PEMERINTAHAN

Arcandra Tahar Ingatkatkan Pentingnya PNS Pahami Bisnis Sektor ESDM

MONITOR, Jakarta – Wakil Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arcandra Tahar mengingatkan pentingnya meningkatkan kompetensi Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kementerian ESDM dalam memahami bisnis proses sektor ESDM.

Karenajika kemampuan ASN memahami bisnis proses “sejajar” dengan Badan Usaha/Bentuk Usaha Tetap (BU/BUT) maka diskusi kerja akan berjalan dengan lancar dan tidak akan memakan waktu yang lama untuk menghasilkan sebuah keputusan terbaik.

“Kementerian ESDM telah melaksanakan proses magang ASN Kementerian ESDM di BU/BUT agar mereka dapat memahami bisnis proses ditempat mereka magang. Jika pihak pemerintah mengerti bisnis prosesnya maka diskusi dengan BU/BUT akan sejajar, dan dapat berjalan dengan lancar dan cepat, sebaliknya, kalau mereka tidak mengerti bisnis prosesnya maka diskusi akan berjalan lambat karena penjelasan yang diberikan pihak BU/BUT tidak dimengerti pihak ASN,” ujar Arcandra Tahar dalam acara Penutupan Program Magang Tingkat Newhired (PNS KESDM Angkatan 2014/2015) hari ini, Senin (17/12).

Peningkatan kompetensi untuk memahami bisnis proses sektor ESDM inilah perlu diperbaiki, karena secara tidak langsung akan membantu kecepatan dalam pengambilan keputusan terkait perijinan yang pihak BU/BUT perlukan dari pihak Pemerintah.

“Jika tingkat pengetahuannya kedua pihak sudah berimbang maka tidak perlu lagi penjelasan binsis proses dilakukan berulang-ulang yang membuat pengambilan keputusan menjadi panjang. “Nah karena itu, kita didik ASN ini lebih awal dengan periode waktu yang jika bisa lebih panjang lagi agar mereka memahami bisnis proses ditempat mereka magang,” jelas Arcandra.

Program magang ASN Kementerian ESDM ini merupakan program “serius” yang harus dilaksanakan agar tidak ada lagi diskusi panjang antara pihak Pemerintah dengan BU/BUT akibat terbatasnya kemampuan memahami bisnis proses oleh ASN.

“Ini adalah program win-win antara pihak Pemerintah dengan Badan Usaha. ASN akan mendapat manfaat, begitupula dengan pihak perusahaan yang juga mendapat manfaat terhadap kontribusi yang diberikan,” tutup Arcandra.

Recent Posts

BBM Nelayan Rp15.000, GNTI: Benahi Akses dan Tata Kelola agar Kebijakan Tepat Sasaran

MONITOR, Jakarta – Ketua PP Gerakan Nelayan Tani Indonesia (GNTI) Bidang Nelayan, Sarana dan Prasarana,…

5 jam yang lalu

LSAK Desak Presiden Copot Jaksa Agung, Sebut Jadi Tolok Ukur Independensi Pengusutan Dugaan Korupsi Eks Jampidsus

MONITOR, Jakarta – Lembaga Studi Anti Korupsi (LSAK) mendesak Presiden segera mencopot Jaksa Agung ST.…

5 jam yang lalu

Kemnaker Petakan Kebutuhan Industri Jepang untuk Perluas Peluang Kerja bagi Tenaga Kerja Indonesia

MONITOR, Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memetakan kebutuhan industri Jepang dalam upaya menyelaraskan penyiapan tenaga…

9 jam yang lalu

Komnas Haji: Skema Biaya Haji 2027 Populis tapi Berpotensi Mengganggu Keberlanjutan

MONITOR, Tangerang Selatan - Ketua Komnas Haji, Dr. H. Mustolih Siradj, S.H.I., M.H., menilai rancangan…

10 jam yang lalu

Legislator Soal Remaja Diperkosa 27 Orang: Ini Extraordinary Crime yang Perlu Penanganan Luar Biasa

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi III DPR RI, Abdullah menyatakan keprihatinannya atas kasus dugaan pemerkosaan…

14 jam yang lalu

Legislator Usul DPR Gunakan Hak Angket Atasi Ketegangan Polri Vs Kejaksaan Buntut Kasus Hukum Eks Jampidsus

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi III DPR RI, Benny K Harman meminta DPR menggunakan hak…

14 jam yang lalu