PERTANIAN

Bantu Bibit Kopi 3 Juta Batang, Mentan Dorong Citarum Harum

MONITOR, Bandung – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meminta penduduk di Kabupaten Bandung, Jawa Barat terus merawat Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum supaya tetap terjaga. Kelestarian dan pelestarian, kata Amran, merupakan wujud atas kecintaan manusia terhadap alam.

“Citarum ini dibangun agar bisa meningkatkan kesejahterakan petani, makanya di wilayah DAS Citarum tahun ini kita kasih bibit 1 juta batang bibit kopi yang diperintahkan Bapak Presiden. Tahun depan dan tahun depanya lagi akan kita tambah lagi bibitnya menjadi Total 3 juta bibit kopi,” kata Amran saat bertemu petani di Kertasari, Bandung, Kamis (10/1).

Amran mengatakan, kesejahteraan petani merupakan cita-cita Presiden yang harus dibuktikan. Maka itu, Kementan sejak beberapa tahu lalu sudah memotong biaya anggaran mulai dari biaya perjalanan dinas, biaya potong pita dan biaya lain yang dinilai tidak perlu.

“Semua biaya itu kami belikan traktor, pupuk dan bibit untuk petani di Bandung dan Daerah Jawa Barat lain. Kita harus ingat bahwa kita adalah pelayan rakyat. Ada tanggungjawab yang harus dipertanggungjawabkan baik dunia maupun akhirat,” katanya.

Menurut Amran, kekuatan negara kita sebagian besar berasal dari para petani. Hal itu bisa dilihat dari Pendapatan Domestik Bruto (PDB) pertanian yang terus meningkat setiap tahunya.

“Capaian kita adalah inflasi dulu 10,5% sekarang hanya 1,2% dan meningkatnya kesejahteraan petani. Kemudian ekapor kita naik 29% tahun ini dan juga produksi juga naik. Tapi kenapa data itu banyak yang meragukan,” katanya.

Bupati Bandung Dadang Naser mengucapkan terimakasih atas perhatian Menteri Pertanian untuk kelestarian kilometer 0 Citarum. Dengan perawatan ini Sungai Citarum diharapkan terus harum dan membawa dampak baik bagi kesejahteraan masyarakat sekitar.

“Luar biasa komando Presiden Jokowi, atas kunjunganya beberapa tahun lalu, Citarum kembali harum. Kami juga mengucapkan terimaksih pada menteri pertanian dan semua pihak yang peduli citarum,” katanya.

Dadang meminta dengan perhatian ini semua pihak terlibat dalam pelestarian dan kelestarian lingkungan bersama. Selanjutnya, para petani diharapkan tetap bersatu saling mengingatkan jika citarum tercemar.

“Citarum harus tetap jadi leweung (hutan) dan semua sumur banyak ai (air). Hatur nuhun pak menteri kami sudah dukasih gedung Taman Pertamian dan bantuan bantuan lain,” tukasnya.

Recent Posts

Menaker: Hakim Ad Hoc PHI Jaga Kepastian Hukum

MONITOR, Jakarta — Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan pertimbangan hakim yang adil dan jelas menjadi bagian…

2 jam yang lalu

Guru Besar UIN Jakarta: Rekognisi Pesantren Perlu Diikuti Afirmasi Anggaran

MONITOR, Jakarta - Rekognisi negara terhadap pesantren perlu diterjemahkan ke dalam afirmasi kebijakan dan anggaran…

2 jam yang lalu

Kementerian UMKM Perkuat Inkubator untuk Cetak Wirausaha Berkualitas

MONITOR, Surabaya – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menegaskan pentingnya memperkuat…

13 jam yang lalu

Menag Berhentikan Prof. Muzakki sebagai Rektor UIN Surabaya

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar memberhentikan Prof. Akh. Muzakki dari tugas tambahan sebagai…

13 jam yang lalu

Wamenaker: Pengesahan RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Ditargetkan Oktober 2026

MONITOR, Jakarta — Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menyatakan bahwa pemerintah dan DPR RI…

13 jam yang lalu

Rokhmin Dahuri: Swasembada Pangan Harus Menyejahterakan Petani

MONITOR, Jakarta - Capaian swasembada pangan tidak cukup diukur dari peningkatan produksi dan ketersediaan pangan…

1 hari yang lalu