NASIONAL

HTI Memang Layak Dibubarkan?

MONITOR, Jakarta – Putusan majelis hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta terkait pengesahan pembubaran organisasi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) menuai apresiasi dari sejumlah kalangan. Salah satunya muncul dari Ridwan Darmawan selaku Direktur Eksekutif Bhinneka Institute.

Ridwan yang merupakan salah satu tim kuasa hukum Menteri Hukum dan HAM RI, Yasonna Laoly, menyatakan apresiasi yang tinggi atas putusan Hakim PTUN Jakarta. Dalam perkara ini, ia menilai majelis hakim telah memeriksa dan mengadili perkara sensitif tersebut secara hati-hati dan cermat.

“Putusannya menurut saya telah sesuai dengan kaidah hukum yang berlaku, tentu dalam hal ini rumpun hukum administrasi atau kebijakan publik,” ujar Ridwan dalam keterangan yang diterima MONITOR, Selasa (8/5).

“Hakim telah mengambil kesimpulan yang tepat dari 18 kali persidangan, 100 lebih alat bukti yang diajukan tergugat (pemerintah), 23 orang Saksi dan ahli yang telah di hadirkan berasal dari berbagai elemen bangsa seperti PBNU, Muhammadiyah, Rektor dan Guru besar PTN, eks HTI dan lain-lain,” tambah dia.

Anggota Forum Advokat Pengawal Pancasila (FAPP) ini bahkan memuji, keputusan Menkumham Yasonna Laoly yang mencabut status Badan Hukum HTI merupakan tindakan yang sah dan tepat. Terlebih, keputusan tersebut telah dikuatkan DPR dengan dijadikannya Perpu Ormas yang menjadi landasan pembubaran HTI menjadi Undang-undang.

“Sejak awal kami yakin, keputusan Menkumham mencabut dan membubarkan HTI telah berdasar dan sesuai dengan Asas-asas Umum Pemerintahan yang Baik (AAUPB). Tentu saja sah dan telah sesuai dengan hukum dan AAUPB,” ujarnya dengan tegas.

Seperti diketahui, persidangan perkara antara HTI versus Pemerintah ini sudah berlangsung sejak 23 November 2017 silam. Sidang Putusan ini adalah sidang yang ke-18, total saksi dan ahli yang dihadirkan oleh Pemerintah sejumlah 23 orang yang berasal dari berbagai elemen bangsa yakni dari PBNU, Muhammadiyah, Rektor, Guru Besar di Perguruan Tinggi Negeri, Eks HTI dan lain-lain.

Recent Posts

Prodi K3 Polteknaker Raih Akreditasi Unggul dari LAM-PTKes

MONITOR, Jakarta - Program Studi Sarjana Terapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Politeknik Ketenagakerjaan (Polteknaker)…

8 jam yang lalu

Kemenhaj Gelar CAT PPIH 2027 Non Nakes Serentak, Gandeng BKN untuk Perkuat Transparansi

MONITOR, Jakarta — Kementerian Haji dan Umrah menggandeng Badan Kepegawaian Negara (BKN) dalam pelaksanaan Computer…

1 hari yang lalu

Rektor UID Buka PBAK 2026, Tekankan Adab, Prestasi, dan Kontribusi Mahasiswa

MONITOR, Depok - Universitas Islam Depok (UID) resmi membuka rangkaian Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan…

2 hari yang lalu

Menaker: Kunci Wirausaha Bukan Sekadar Dapat Pelanggan, tapi Menjaga Hubungan

MONITOR, Bandung Barat – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli, mengatakan salah satu kunci keberhasilan dalam berwirausaha…

2 hari yang lalu

Kemenperin Sampaikan Duka Cita Mendalam Atas Insiden Kebakaran Pabrik di KEK Sei Mangkei

MONITOR, Jakarta - Kementerian Perindustrian menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas musibah kebakaran yang…

2 hari yang lalu

Majelis ASTACITA Gelar ‘Maulid Nabi dan Dzikir Kemerdekaan’ di Karawang, Gaungkan Jaga Rawat Jabar

MONITOR, Karawang — Dalam rangka memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW sekaligus merawat semangat kemerdekaan…

2 hari yang lalu