MONITOR, Jakarta – Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Prof. Noorhaidi Hasan, S.Ag., M.A., M.Phil., Ph.D., resmi dilantik sebagai Presiden The Asian Islamic Universities Association (AIUA) periode 2026–2028.
Prof Noorhaidi melanjutkan kepemimpinan Prof. Dr. Asep Saepudin Jahar, M.A., Ph.D., Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dalam memimpin kolaborasi perguruan tinggi Islam di kawasan Asia dalam dua tahun ke depan.
Pelantikan berlangsung dalam puncak rangkaian International Seminar and The 15th Annual General Meeting AIUA bertema “Transforming Islamic Higher Education for Advancing Global Peace, Resilience, and Inclusive Development”, di Kampus I UIN Jakarta, Kamis (25/6/2026).
Dalam sambutannya usai dilantik, Profesor Noorhaidi Hasan menyampaikan apresiasi atas kepemimpinan Profesor Asep Jahar yang dinilainya telah berperan penting meletakkan fondasi penting bagi penguatan AIUA sebagai wadah kerja sama antarperguruan tinggi Islam lintas negara. Ia menegaskan komitmennya untuk melanjutkan berbagai program yang telah dirintis sekaligus memperkuat posisi AIUA sebagai platform kolaborasi akademik dan solidaritas internasional.
“Saya akan melanjutkan apa yang telah dilakukan oleh Profesor Asep dan meningkatkan beberapa poin, memperkuat platformnya menjadi asosiasi internasional yang bisa digunakan sebagai kolaborasi akademik serta solidaritas antara anggota universitas,” ungkapnya.
Menurutnya, kepengurusan AIUA periode 2026–2028 akan mendorong pengembangan sejumlah program prioritas, mulai dari double degree, joint degree, pertukaran dosen dan mahasiswa, seminar bersama, konferensi internasional, hingga publikasi ilmiah kolaboratif.
“Kami juga mencoba mengembangkan kolaborasi akademik seperti double degree,
joint degree, faculty exchange, student exchange, joint seminar, joint conference, dan joint publication. Itu akan menjadi beberapa aktivitas yang akan kita hadapi di target masa depan,” katanya.
Sementara itu, Profesor Asep Jahar menyampaikan selamat kepada Profesor Noorhaidi Hasan dan jajaran kepengurusan baru AIUA. Ia berharap program-program strategis yang telah dibangun selama masa kepemimpinannya dapat terus dikembangkan, terutama dalam penguatan internasionalisasi perguruan tinggi Islam.
Menurutnya, AIUA masih memiliki agenda besar yang perlu diwujudkan bersama, antara lain penguatan riset, pengabdian kepada masyarakat, pertukaran pelajar, serta mobilitas mahasiswa antarnegara. Berbagai program tersebut dinilai penting untuk meningkatkan reputasi global perguruan tinggi anggota AIUA.
“Masih ada tugas yang harus dilakukan lebih lanjut, terutama dalam bidang internasionalisasi dan kolaborasi antara universitas di AIUA. Untuk program berikutnya harus fokus pada penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pertukaran pelajar, dan mobilitas mahasiswa. Hal ini penting untuk memperkuat reputasi global,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberlanjutan program dan kekompakan seluruh anggota menjadi kunci dalam membawa AIUA semakin dikenal sebagai asosiasi perguruan tinggi Islam berdaya saing global.
“Saya berharap Presiden baru bisa terus mencapai program ini. Saya juga berharap kita bisa menyelesaikan program ini untuk reputasi AIUA dan kita berharap semua universitas bisa mencapai reputasi global,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Steering Comittee sekaligs Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Pengembangan Lembaga UIN Jakarta, Din Wahid, M.A., Ph.D., bersyukur bahwa pelaksanaan seminar internasional dan Annual General Meeting ke-15 AIUA berlangsung lancar. Menurutnya, kegiatan ini menjadi momentum penting bagi penguatan jejaring perguruan tinggi Islam di Asia.
Kegiatan tersebut diikuti lebih dari 40 perguruan tinggi Islam dari Indonesia dan sejumlah negara, antara lain Malaysia, Brunei Darussalam, dan Thailand. Salah satu agenda utamanya ialah pemilihan Presiden AIUA periode 2026–2028.
“Dengan dukungan seluruh anggota, UIN Jakarta berhasil menyelenggarakan seminar internasional dan Annual General Meeting ke-15 Asian Islamic Universities Association. Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 40 perguruan tinggi Islam dari Indonesia maupun negara lain seperti Malaysia, Brunei Darussalam, dan Thailand,” ungkapnya.
Din Wahid berharap kepemimpinan baru dapat meneruskan capaian yang telah dibangun serta memperluas kerja sama konkret antaranggota AIUA.
“Pada pagi ini, kami telah memilih Presiden baru Asian Islamic Universities Association. Kami berharap kepemimpinan yang baru dapat meneruskan program-program yang telah berjalan dan semakin memperkuat kolaborasi antarperguruan tinggi Islam di tingkat internasional,” katanya.
Melalui estafet kepemimpinan dari Profesor Asep Jahar kepada Profesor Noorhaidi Hasan, AIUA diharapkan semakin mampu memperluas jejaring global, meningkatkan mutu pendidikan tinggi Islam, serta memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam mewujudkan perdamaian, ketahanan, dan pembangunan yang inklusif.
MONITOR, Jakarta – Keputusan Morgan Stanley Capital International memperpanjang periode evaluasi status pasar saham Indonesia…
MONITOR, Jakarta – Pemerintah terus memperkuat keberpihakan kepada usaha mikro dan kecil (UMKM) melalui penerbitan…
MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Andi Iwan Darmawan Aras meyakini program…
MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi XI DPR RI, Charles Meikyansah meyambut baik paket stimulus ekonomi…
MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk bersama seluruh anak usahanya menggelar penanaman pohon…
MONITOR, Jakarta – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus memperkuat peran lembaga inkubator…