukti bahwa nasionalisme dan estetika bukan dua kutub yang berlawanan. Keduanya dapat berjalan bersama melalui karya seni yang mengangkat identitas dan kebudayaan bangsa,” kata Rokhmin Dahuri.

Dalam konteks tersebut, karya Guruh dapat dilihat sebagai bagian dari perjalanan panjang kebudayaan Indonesia dalam membangun identitas nasional. Seni tidak hanya ditempatkan sebagai hiburan, tetapi juga sebagai medium untuk memperkenalkan kekayaan Nusantara dan membangun apresiasi generasi muda terhadap budaya sendiri.

Guruh Soekarnoputra juga meninggalkan jejak di ranah politik. Ia tercatat sebagai anggota DPR RI selama beberapa periode dan pernah bertugas di Komisi X yang membidangi pendidikan dan kebudayaan. Dalam kiprahnya di parlemen, ia turut mendorong penguatan kebijakan kebudayaan, termasuk Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

Bagi Rokhmin, kepergian Guruh karena itu bukan hanya kehilangan seorang pekerja seni, tetapi juga momentum untuk kembali melihat kebudayaan sebagai bagian penting dari pembangunan karakter dan identitas bangsa.

“Guruh mewariskan lebih dari sekadar lagu dan tarian. Ia menunjukkan bahwa mencintai Indonesia dapat dilakukan melalui karya yang indah, menyentuh, dan mempersatukan,” pungkas Rokhmin Dahuri.

Recent Posts

Delegasi U.S. Army War College Sambangi Istiqlal, Gugun Gumilar Dorong Penguatan Dialog Indonesia-AS

MONITOR, Jakarta - Hubungan Indonesia dan Amerika Serikat kembali mendapat ruang dalam pertukaran gagasan strategis.…

19 jam yang lalu

Menteri UMKM: LAKSMI Tingkatkan Graduasi Ekonomi Pengusaha Mikro Inklusif

MONITOR, Surabaya – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendorong peningkatan graduasi ekonomi masyarakat…

2 hari yang lalu

Menaker: Hakim Ad Hoc PHI Jaga Kepastian Hukum

MONITOR, Jakarta — Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan pertimbangan hakim yang adil dan jelas menjadi bagian…

2 hari yang lalu

Guru Besar UIN Jakarta: Rekognisi Pesantren Perlu Diikuti Afirmasi Anggaran

MONITOR, Jakarta - Rekognisi negara terhadap pesantren perlu diterjemahkan ke dalam afirmasi kebijakan dan anggaran…

2 hari yang lalu

Kementerian UMKM Perkuat Inkubator untuk Cetak Wirausaha Berkualitas

MONITOR, Surabaya – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menegaskan pentingnya memperkuat…

3 hari yang lalu

Menag Berhentikan Prof. Muzakki sebagai Rektor UIN Surabaya

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar memberhentikan Prof. Akh. Muzakki dari tugas tambahan sebagai…

3 hari yang lalu