MONITOR, Tangerang Selatan – Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta bersama Aliansi Mahasiswa dan Santri (AMSI) serta Lingkar Studi Ciputat (LSC) menggelar aksi bertajuk “Khutbah Reformasi: Muharam Melawan” di kawasan Halte UIN Jakarta, Ciputat, Rabu (17/6/2026).
Mengambil momentum Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, aksi tersebut menjadi ruang penyampaian aspirasi mahasiswa dan santri terhadap berbagai persoalan kebangsaan yang dinilai membutuhkan perhatian serta evaluasi dari pemerintah.
Massa aksi menegaskan bahwa Muharam tidak hanya dimaknai sebagai pergantian tahun dalam kalender Islam, tetapi juga sebagai momentum refleksi, keberanian moral, dan penguatan kepedulian sosial terhadap kondisi masyarakat.
Dalam aksinya, peserta menyampaikan enam tuntutan utama. Pertama, mendorong organisasi masyarakat Islam dan tokoh agama agar lebih aktif menjalankan fungsi kontrol sosial terhadap berbagai kebijakan publik.
Kedua, mendesak pemerintah untuk menghentikan pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta memprioritaskan anggaran bagi kebutuhan masyarakat yang lebih mendesak.
Ketiga, massa aksi meminta pemerintah mengevaluasi secara menyeluruh Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), yang menurut mereka memerlukan kajian lebih lanjut terkait efektivitas pelaksanaan dan penggunaan anggaran negara.
Keempat, peserta aksi menolak praktik militerisme di ranah sipil dan meminta pemerintah tetap menjaga supremasi sipil sebagaimana amanat Reformasi 1998.
Kelima, massa aksi mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk membuka ruang evaluasi terhadap berbagai kebijakan pemerintah yang dinilai menimbulkan polemik di tengah masyarakat.
Keenam, mereka meminta aparat penegak hukum menjamin kebebasan berpendapat serta memberikan perlindungan terhadap masyarakat dan mahasiswa dalam menyampaikan aspirasi di ruang publik.
Koordinator Lapangan Aksi, Muhammad Rizal Padhli, mengatakan bahwa kegiatan tersebut lahir dari kepedulian mahasiswa dan santri terhadap kondisi bangsa yang dinilai membutuhkan kontrol publik yang lebih kuat.
“Aksi ini lahir dari kegelisahan kami melihat berbagai kebijakan yang kami nilai semakin jauh dari kepentingan rakyat. Muharam bukan hanya momentum pergantian tahun dalam kalender Islam, tetapi juga momentum untuk menghidupkan kembali semangat keberanian menyampaikan kebenaran dan melakukan kontrol terhadap kekuasaan. Karena itu, kami memilih untuk tidak diam,” ujarnya.
Sementara itu, Presiden DEMA Fakultas Ushuluddin, Zain, menegaskan bahwa semangat Khutbah Reformasi yang diusung dalam aksi tersebut merupakan upaya membangun kembali kesadaran kritis masyarakat terhadap berbagai persoalan kebangsaan.
“Kami berharap negara ini menjadi lebih baik ke depan. Melalui aksi ini, kami menyampaikan sejumlah tuntutan sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi bangsa,” katanya.
“Kami juga mendorong organisasi-organisasi masyarakat untuk kembali mengambil peran kritis dalam mengawal berbagai isu nasional yang menjadi perhatian publik,” tambahnya.
Menanggapi tuntutan terkait perlindungan kebebasan berpendapat, Kapolres Tangerang Selatan AKBP Boy Jumalolo menyatakan komitmen kepolisian untuk mengawal penyampaian aspirasi masyarakat secara aman dan kondusif.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menandatangani surat pernyataan sikap yang disambut positif oleh peserta aksi.
“Kami siap mengawal mahasiswa dan rakyat dalam menyampaikan aspirasi,” ujarnya.
Bagi para peserta, Muharam menjadi momentum untuk menghidupkan kembali semangat keberanian dalam menyampaikan kebenaran, memperkuat kepedulian sosial, serta menjalankan fungsi kontrol terhadap jalannya pemerintahan dalam kerangka demokrasi yang konstitusional. Aksi tersebut turut dihadiri sejumlah perwakilan DEMA fakultas dan kader PK PMII Komfuspertum Ciputat.
MONITOR, Bogor - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI memberikan apresiasi terhadap berbagai transformasi layanan yang…
MONITOR, Makkah — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI terus mengawal proses kepulangan jemaah haji Indonesia…
MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Andreas Pareira menduga ada aktor besar…
MONITOR, Balikpapan – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus memperkuat komitmennya dalam membangun ekosistem…
MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap…
MONITOR, Belarus - Hubungan industri antara Indonesia dan Belarus terus menunjukkan progres strategis di tengah…