POLITIK

Beri Selamat ke Ade Yasin di Pilbup Bogor, Menag dan Wantimpres Dinilai Tak Punya Etika Demokrasi

MONITOR, Bogor – Ada pemadangan janggal di depan posko pemenangan pasangan calon bupati Ade yasin – Iwan Seyiawan pada tanggal 28/6/2018. Ada beberapa karangan bunga ucapan selamat atas kemenangan pasangan ini dalam Pilkada Kabupaten Bogor padahal hasil rekapitulasi penghitugan KPU masih berjalan (22 %).

Hal ini dikatakan janggal karena dalam karangan bunga itu tertulis jabatan negara yaitu Menteri Agama RI dan Watimpres RI. Peristiwa ini membuat aktivis pemuda dan mahasiswa di Kabupaten mempertanyakan nilai etik Menteri Agama RI bapak Lukman Hakim Saifuddin dan Anggota Watimpres RI bapak Suharso Monoarfa.

Roza seorang aktivis mahasiswa Universitas Djuanda mengkritisi hal ini, “ Jika benar karangan bunga tersebut betul dikirim oleh pak menteri agama dan dewan pertimbangan preseiden maka kita harus kritisi kedua orang tersebut karena tidak memberikan pelajaran etika berdemokrasi yang baik bagi Pemuda !!!” ujar Roza yang juga ketua OKP besar di Kabupaten Bogor.

“Pak Lukman Hakim Saifudin dan Suharso Monoarfa itu kan mantan aktivis mahasiswa dan kini mejadi Pejabat Tinggi negara, saya tidak percaya mereka yang mengirimkan karangan bunga itu ke Gedung Pemenangan Ade Yasin !!” tambahnya.

Roza menegaskan seharusnya kalau benar Lukman yang mengirimkan karangan bunga ucapan selamat lebih baik sebagai Ketua Majelis Pakar PPP. Begitupun Suharso Monoarfa baiknya sebagai Ketua Majelis Pertimbangan Pusat (MPP) PPP.

“Kalau ini pas. Karena Ade Yasin dan mereka satu partai.” tandasnya.

“Pejabat Tinggi Negara seharusnya paham akan hal yang saya jelaskan diatas !” seru Roza. Oleh karena itu Roza meminta agar kedua pejabat itu mengklarifikasi pengiriman karangan bunga ini,” tandasnya.

Jika tidak ada klarifikasi hal ini, Roza mengatakan dirinya bersama teman-teman aktivis mahasiswa se-kabupaten Bogor akan datang dan melakukan aksi ke Kantor kementerian agama dan kantor watimpres di Jakarta.

“Klarifiksi ini menjaadi penting agar hal ini tidak menjadi preseden buruk dalam proses berdemokrasi di Indonesia yang kita cintai bersama. Pejabat seharusnya memberikan contoh yang baik untuk anak muda,” pungkasnya.

Recent Posts

Rokhmin Dahuri: Ekonomi Biru Jadi Game Changer Indonesia Menuju 2045

MONITOR, Tanjungpinang - Indonesia dinilai memiliki modal strategis untuk memainkan peran lebih besar dalam ekonomi…

7 jam yang lalu

Tinjau Peserta TIH, Menaker Minta Buktikan Keunggulan Produk

MONITOR, Bekasi — Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli meminta peserta Talent and Innovation Hub (TIH) memastikan…

15 jam yang lalu

Menjangkau Siberut Memperkuat Wirausaha Terdampak Bencana

MONITOR, Jakarta - Di tengah bentang Samudra Hindia, Pulau Siberut di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatra…

1 hari yang lalu

Guru Besar UIN Jakarta: Subkultur Pesantren Menjadi Identitas dalam Sistem Pendidikan Nasional

MONITOR - Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. H. Suwendi, M.Ag., menegaskan bahwa…

1 hari yang lalu

Analis: Listyo Sigit di KSP Perkuat Perspektif Keamanan dalam Pengawalan Pembangunan

MONITOR, Jakarta - Perpindahan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dari posisi Kapolri ke Kepala Staf…

1 hari yang lalu

Panen Padi Temanggung Tembus 10,2 Ton/Ha, Komisi IV DPR dorong Pemupukan Berimbang

MONITOR, Temanggung - Produktivitas padi di demplot seluas 5 hektare di Desa Plosogaden, Kecamatan Candiroto,…

1 hari yang lalu