POLITIK

Pengamat: Serangan Tim Prabowo-Sandi justru menguntungkan Jokowi-Ma’ruf

MONITOR, Jakarta – Tensi politik jelang Pilpres 2019 semakin memanas. Kedua kubu baik dari paslon nomor urut 01, Jokowi-Ma’ruf maupun paslon nomor urut 02, Prabowo-Sandi mulai melakukan serangan terbuka satu sama lain.

Pengamat Politik dari Lembaga Analisis Politik Indonesia (L-API) Maksimus Ramses Lalongkoe mengatakan banyaknya serangan yang dilancarkan kedua kubu masing-masing dapat dipahami karena momen pilpres sudah tinggal menghitung hari. Namun, serangan yang tanpa didasari data dan fakta akan membuat paslon justru kehilangan legitimasi dukungan rakyat.

Adapun serangan yang tak didukung data dan fakta tersebut menurut Maksimus seperti hoaks yang banyak dilancarkan kubu paslon 02. “Serangan tim pemenangan Pasangan Calon (Paslon) 02, Prabowo-Sandiaga terhadap Paslon 01, Joko Widodo-Ma’aruf Amin justru menguntungkan Paslon 01. Sebab sebagian besar serangan tersebut merupakan hoaks yang tidak sesuai dengan fakta sesungguhnya,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima MONITOR, Rabu (9/1/2019).

Menurut Dosen Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana (UMB) Jakarta ini, berbagai serangan beruntun yang dialamatkan kepada Jokowi akhir-akhir ini tidak cukup menggerus elektabilitas pasangan nomor urut 02, apalagi serangan-serangan itu tidak didasari data dan fakta sosial.

“Kalau saya mencermati, kebanyakan serangan timses paslon 02 tidak didukung fakta dan data, akibatnya serangan tersebut justru meningkatkan elektabilitas paslon 01. Serangan-serangan itu juga tidak mampu menggerus elektabilitas paslon 01 bahkan sangat menguntungkan paslon 01,” ungkapnya.

Lebih lanjut Ramses menjelaskan, jika kredibilitas komunikator buruk maka segala omongan dari mulutnya tidak dapat dipercaya dan cenderung asal bicara.

Untuk itu ia menyarankan agar tim paslon 01 mengabaikan serangan yang dilayangkan kubu Prabowo Subianto, terutama serangan yang kurang rasional dan terus menyampaikan metode kontra propaganda positif kepada masyarakat sehingga masyarakat pemilih teredukasi.

“Dalam teorinya bila kredibilitas komunikator buruk maka segala omongan dari mulutnya tidak dapat dipercaya dan cenderung asal bicara. Maka saya sarankan tim paslon 01 mengabaikan serangan yang dilayangkan kubu 02, apalagi serangan yang kurang rasional dan terus sampaikan metode kontra propaganda positif kepada masyarakat sehingga pemilih dan publik luas teredukasi,” ujarnya.

Recent Posts

GKB-NU ingatkan Masyarakat Waspadai Operasi Asing Ganggu Stabilitas Nasional

MONITOR, Jakarta – Gerakan Kebangkitan Baru Nahdlatul Ulama (GKB-NU) menilai mengingatkan masyarakat perlu bersikap kritis…

32 menit yang lalu

Rokhmin Dahuri: Revisi UU Kehutanan Kunci Atasi Deforestasi dan Perkuat Ekonomi Hijau

MONITOR, Jakarta – Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Prof. Rokhmin Dahuri, menegaskan…

10 jam yang lalu

Mahasiswa UNUSIA Gugat UU Pesantren ke MK, Desak Negara Hapus Syarat Anggaran Berdasarkan Kemampuan Keuangan

MONITOR, Jakarta – Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA) mengajukan uji materiil atau Judicial Review…

11 jam yang lalu

Sampaikan Pesan Presiden Prabowo, Menaker Serahkan Instrumen Asli Ratifikasi Konvensi ILO 188 kepada Dirjen ILO

MONITOR, Jenewa — Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menyampaikan pesan Presiden Prabowo Subianto tentang pentingnya kehadiran…

13 jam yang lalu

Antisipasi Kelelahan Jemaah Pasca Armuzna, Klinik Satelit Madinah Siaga 24 Jam

MONITOR, Madinah – Kementerian Haji dan Umrah RI melalui Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab…

13 jam yang lalu

FH Unusia Dorong Kepailitan Berbasis Syariah Diselesaikan di Peradilan Agama

MONITOR, Jakarta – Bergulirnya pembahasan revisi Undang-Undang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) kembali…

13 jam yang lalu