POLITIK

Banding-bandingkan SBY dengan Jokowi, Siapa yang Lebih Hebat?

MONITOR, Jakarta – Mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mulai kerap terlihat tampil di media massa. Gaya bicaranya khas, terstruktur, runtut dan enak disimak. Seperti saat jumpa pers usai melakukan pertemuan dengan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, beberapa waktu lalu.

Sejak itu, banyak warganet yang membanding-bandingkan antara SBY dengan Presiden RI saat ini, Joko Widodo alias Jokowi. Terjadi perdebatan antara warganet. Bahkan bukan cuma gaya bicara yang dibandingkan, tapi juga sikap SBY dengan Jokowi saat masing-masing menjabat Presiden.

Seperti Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Didi Irawadi Syamsudin yang membandingkan SBY dengan Jokowi dari sisi keberanian. Menurut Didi, dalam konteks apapun SBY lebih berani daripada Jokowi. Termasuk kala menentukan calon wakil presiden yang akan mendampinginya di Pilpres.

”Pada pemilu 2009, Pak SBY jauh-jauh hari sudah mengumumkan siapa cawapresnya. Sementara Pak Jokowi hingga saat ini masih bilang nama cawapresnya masih dalam kantong. Ternyata kantong Pak Jokowi banyak hingga tidak berani mengumumkan cawapresnya,” katanya dalam semua diskusi di Jakarta, Sabtu (28/7) kemarin.

Sementara itu, di tempat terpisah Ketua Koordinator Bidang Pemenangan Pemilu Partai Golkar Nusron Wahid mengatakan sebaliknya. Menurut Nusron gaya kepemimpinan Widodo alias Jokowi lebih berani di bandingkan SBY. Itu disampaikannya saat mengisi sesi diskusi dalam pembentukan komunitas Bulaksumur untuk Kemenangan Jokowi 2019 (Blusukan Jkw).

“Kalau dibandingkan dengan presiden-presiden sebelumnya, Pak Jokowi itu dari sisi keberanian sikap, standing, dan tidak banyak janji tapi bergerak,” kata Nusron di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Sabtu (28/7).

Nusron mencontohkan salah satu bukti keberanian Jokowi adalah ketika berani bersikap dalam mengatasi persoalan radikalisme di Indonesia. Menurutnya, masalah radikalisme di Indonesia bukan merupakan hal baru, namun tidak pernah terselesaikan di era sebelumnya.

“Zaman Pak SBY pun sudah ada, tapi oleh Pak SBY teman-teman kuasa itu sama sekali setiap ada kejadian selalu disampaikan ‘kami sangat kecewa, kami sedih, kami prihatin’ begitu, tapi tidak selesai titiknya,” sindir Nusron.

Recent Posts

Kementerian UMKM dan BPOM Percepat Akses Perizinan UMK Pangan Olahan

MONITOR, Jakarta - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bersama Badan Pengawas Obat dan…

1 jam yang lalu

HUT ke-79 Kemnaker Jadi Momentum Perkuat Vokasi dan Transformasi Green Office

MONITOR, Jakarta — Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menjadi momentum memperkuat transformasi…

1 jam yang lalu

Milenial dan Gen Z Dominasi Pemilih 2029, Komisi II DPR Dorong Regulasi Pemilu Berbasis Digital Termasuk Soal AI

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi II DPR RI, Muhammad Khozin menyoroti data terbaru dari Komisi…

4 jam yang lalu

Gus Hery Puncaki Polling Caketum PBNU Versi NU Online, Jadi Kuda Hitam Muktamar ke-35?

MONITOR, Jakarta - Bursa calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menjelang Muktamar ke-35…

5 jam yang lalu

Legislator Geram Pakan Satwa KBS Dikorupsi: Hak Hewan Saja Diambil, Keji dan Tak Punya Hati Nurani

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IV DPR RI, Daniel Johan geram dengan praktik kasus korupsi…

5 jam yang lalu

Kementerian UMKM dan APSKI Perkuat Ekosistem Kewirausahaan Perguruan Tinggi

MONITOR, Kuta — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran perguruan…

11 jam yang lalu