BERITA

Gus Hery Puncaki Polling Caketum PBNU Versi NU Online, Jadi Kuda Hitam Muktamar ke-35?

MONITOR, Jakarta – Bursa calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menjelang Muktamar ke-35 mulai menunjukkan dinamika baru. Di tengah menguatnya nama-nama tokoh yang selama ini menghiasi percaturan elite NU, muncul satu figur yang justru memimpin polling pembaca NU Online, yakni Gus Hery Haryanto Azumi.

Berdasarkan tangkapan layar hasil sementara polling yang beredar di saluran WhatsApp NU Online, Gus Hery memperoleh sekitar 1,9 ribu suara. Ia berada di atas KH Abdul Ghaffar Rozin (Gus Rozin) yang meraih sekitar 1,3 ribu suara dan KH Yusuf Chudlori (Gus Yusuf) dengan 796 suara.

Meski demikian, polling tersebut masih berlangsung dan bukan bagian dari mekanisme resmi pemilihan Ketua Umum PBNU. Hasilnya tidak dapat dijadikan indikator kekuatan suara muktamirin, melainkan hanya mencerminkan preferensi pembaca yang berpartisipasi dalam jajak pendapat tersebut.

Lantas, siapa sebenarnya Gus Hery Haryanto Azumi?

Di lingkungan kader Nahdlatul Ulama, nama Gus Hery bukan sosok baru. Jejak kepemimpinannya ditempa sejak aktif di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Ia pernah menjabat Ketua PMII Ciputat periode 1999–2000 sebelum kemudian dipercaya memimpin Pengurus Besar PMII sebagai Ketua Umum periode 2005–2007. Catatan sejarah Kongres XV PMII yang dipublikasikan NU Online mengonfirmasi kiprah tersebut.

Karier organisasinya kemudian berlanjut di tubuh Nahdlatul Ulama dengan mengemban amanah sebagai Wakil Sekretaris Jenderal PBNU. Kombinasi pengalaman kaderisasi mahasiswa dan kepengurusan di tingkat nasional menjadi salah satu modal politik yang kini kembali mengangkat namanya menjelang Muktamar.

Belakangan, Gus Hery secara terbuka menyatakan kesiapannya mengikuti kontestasi Ketua Umum PBNU. Ia membawa narasi regenerasi kepemimpinan NU pada abad kedua dengan menawarkan penguatan kaderisasi, transformasi digital organisasi, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan warga nahdliyin, serta penguatan kolaborasi antarunsur di lingkungan NU.

Namanya kini masuk dalam deretan figur yang diperbincangkan menjelang Muktamar bersama Ketua Umum PBNU petahana Gus Yahya Cholil Staquf, KH Zulfa Mustofa, KH Yusuf Chudlori, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, KH Abdul Ghaffar Rozin, Gus Salam, hingga Gus Kikin.

Dukungan terhadap Gus Hery juga mulai bermunculan. Pada Juni 2026, tokoh sepuh NU KH Manarul Hidayat secara terbuka menyampaikan restu dan dukungannya agar mantan Ketua Umum PB PMII tersebut maju dalam bursa calon Ketua Umum PBNU. Sejumlah forum diskusi dan pemberitaan mengenai regenerasi kepemimpinan NU pun mulai memasukkan namanya sebagai salah satu figur yang patut diperhitungkan.

Meski memimpin polling publik, jalan menuju kursi Ketua Umum PBNU masih panjang. Dalam tradisi Nahdlatul Ulama, legitimasi kepemimpinan tidak ditentukan oleh popularitas di ruang digital, melainkan melalui mekanisme organisasi dalam forum Muktamar yang melibatkan para pemegang hak suara dari seluruh Indonesia.

Karena itu, pertanyaan yang sesungguhnya bukan lagi siapa yang paling populer di ruang publik, melainkan siapa yang mampu mengonsolidasikan dukungan struktural, membangun komunikasi dengan para muktamirin, menawarkan gagasan yang relevan bagi NU abad kedua, serta menghadirkan kepemimpinan yang dapat diterima berbagai elemen di dalam jam’iyah.

Posisi teratas dalam polling NU Online setidaknya menjadi sinyal bahwa nama Gus Hery mulai mendapat perhatian yang semakin luas. Apakah momentum ini akan bertransformasi menjadi dukungan nyata di arena Muktamar, atau hanya menjadi kejutan sesaat dalam dinamika pra-kontestasi, masih akan ditentukan oleh proses politik organisasi yang terus bergerak menjelang Muktamar ke-35 PBNU.

Recent Posts

Milenial dan Gen Z Dominasi Pemilih 2029, Komisi II DPR Dorong Regulasi Pemilu Berbasis Digital Termasuk Soal AI

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi II DPR RI, Muhammad Khozin menyoroti data terbaru dari Komisi…

18 menit yang lalu

Legislator Geram Pakan Satwa KBS Dikorupsi: Hak Hewan Saja Diambil, Keji dan Tak Punya Hati Nurani

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IV DPR RI, Daniel Johan geram dengan praktik kasus korupsi…

54 menit yang lalu

Kementerian UMKM dan APSKI Perkuat Ekosistem Kewirausahaan Perguruan Tinggi

MONITOR, Kuta — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran perguruan…

7 jam yang lalu

Dialog Publik di Palu Soroti Peluang Kader PMII Pimpin PBNU

MONITOR, Palu - Kontestasi menuju Muktamar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mulai menghangat di berbagai…

16 jam yang lalu

Politisi PDI Perjuangan Ultimatum Menteri ESDM: Evaluasi IUP Bermasalah di Aceh Sebelum 17 Agustus

MONITOR, Jakarta – Politisi PDI Perjuangan asal Aceh, Masady Manggeng, mendesak Menteri Energi dan Sumber…

1 hari yang lalu

Evaluasi Haji Tak Boleh Berhenti di Laporan, Menhaj Dorong Perbaikan Sistem

MONITOR, Denpasar - Menteri Haji dan Umrah Mochammad Irfan Yusuf menegaskan evaluasi penyelenggaraan ibadah haji…

1 hari yang lalu