Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon (dok: Rangga Monitor)
MONITOR, Jakarta – Gudang penyimpanan poster kampanye ‘Raja Jokowi’ yang sedang viral akhirnya ditemukan di Banyumas. Bahkan menurut para pemasang poster, mereka diperintah oleh pengurus pusat sebuah kelompok tim relawan yang mengaku mendukung Jokowi dua periode.
Mengenai fakta ini, Fadli Zon pun merasa lega atas tuduhan yang dialamatkan kepada kubunya selama ini. Dimana, tim pendukung Prabowo-Sandi disudutkan atas pemasangan poster tersebut. PDIP bahkan menyebut kubu lawan ingin melakukan kampanye hitam terhadap Jokowi.
Dalam cuitannya di Twitter, Fadli mempertanyakan dibalik keberadaan poster ‘Raja Jokowi’ seolah menunjukkan ada oknum yang ingin mengubah Republik ini menjadi sistem kerajaan.
“Apakah ada yang ingin RI menjadi ‘kerajaan’ sehingga harus membuat poster ‘Raja’? Tentu ini bertentangan dg konstitusi kita ya? Apalagi ini tak ada nasab/trah keturunan ‘Raja’,” kata Fadli Zon, Sabtu (17/11).
“Inilah bahayanya ‘Petruk Jadi Raja’,” sindirnya lagi.
Sementara itu, pihak PDIP mengklaim tidak mengenal nama kelompok Kaukus Anak Muda Indonesia (KAMI) yang mengaku sebagai pemasang poster ‘Raja Jokowi’ di wilayah Banyumas, Jawa Tengah.
“Kami PDIP belum mengenal nama itu, dan baru dengar namanya saat ini ketika mereka mengklaim sebagai pemasang poster,” ungkap Ketua DPD PDIP Jateng Bambang Wuryanto.
Selain tak dikenal PDIP, Bambang memastikan nama kelompok KAMI juga tidak dikenal oleh Tim Kampanye Nasional (TKN) dan Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi-Ma’ruf Amin.
MONITOR, Manado – Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak mendorong pelibatan masyarakat…
MONITOR, Jakarta - Sejumlah masa yang tergabung dalam Koalisi Mahasiswa dan Pemuda Astacita (KoMPAS) menggelar…
MONITOR, Cirebon - Bantuan ayam petelur kepada kelompok ternak harus menjadi modal awal untuk membangun…
MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar membawa sejumlah peluang kerja sama internasional dari hasil…
MONITOR, Bali – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menegaskan bahwa Kredit…
MONITOR, Jakarta -Wakaf produktif perlu dikembangkan dari praktik filantropi keagamaan menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi, pendidikan,…