POLITIK

Romy Trauma Ingat Kepemimpinan Rezim Orde Baru

MONITOR, Jakarta – Titiek Soeharto kembali menjadi buah bibir publik Tanah Air belakangan ini. Pasalnya, Ketua Dewan Pertimbangan Partai Berkarya ini berjanji apabila pasangan Calon Presiden Prabowo Subianto dan wakilnya, Sandiaga Uno memenangi pemilihan presiden tahun depan, RI akan kembali seperti zaman Soeharto.

Pernyataan ini diunggahnya melalui akun Twitter pribadinya, @TitiekSoeharto pada Rabu, 14 November 2018. Dalam cuitannya, Titiek mengulas kembali masa-masa pemerintahan ayahnya, konon Indonesia dalam keadaan yang sukses dan swasembada pangan.

“Sudah cukup… Sudah saatnya Indonesia kembali seperti waktu era kepemimpinan Bapak Soeharto yang sukses dengan swasembada pangan, mendapatkan penghargaan internasional dan dikenal dunia,” kata Titiek Soeharto.

Dalam sekejab, Titiek menjadi sorotan orang banyak. Bahkan pernyataannya ini memancing pihak lawan yakni kubu pendukung paslon Jokowi-Ma’ruf Amin untuk berkomentar pedas tentang jaman pemerintahan orde baru.

Misalnya Ketua Umum PPP Romahurmuziy alias Romy. Mengulas balik masa kecilnya saat era orde baru sangatlah getir. Romy mengaku kepemimpinan ala orde baru yang dikampanyekan Titik Soeharto adalah hal yang berbahaya. Dimana, ada banyak peristiwa kelam yang dialami kebanyakan aktivis yang menentang kebijakan pemerintah kala itu.

“Kampanye ini menurut saya adalah kampanye yang membahayakan. Kenapa? karena memang pada jaman orde baru pemerintahan saat itu menggunakan gaya kedok demokrasi pancasila, diatas nama demokrasi pancasila, yang mereka lakukan pertama adalah memberangus seluruh kekuatan lawan politik yang ada, bahkan sampai penghilangan nyawa,” terang Romy, saat diwawancara awak media.

Semua partai oposisi dikerdilkan oleh rezim pemerintah di masa itu. Bagi Romy, masa orde baru adalah masa yang paling pahit yang pernah dirasakannya. Romy berkisah, kediamannya seringkali diserang secara brutal setiap masa kampanye. Bahkan tokoh PPP ada yang dilenyapkan. Romy seakan trauma mengingat masa kecilnya yang suram.

“Pada saat kampanye bahkan secara formal, mereka melakukan pengkerdilan lawan politik termasuk kami partai persatuan pembangunan (PPP). Saya masih sangat segar dalam ingatan, betapa pada tahun 87, kita waktu itu saya adalah anak dari seorang dewan pimpinan wilayah PPP DI Jogja, ibunda saya almarhumah adalah Ketua Wilayah saat itu. Rumah kami diserang setiap kampanye dan yang menyerang tentu kekuatan orde baru dengan partai politiknya waktu itu. Saya mengalami beberapa minggu dikawal gerakan pemuda kakbah ketika sekolah karena takut diculik,” ujar Romy mengenang masa lalunya.

Meskipun jaman pemerintahan Soeharto juga menghasilkan prestasi, akan tetapi bagi Romy kepemimpinan tersebut sangatlah membahayakan. Menurutnya, sistem tersebut sangat kental dengan aroma kepemimpinan yang diktator dan otoriter.

“Saya kira wacana menghidupkan kepemimpinan ala orde baru ini sangat membahayakan, karena kepemimpinan saat itu sangat otoriter, sangat diktator, dan inilah saat ini yang dituju oleh mereka dengan menggunakan kedok agama,” kata Romy dengan tegas.

Recent Posts

Panen Ikan dan Jagung di Lampung Selatan, Prof Rokhmin: Ketahanan Pangan Harus Dimulai dari Desa

MONITOR, Lampung Selatan - Upaya mewujudkan kedaulatan pangan nasional tidak bisa hanya mengandalkan kebijakan dari…

12 jam yang lalu

Gelar Pelatihan Vokasi Batch 2, Kemnaker Buka Pendaftaran untuk 24 Kejuruan

MONITOR, Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) kembali membuka kesempatan bagi masyarakat untuk meningkatkan keterampilan dan daya…

13 jam yang lalu

KemenUMKM Perkuat Ekosistem Digital dan Kemitraan untuk Perluas Akses Pasar

MONITOR, Denpasar — Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM, Bagus Rachman, menegaskan pentingnya penguatan ekosistem digital…

22 jam yang lalu

Kemenhaj Perkuat Layanan Jemaah di Jamarat pada Fase Mina

MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah memastikan layanan jemaah haji Indonesia pada fase Mina, khususnya…

22 jam yang lalu

Bantuan Sapi Kurban Presiden Dinilai Lebih Tepat Diposisikan sebagai Program Sosial Negara

MONITOR, Jakarta — Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. Ahmad Tholabi Kharlie, menilai bantuan…

1 hari yang lalu

Pelatihan Vokasi Nasional Batch 2 Hadir di Berbagai Daerah untuk Perluas Akses Kompetensi

MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) akan melaksanakan Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) 2026 Batch 2 di…

2 hari yang lalu