VIRAL

Oknum Banser di Garut bakar Bendera HTI yang bertuliskan Tauhid

MONITOR, Jakarta – Belasan anggota Banser di Garut terlihat membakar bendera hitam bertuliskan aksara Arab warna putih mirip bendera HTI. Kejadian yang diabadikan dalam video berdurasi 02.05 menit itu viral seketika, ditambah anggota Banser menyanyikan mars NU.

Aksi anggota Banser Garut ini terjadi saat perayaan Hari Santri Nasional, Minggu (21/10) kemarin. Kejadian ini bermula saat ada satu anggota Banser membawa bendera tersebut. Ia membawa ke tengah lapangan, kemudian diikuti belasan anggota lainnya berkumpul dan menyulutkan api ke bendera itu.

Tak hanya bendera, pasukan yang mengenakan pakaian loreng khas Banser lengkap dengan baret hitam ini juga nampak membakar ikat kepala berwarna hitam bertuliskan aksara arab itu. Agar kedua benda lebih cepat dilalap api, mereka menggunakan koran yang juga telah disulut.

Sementara itu, ada salah satu dari mereka yang mengibarkan bendera Merah Putih berukuran besar, dan sebagian lainnya mengepalkan tangan sembari menyanyikan Mars NU.

Aksi ini sontak menuai kemarahan sebagian umat Islam. Misalnya, juru bicara DPP Front Pembela Islam (FPI) Slamet Maarif yang mengecam aksi yang dilakukan belasan anggota Banser itu. Ia pun menyebut aksi tersebut sungguh tak beradab layaknya gaya kader Partai Komunis Indonesia (PKI).

“Ini tindakan yang tidak beradab mirip Gaya PKI,” kata Slamet, sebagaimana diwartakan CNN Indonesia.

Sementara itu, Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas justru mengapresiasi tindakan yang dilakukan anggotanya sebagai sebuah penghormatan. Gus Ya’qut, demikian sapaannya, menduga aksi tersebut tak lain untuk menyelamatkan kedaulatan NKRI.

“Saya yakin teman-teman melihat itu sebagai bendera HTI. Dan kita enggak ada urusan dengan bendera organisasi yang sudah dibubarkan pemerintah dan faktanya memang mengancam kedaulatan,” kata Yaqut.

Recent Posts

Rokhmin Dahuri: Revisi UU Kehutanan Kunci Atasi Deforestasi dan Perkuat Ekonomi Hijau

MONITOR, Jakarta – Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Prof. Rokhmin Dahuri, menegaskan…

4 jam yang lalu

Mahasiswa UNUSIA Gugat UU Pesantren ke MK, Desak Negara Hapus Syarat Anggaran Berdasarkan Kemampuan Keuangan

MONITOR, Jakarta – Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA) mengajukan uji materiil atau Judicial Review…

5 jam yang lalu

Sampaikan Pesan Presiden Prabowo, Menaker Serahkan Instrumen Asli Ratifikasi Konvensi ILO 188 kepada Dirjen ILO

MONITOR, Jenewa — Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menyampaikan pesan Presiden Prabowo Subianto tentang pentingnya kehadiran…

7 jam yang lalu

Antisipasi Kelelahan Jemaah Pasca Armuzna, Klinik Satelit Madinah Siaga 24 Jam

MONITOR, Madinah – Kementerian Haji dan Umrah RI melalui Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab…

7 jam yang lalu

FH Unusia Dorong Kepailitan Berbasis Syariah Diselesaikan di Peradilan Agama

MONITOR, Jakarta – Bergulirnya pembahasan revisi Undang-Undang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) kembali…

7 jam yang lalu

Revisi UU Polri Disahkan, IPW Ingatkan Pentingnya Regenerasi dan Pengawasan

MONITOR, Jakarta - Ketua Indonesia Police Watch (IPW), Sugeng Teguh Santoso, menilai perubahan ketiga atas…

19 jam yang lalu