UMKM

Menteri UMKM Optimistis Jakarta Fair 2026 Cetak Rekor Transaksi dan Perluas Pasar UMKM

MONITOR, Jakarta – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman bersama Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung secara resmi membuka Jakarta Fair Kemayoran 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (11/6).

Menteri Maman yang hadir mewakili Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka menyampaikan Jakarta Fair Kemayoran merupakan tradisi tahunan yang membanggakan dan memiliki kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Selama puluhan tahun, ajang ini menjadi ruang strategis yang mempertemukan dunia usaha, konsumen, investor, dan masyarakat dalam satu ekosistem ekonomi yang produktif.

“Saya mengapresiasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, pengelola JIExpo, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan Jakarta Fair Kemayoran 2026. Ajang ini menjadi momentum penting bagi para pengusaha UMKM untuk memperkenalkan produk, memperluas jaringan usaha, dan meningkatkan kapasitas bisnisnya,” ujar Menteri Maman.

Jakarta Fair Kemayoran 2026 berlangsung pada 11 Juni hingga 12 Juli 2026 dengan menghadirkan sekitar 2.800 perusahaan dan 1.800 tenant dari berbagai sektor usaha. Dari jumlah tersebut, sekitar 45 persen merupakan usaha mikro, kecil, dan menengah.

Sebagai pameran multiproduk dan hiburan terbesar di Asia Tenggara yang memasuki penyelenggaraan ke-57, Jakarta Fair Kemayoran menjadi salah satu etalase utama produk dalam negeri sekaligus wadah promosi yang efektif bagi pengusaha UMKM untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Pameran dibuka setiap hari mulai pukul 15.00 hingga 22.00 WIB pada hari kerja, sementara pada akhir pekan dan hari libur nasional beroperasi mulai pukul 10.00 WIB. Penjualan tiket secara daring ditutup setiap hari pada pukul 22.00 WIB.

Pada penyelenggaraan tahun ini, Jakarta Fair Kemayoran menargetkan nilai transaksi mencapai Rp8 triliun, meningkat dibandingkan realisasi transaksi tahun 2025 yang mencapai Rp7,3 triliun. Selain itu, jumlah pengunjung ditargetkan melampaui enam juta orang, lebih tinggi dibandingkan capaian tahun lalu yang mencapai sekitar 5,9 juta pengunjung.

Menurut Menteri Maman, besarnya antusiasme masyarakat yang terus meningkat dari tahun ke tahun menunjukkan bahwa Jakarta Fair Kemayoran memiliki peran penting dalam memperkuat daya saing produk nasional sekaligus membuka peluang pasar yang lebih besar bagi UMKM Indonesia.

“Arus pengunjung yang sangat besar merupakan peluang yang luar biasa bagi pengusaha UMKM. Selain nilai transaksi yang tercipta, kami juga memperhatikan peningkatan jumlah pengunjung karena hal tersebut memperluas kesempatan promosi, memperkenalkan produk kepada konsumen baru, dan membuka peluang kemitraan yang lebih luas,” kata Menteri Maman.

Ia menegaskan, Kementerian UMKM akan terus mendukung penyelenggaraan Jakarta Fair Kemayoran sebagai bagian dari upaya memperkuat pemberdayaan UMKM dan memperluas kontribusinya terhadap perekonomian nasional.

Dukungan tersebut diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan, antara lain platform SAPA UMKM, kemudahan sertifikasi dan standardisasi produk, perluasan akses pembiayaan, penguatan kemitraan dan rantai pasok, serta perluasan akses pasar. Selain itu, pemerintah juga terus menggalakkan gerakan bangga, beli, dan pakai produk dalam negeri untuk meningkatkan daya saing produk nasional.

“Pemerintah pusat akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya kepada para pengusaha UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian nasional,” ujar Menteri Maman.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan Jakarta Fair Kemayoran 2026 menjadi bagian dari rangkaian persiapan menyambut lima abad Kota Jakarta yang akan diperingati pada tahun depan.

Menurut Pramono, berbagai pembangunan yang dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta diarahkan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, termasuk melalui penyediaan layanan publik dan transportasi yang semakin baik.

“Mudah-mudahan Jakarta Fair Kemayoran 2026 semakin diminati masyarakat, baik dari Jakarta maupun daerah lainnya, sehingga mampu mencetak transaksi hingga Rp8 triliun dan menarik lebih dari enam juta pengunjung,” kata Pramono.

Recent Posts

Kementerian UMKM dan Kemendag Perluas Akses Ekspor Produk Lokal Lewat InaExport

MONITOR, Jakarta – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bersama Kementerian Perdagangan (Kemendag) berkolaborasi memperluas…

2 jam yang lalu

Kick Off Hari Santri 2026, Menag: Santri Jangan Jadi Penonton, Harus Ikut Menentukan Masa Depan Indonesia

MONITOR, Jakarta — Menteri Agama (Menag) Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar menegaskan bahwa santri tidak boleh…

2 jam yang lalu

IPW Adukan Dugaan Intimidasi dan Pembubaran Ibadah Jemaat GKPI ke Bareskrim

MONITOR, Jakarta - Indonesia Police Watch (IPW) melalui Tim Advokasi dan Bantuan Hukumnya mengadukan dugaan…

16 jam yang lalu

STAI Syekh Manshur Dorong Transformasi Pendidikan Islam Menuju Ekosistem Pendidikan Berdampak

MONITOR, Pandeglang - Pendidikan Islam dinilai perlu bergeser dari paradigma pembelajaran yang sekadar berorientasi pada…

16 jam yang lalu

Prof. Ahmad Tholabi Kharlie: Amandemen Konstitusi Harus Menjadi Langkah Terakhir dalam Menata Desentralisasi

MONITOR, Tangsel - Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. Ahmad Tholabi Kharlie, S.H.,…

20 jam yang lalu

Kemenhaj Buka Opsi Maskapai Alternatif untuk Tekan BPIH 2027

MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI membuka opsi penggunaan maskapai alternatif dalam…

23 jam yang lalu