PARLEMEN

Kuliah Umum di UMS Surakarta, Ketua MPR: Generasi Milenial Harus Cerdas

MONITOR, Surakarta – Tahun politik 2019 yakni pileg dan pilpres adalah pesta demokrasi bagi rakyat Indonesia. Di saat itulah kedaulatan rakyat demikian terasa dalam penentuan masa depan bangsa melalui suara yang diberikan.

Namun, untuk mencapai semua itu butuh partisipasi aktif seluruh rakyat Indonesia termasuk peran aktif generasi milenial. Dengan kuantitas dan kualitas generasi milenial yang luar biasa, kiprah aktif generasi milenial menjadi sangat penting.

Hal tersebut diungkapkan Ketua MPR RI Zulkifli Hasan usai menjadi narasumber Kuliah Umum Kewirausahaan Dan Kebangsaan bertema ‘Menumbuhkembangkan Jiwa Wirausaha Pada Generasi Milenial’, di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Surakarta, Jawa Tengah, Sabtu (22/9/2018).

“Saya pesan kepada generasi milenial sebab generasi milenial sangat luar biasa pengaruhnya jaringannya sangat luas apalagi sangat akrab dengan teknologi modern terutama media sosial,” katanya.

Ditegaskan Zulhasan, generasi milenial harus muncul menjadi generasi cerdas ditahun politik dengan tidak mengembangkan kebencian karena perbedaan SARA sebab hal tersebut tidak tepat di Indonesia yang memang berdiri di atas keberagaman.

“Generasi muda bangsa generasi milenial juga mahasiswa adalah agen perubahan bangsa, sejarah tidak bisa mengubah itu tercatat dalam sejarah perjuangan bangsa tidak ada perubahan penting bangsa ini tanpa peran mahasiswa mulai tahun 1908, 1945, 1965 dan 1998, semua perubahan penting tersebut ada peran mahasiswa,” ujarnya.

Oleh karena itu, lanjut Zulhasan, tahun 2019 peran dan kiprah generasi muda Indonesia milenial dan mahasiswa sangat ditunggu dalam menentukan masa depan Indonesia.

Generasi muda mahasiswa dan milenial juga diharap membantu memberikan pencerahan kepada masyarakat luas apa itu demokrasi dan mengajak masyarakat untuk datang ke bilik suara dan memilih yang terbaik jangan sampai masyarakat banyak yang golput karena ketidak tahuan, kurangnya edukasi atau masalah lainnya.

“Ini yang harus dipahami generasi milenial dan mahasiswa, juga mesti disampaikan juga kepada rakyat di lingkungan masing-masing bahwa tahun politik pileg dan pilpres, terutama pilpres adalah hal yang biasa. Dua kontestan capres yakni Bapak Prabowo dan Bapak Joko Widodo adalah kader terbaik Indonesia, mereka teman dekat. Jadi para pendukung masing-masing capres jangan berkelahi dan berkonflik sebab dua tokoh itu adalah milik bangsa, milik rakyat semuanya. Kita boleh beda tapi kita tetap bersaudara,” tandasnya.

Kuliah umum berlangsung selama setengah hari. Ketua MPR Zulkifli Hasan hadir sebagai narasumber serta dihadiri lebih dari tiga ribu mahasiswa.

Recent Posts

Rokhmin Dahuri: Guruh Soekarnoputra Wariskan Nasionalisme Lewat Seni dan Budaya

MONITOR, Jakarta - Kepergian seniman dan budayawan Mohammad Guruh Irianto Soekarnoputra meninggalkan warisan penting dalam…

13 jam yang lalu

Delegasi U.S. Army War College Sambangi Istiqlal, Gugun Gumilar Dorong Penguatan Dialog Indonesia-AS

MONITOR, Jakarta - Hubungan Indonesia dan Amerika Serikat kembali mendapat ruang dalam pertukaran gagasan strategis.…

1 hari yang lalu

Menteri UMKM: LAKSMI Tingkatkan Graduasi Ekonomi Pengusaha Mikro Inklusif

MONITOR, Surabaya – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendorong peningkatan graduasi ekonomi masyarakat…

2 hari yang lalu

Menaker: Hakim Ad Hoc PHI Jaga Kepastian Hukum

MONITOR, Jakarta — Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan pertimbangan hakim yang adil dan jelas menjadi bagian…

3 hari yang lalu

Guru Besar UIN Jakarta: Rekognisi Pesantren Perlu Diikuti Afirmasi Anggaran

MONITOR, Jakarta - Rekognisi negara terhadap pesantren perlu diterjemahkan ke dalam afirmasi kebijakan dan anggaran…

3 hari yang lalu

Kementerian UMKM Perkuat Inkubator untuk Cetak Wirausaha Berkualitas

MONITOR, Surabaya – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menegaskan pentingnya memperkuat…

3 hari yang lalu