HUMANIORA

KPAI Desak Polisi Bongkar Sindikat Prostitusi Anak Kalibata City

MONITOR, Jakarta – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendesak pihak kepolisian untuk terus memantau bahkan membongkar sindikat prostitusi anak di Apartemen Kalibata City, Jakarta. Komisioner Bidang Trafficking dan Eksploitasi Ai Maryati Solihah menuturkan pihaknya sejauh ini sudah mendapati empat kasus prostitusi yang melibatkan anak usia di bawah umur di kawasan yang sama.

Tahun 2015 lalu, praktik prostitusi yang sudah berjalan lebih dari sebulan berhasil ditangani pihak kepolisian. Lalu pada Mei 2016, Polres Jakarta Selatan kembali mengungkap kasus prostitusi online dengan korban anak di bawah umur yang muncikarinya ditangkap di Apartemen Kalibata City. Tak lama kemudian, berulang polisi mengungkap modus serupa pada akhir Januari 2017.

Sedangkan peristiwa yang baru terjadi tanggal 5 Juli 2018, Polisi mengamankan 3 remaja NI, (17), IF (16), dan ASW, (15) asal Depok Jawa Barat yang diketahui terlibat dalam prostitusi di Kalibata City. Ironinya 2 pelaku salah satunya usia anak Nico Richardo (20) dan MS (17) kini tengah diproses di Polsek Metro Pancoran Jakarta Selatan.

“Temuan KPAI di lapangan masalah prostitusi sudah jadi rahasia umum di Apartemen Kalibata City, bahkan pada saat-saat dini hari kita akan menjumpai pemandangan seperti lokalisasi terselubung yang banyak melakukan transaksi seksual di sana,” ujar Ai Maryati kepada MONITOR, Jumat (13/7).

Perihal prostitusi, Ai menambahkan, KPAI sangat berharap pihak Pengelola dan Management Apartemen terus berusaha meningkatkan pengawasan dan koordinasi baik security, pembenahan tugas-tugas pengurus asosiasi Pemilik, serta Agen-agen penyewaan/penjualan Unit agar berkomitmen menghindari sindikat perdagangan orang.

“Pagi ini KPAI sudah memanggil pengelola Apartemen Kalibata City namun hasilnya nihil,” ungkap Ai kecewa.

Recent Posts

Kemen PPPA Kecam Dugaan Pelecehan Seksual di FH UI, Libatkan 16 Mahasiswa

MONITOR, Jakarta — Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) mengecam keras dugaan kasus pelecehan…

8 menit yang lalu

Produksi Gula BUMN Naik 58%, HKTI Lumajang: Jangan Rayakan Angka di Atas Derita Petani!

MONITOR, Lumajang - Klaim lonjakan produksi gula BUMN hingga 58% pasca-merger ID Food dan PTPN…

9 menit yang lalu

RI-Tiongkok Bangun Platform Integrasi Tingkatkan Kualitas SDM Industri

MONITOR, Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mempercepat langkah transformasi sektor manufaktur nasional menuju era industri…

47 menit yang lalu

Darurat Kekerasan di Pendidikan, JPPI: 233 Kasus dalam 3 Bulan Didominasi Kekerasan Seksual

MONITOR, Jakarta — Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) menyatakan kondisi darurat kekerasan di dunia pendidikan menyusul…

4 jam yang lalu

Heboh Isu Pesawat Militer AS Bebas Melintas di RI, Ini Respons Komisi I DPR

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi I DPR, Sukamta menyoroti isu tentang perjanjian akses bagi…

5 jam yang lalu

Kolaborasi Pemkot Tangsel dan Baznas Dorong Kesejahteraan Warga, Transparansi Pengelolaan Dana Jadi Prioritas

MONITOR, Ciputat – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) terus…

10 jam yang lalu