Prabowo: Menyerah pada Ketidakadilan adalah Pengkhianatan kepada Negara

670
Calon Presiden Prabowo Subianto berpidato di Hotel Grand Syahid Jakarta (dok: Rizal Monitor)

MONITOR, Jakarta – Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, menegaskan di tengah dugaan terjadinya kecurangan dan tidak sesuai dengan semangat demokrasi yang menjadi prinsip utama negara, maka tidak ada kata menyerah dalam berjuang.

“Jika kita menyerah, berarti kita menyerah kepada ketidakadilan dan itu artinya kita berkhianat kepada negara bangsa rakyat,” kata Prabowo dalam keterangan tertulisnya, Rabu (15/5).

“Itu artinya kita berkhianat kepada pendiri-pendiri bangsa Indonesia, kita berkhianat kepada puluhan ribu orang yang telah gugur untuk mendirikan republik rakyat Indonesia ini,” tambahnya.

Ia mengatakan, sistem demokrasi merupakan jalan yang terbaik bagi kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini. Karena itu, sambung dia, sudah seharusnya mandat dari rakyat harus diperjuangkan

“Bahwa kita telah memenangkan mandat dari rakyat. Kita telah memenangkan suara rakyat dari rakyat,” ujar dia.

Pada kesempatan itu, Prabowo juga sempat memuji pasangannya, Sandiaga Uno yang kian hari kian semangat berjuang mempertahankan suara rakyat dari pihak yang berlaku curang pada Pilpres 2019.

Hal ini kata Prabowo, sekaligus membantah rumor bahwa Sandiaga yang dasarnya seorang pengusaha tidak tahan dalam berjuang bersama dirinya menyuarakan kehendak rakyat.

“Ada yang mengatakan saudara Sandiaga Uno ini seorang pengusaha, dia anak muda, dia akan meninggalkan Prabowo Subianto. Nyatanya, dia lebih rajin turun ke daerah dari saya,” ucapnya.

“Dan tadi dia sudah menyatakan sikap dan sekarang saya menyatakan sikap saya. kita akan membela kebeneran keadilan dan kejujuran sampai kemenangan rakyat diakui,” pungkas Prabowo.