Wasekjen DPP Demokrat Andi Arief
MONITOR, Jakarta – Tiga perempuan penyebar hoax dan kampanye hitam terhadap capres Joko Widodo ditangkap aparat kepolisian daerah Jawa Barat. Mereka yang diketahui merupakan anggota sekumpulan emak-emak pendukung paslon nomor urut 02, Prabowo-Sandi, ditetapkan sebagai tersangka pelanggaran UU ITE dalam penyebaran video kampanye hitam yang menyudutkan Jokowi-Ma’ruf Amin.
Mengenai penangkapan ini, Wasekjen DPP Demokrat Andi Arief mengaku prihatin. Sebab jika mereka ditangkap aparat kepolisian, lantas bagaimana nasib anak-anaknya di rumah.
“Emak-emak ditangkap, di rumah anak tak makan. Ini tanda revolusi?” kata Andi Arief, Rabu (27/2).
Ia pun mempertanyakan, sudah berapa banyak emak-emak yang terciduk oleh aparat penegak hukum karena terjerat UU ITE ini.
“Sudah berapa emak-emak ditangkap rejim Jokowi dengan UU ITE,” pungkasnya.
MONITOR, JAKARTA - Indonesia menargetkan kontribusi produk domestik bruto (PDB) maritim mencapai 15 persen dan…
MONITOR, Jakarta - Transformasi penyelenggaraan ibadah haji dan umrah dalam dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo…
MONITOR, Jakarta - Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid bersama Menteri Komunikasi Malaysia Fahmi Fadzil…
MONITOR, Indramayu - Kelompok Tani (Poktan) Gentong Jaya, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, mencatat…
MONITOR, Pati - Anggota DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Marwan Jafar, menyalurkan bantuan…
MONITOR, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) A. Muhaimin Iskandar mengajak Kementerian…