MONITOR, Jakarta – Konferensi Hafizh-hafizhah atau para penghapal Al-Qur’an Indonesia mengajak warga Indonesia untuk menyukseskan Pemilu 2019 secara damai, untuk itu Ketua Dewan Pembina Forum Silaturrahmi Hafizh-hafizhah Indonesia (FSHI) Nasaruddin Umar, juga meminta agar para hafizh-hafizhah untuk ikut berpartisipasi aktif dalam mengawal kepimpinan nasional.
“Saya berharap para hafizh-hafizhah ikut mengawal pemilu damai dan memberikan keteduhan di tengah-tengah umat,” kata Imam Besar Masjid Istiqlal tersebut usai acara Konferensi Hafidz-hafidzah Indinesia di Jakarta, Jum’at-Sabtu, 1-2 Maret 2019.
Sementara itu, Ketua Presidium FSHI Muhammad Ainul Yakin menyerukan kepada umat Islam Indonesia agar memilih para calon pemimpin yang bisa mengaji dan mencintai al-Quran.
“Karena mereka akan memimpin umat Islam terbesar di dunia. Di mana Al-Quran merupakan pedoman utama bagi umat Islam di dunia ini. Jadi, kalau memimpin mereka harus memahami ajaran yang ada dalam Al-Quran. Sekurang-kurangnya bisa membaca dan mencitai Al-Quran dan para penghafalnya,” ungkap Yakin saat membacakan hasil keputusan Konferensi Hafizh-hafizhah Indonesia, Sabtu (2/3/2019) di Wisma PHI Jakarta.
Ia juga menyampaikan hadis Nabi saw bahwa orang yang mencintai Al-Quran dan para penghafalnya (hafizh-hafizhah) juga akan dicintai oleh Allah. Dengan demikian, Allah akan senantiasa memberikan pertolongan kepada orang tersebut.
Sebagai informasi, Konferensi Hafizh-Hafizhah Indonesia yang ditutup pada Sabut (2/3) siang tersebut juga membahas berbagai hal lainnya, terutama terkait dengan kondisi kebangsaan dan kenegaraan menurut perspektif Al-Quran, serta kondisi pendidikan Al-Quran di Indonesia yang masih kurang mendapat perhatian dari pemerintah.
Forum para penghafal Al-Quran tersebut juga menyoroti tentang banyaknya pihak yang dengan mudah menggunakan ayat Al-Quran tanpa pemahaman yang benar sebagai justifikasi terhadap kepentingan-kepentingan sesaat.
“Apalagi akhir-akhir ini kita semua tahu ada orang yang menulis dan menyebut ayat saja salah. Padahal orang tersebut dianggap mengerti agama dan hal itu terjadi dihadapan khalayak terbuka,” tegasnya.
MONITOR, Tangerang Selatan - Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. Suwendi, M.Ag., menegaskan…
MONITOR, Jakarta - Momentum Hari Santri Nasional 2026 harus menjadi pengingat bahwa santri tidak hanya…
MONITOR, SLEMAN - Lahan yang sebelumnya kurang produktif di Dusun Manggunan, Kalurahan Caturharjo, Sleman, mulai…
MONITOR, SEMARANG - Akuakultur atau budi daya perairan berpotensi menjadi salah satu mesin utama pertumbuhan…
MONITOR, Sumatera — Bencana tidak hanya berdampak pada rumah dan lahan warga, tetapi juga pada…
MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk terus memantau perkembangan dan dinamika pasar modal…