Ilustrasi Uang
MONITOR, Jakarta – Rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Jumat pagi (24/8), bergerak melemah sebesar lima poin menjadi Rp14.650, dibandingkan sebelumnya Rp14.645 per dolar AS.
Ekonom Samuel Sekuritas, Ahmad Mikail mengatakan, dolar AS menguat terhadap hampir semua mata uang dunia, termasuk rupiah, dipicu oleh ketidakpastian terhadap isu perang dagang Amerika Serikat dan Tiongkok.
“Pertemuan kedua belah pihak yang terjadi belum menghasilkan sesuatu yang berarti untuk menyelesaikan permasalahan perang dagang,” ungkap Ahmad.
Pasca pertemuan itu, lanjut dia, mata uang yuan Tiongkok terdepresiasi terhadap dolar AS. Pelemahan itu berdampak negatif terhadap pergerakan mata uang rupiah.
“Rupiah kemungkinan bergerak di kisaran level Rp14.600-Rp14.690 per dolar AS,” katanya.
Analis Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra, mengatakan bahwa sebagai mata uang safe haven, dolar AS mendapatkan keuntungan dari ketakutan dari gejolak dagang internasional.
Ia menambahkan investor saat ini juga sedang fokus pada pidato ketua the Fed Jerome Powell pada pekan ini. The Fed dapat terus menaikkan suku bunga selama ekonomi AS terus tumbuh.
“Jika pasar mengonfirmasi kenaikan itu, maka dolar AS dapat terus menguat,” katanya.
MONITOR, Bogor – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 2 Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) Universitas…
MONITOR, Jakarta – Ketua Dewan Nasional SETARA Institute, Pers Hendardi, mengkritik pelibatan Bintara Pembina Desa…
MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menanggapi mundurnya Nanik S. Deyang dari jabatannya…
MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama (Kemenag) terus memperkuat perlindungan anak di lingkungan pendidikan keagamaan melalui…
MONITOR, Jakarta - Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Rivan A. Purwantono mendampingi Kepala…
MONITOR, Hong Kong – Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Lumajang bersama Dinas Perindustrian dan…