Ilustrasi IHSG (Foto: Istimewa)
MONITOR, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan Jumat ini (3/8) dibuka menguat 3,07 ditengah isu ancaman perang dagang antara AS dan Tiongkok.
“IHSG dibuka menguat, ditengah isu ancaman perang dagang yang kembali menyeruak, setelah Presiden AS, Donald Trump mempertimbangkan mengenakan tarif pajak impor yang lebih tinggi untuk barang dagang Tiongkok,” ungkap Riset PT Samuel ekuritas di Jakarta.
Pada pembukaan perdagangan Rabu ini, IHSG menguat 3,07 poin (0,05 persen) ke posisi 6.014,79. Sedangkan indeks saham unggulan LQ45 menanjak 0,70 poin (0,08 persen) menjadi 949,38.
Untuk kondisi global, bursa AS ditutup menguat dengan saham Apple tercatat perusahaan publik pertama yang mencatat nilai kapitalisasi sebesar US$1 triliun.
Sebanyak 70 persen dari emiten yang listing di S&P telah melaporkan kinerja, dengan 78 persen melaporkan kinerja di atas estimasi.
Di sisi lain, President AS, Donald Trump saat ini tengah berdiskusi dengan US Trade Representative, Robert Lightizer untuk menaikkan tarif pajak impor untuk barang impor dari Tiongkok senilai US$200 miliar, dari sebesar 10 persen menjadi 25 persen.
Kementerian Perdagangan Tiongkok merespon akan melakukan tindakan yang dirasa perlu untuk menjaga kepentingan global.
Sementara mayoritas bursa Asia pagi ini cenderung bergerak di teritori negatif.
MONITOR, Jakarta - Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Kementerian Agama mengawal pemulihan layanan…
MONITOR, Jakarta – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menegaskan pentingnya kolaborasi…
MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan DPR akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap…
MONITOR, Jakarta - Menteri Agama menyampaikan tiga usulan dalam Rapat Dewan Penyantun Lembaga Pengelola Dana…
MONITOR, Jakarta - Kementerian Pertanian kembali menorehkan capaian positif dalam penyelenggaraan pelayanan publik. Dalam Penilaian…
MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama memperkuat peran zakat sebagai instrumen perlindungan sosial keagamaan dalam penanganan…