Categories: UMKM

Kucuran Dana LPDB ke Luar Jawa Diharap Meningkat

MONITOR, Bangka Belitung – Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) Kementerian Koperasi dan UKM mendorong dinas koperasi baik di provinsi maupun kabupaten/kota proaktif untuk mengetahui cara mengakses dana LPDB. Sebab, kucuran dana LPDB di luar pulau Jawa itu baru sekitar 30 persen.

“Rakornas ini merupakan kesempatan bagi pejabat baik provinsi maupun kabupaten/kota seluruh Indonesia untuk mendorong supaya koperasi dan UKM yang masing-masing di daerah itu untuk mengakses dana melalui LPDB,” kata Direktur Utama LPDB-KUMKM Braman Setyo dalam acara Rakornas Bidang Koperasi dan UKM tahun 2019 di Kota Pangkal Pinang, Bangka Belitung, Jumat (3/5/19).

Menurut Bram, banyak daerah yang belum mengetahui cara untuk mengakses LPDB. Padahal, cara mengakses tersebut sudah tertuang dalam Peraturan Menteri Koperasi (Permenkop) Nomor 8 Tahun 2018. Diterbitkannya Permenkop itu, dalam rangka mempermudah prosedur dan persyaratan pengajuan pinjaman ke LPDB.

“Saya kira ini sudah kita sampaikan informasi seperti ini. Apalagi, kita sudah berikan semacam booklet, modul-modul ajaran untuk mendapatkan dana bergulir,” papar Bram.

Bram berharap, usai Rakornas, penyaluran dana LPDB ke koperasi di luar pulau Jawa meningkat. Apalagi, kata Bram, koperasi di luar Jawa itu bergerak di sektor-sektor produktif, seperti perkebunan dan perikanan.

“Koperasi-koperasi di luar Jawa kan bagus-bagus, tapi enggak pernah sampai ke kami. Kalau memang itu bisa disampaikan ke LPDB mereka akan kami datangi,” tegasnya.

“Ketika saya dan teman-teman datang ke Ternate ada koperasi perikanan, perkebunan di Sumatera ada sawit. Itu nanti akan kita datangi kita tawari disitu bagaimana bisa akses ke LPDB, cukup gitu aja nggak perlu datang,” sambungnya.

LPDB menargetkan, sebaran dana LPDB ke luar pulau Jawa pada 2019 ini meningkat sekitar 40 sampai 50 persen.

“Targetnya paling tidak untuk tahun ini sekitar 40-45 persen, syukur-syukur bisa 50 persen di luar Jawa, jadi imbang lah. Saya berharap seperti itu. Dan tentunya koperasi-koperasi yang didorong itu adalah koperasi di sektor produktif, tidak konsumtif” tandasnya.

Recent Posts

Unhan RI Kukuhkan Prof. Aris Sarjito sebagai Guru Besar, Tegaskan Keniscayaan Modernisasi Pertahanan

MONITOR, Bogor - Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI) resmi mengukuhkan Prof. Dr. Ir. Aris…

4 jam yang lalu

Kementerian UMKM–SIPPO Lepas Ekspor 24 Ton Gula Kelapa ke Ghana

MONITOR, Semarang – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Republik Indonesia bersama Swiss Import Promotion…

5 jam yang lalu

Kemenhaj Pastikan Layanan Kesehatan 24 Jam di Madinah, Sistem Rujukan Rumah Sakit Siaga untuk Jemaah Haji 2026

MONITOR, Madinah — Kementerian Haji dan Umrah RI memastikan layanan kesehatan bagi jemaah haji Indonesia di…

6 jam yang lalu

DPR Sahkan UU PPRT, Ketua Komisi XIII DPR: Ini Komitmen Tinggi Memanusiakan Manusia

MONITOR, Jakarta - Ketua Komisi XIII DPR RI Willy Aditya menyambut baik disahkannya Undang-undang Pelindungan…

7 jam yang lalu

Rekrutmen 30 Ribu Manajer Kopdes, Legislator: Jangan Tinggalkan Mereka yang Sudah Lebih Dulu Berjuang untuk KDMP

MONITOR, Jakarta-Anggota Komisi VI DPR RI, Mufti Anam menyambut baik pembukaan formasi 30 ribu manajer…

7 jam yang lalu

Kemenperin Musnahkan Ribuan Unit APAP Tanpa SNI

MONITOR, Jakarta - Kementerian Perindustrian terus memperkuat upaya menjaga daya saing dan produktivitas industri nasional…

8 jam yang lalu