SULAWESI

Bupati Tana Toraja: Program Kementan Tak Ada Kaitan dengan Pilkada

MONITOR, Makasar – Terkait adanya pemberitaan antara program ‘Bekerja, Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera’ Kementerian Pertanian (Kementan) dengan Pilkada Sulawesi Selatan (Sulsel) dianggap mempergunakan anggaran negara untuk mengampanyekan salah satu kandidat Pilgub Sulsel.

Menurut Bupati Tana Toraja, Nicodemus Biringkanae, adanya dugaan seperti itu sama sekali tidak ada dasar dan merupakan informasi yang sangat menyesatkan.

“Pertama, kamilah yang mengundang beliau Menteri Pertanian (Mentan) berkunjung ke Tana Toraja membawa program bedah kemiskinan dan rakyat sejahtera karena program ini sangat selaras dengan program pemkab yaitu, ‘Jangan ada lagi rakyat miskin, Jangan ada lagi rakyat lapar’. Jadi hal tersebut tidak ada kaitannya sama sekali dengan pilkada,” tegas Nico, Kamis (26/4).

Bupati Nico menambahkan, masyarakat Tana Toraja justru sangat berterima kasih kepada Kementan atas upayanya membantu rakyat Tana Toraja.

“Kami sangat berterima kasih kepada Pak Mentan. Makanya kami sambut beliau dengan upacara adat penghormatan yang besar. Kami salut dengan segala upaya beliau untuk mengangkat harkat dan kesejahteraan petani”, tambah Nico.

Apalagi, kata Nico, Menteri Amran sepakat ingin menjadikan Kabupaten Tana Toraja sebagai Kabupaten Kopi.

“Ini langkah terobosan yang sangat kami hargai. Tak ada urusannya dengan pilkada,” pungkas Nico.

Sementara itu, pengamat kebijakan publik dan politik, Muh. Saifullah menilai bahwa pemberitaan semacam ini merupakan upaya menyesatan dan penggiringan opini publik semata.

Menurut Saifullah, dirinya telah mempelajari persoalan tersebut dan sama sekali tidak menemukan kaitan antara program Kementan yang berskala nasional dan Pilgub di Sulsel.

“Ini hanya penggiringan opini serta adanya upaya penyesatan informasi ke publik. Setahu saya tak ada kaitan antara program Kementan dengan Pilgub Sulsel”, ujar Saifullah, selaku peneliti dari Pusat Kajian Politik dan Kebijakan Publik (PKPK) ini.

Program Kementan yang diberi nama ‘Bekerja, Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera’ ini, kata Saifullah, merupakan program nasional yang diimplementasikan sesuai arahan Presiden Jokowi untuk mengentaskan kemiskinan dengan berbasis pertanian. Jadi sekali lagi tidak ada hubungannya dengan Pilkada.

Saifullah menambahkan, munculnya isu seperti ini karena program ini bertepatan dengan Pilgub Sulsel. Padahal program ini disusun oleh Kementan dengan pertimbangan masa waktu tanam. Jadi asumsi dikaitkan degan Pilkada ini tidak nyambung.

“Bantuan bibit hortikultura misalnya, ini dilakukan terkait masa tanam petani karena stok bibit yang ada harus disalurkan. Kalau tidak akan busuk dan justru itu merugikan negara dan petani”, tandasnya.

Terkait kebijakan publik, apalagi itu dalam kerangka bantuan, kata Saifulah, apabila banyak pihak yang keberatan, maka bantuan itu bisa saja ditarik kembali oleh Kementan.

“Tetapi, apa rakyat tidak marah, pastinya marah. Kok membantu kesejahteraan dan mengangkat masyarakat miskin di pedesaan dihalang-halangi dengan alasan pilkada,” tutupnya.

Recent Posts

Kosmetik Bermerkuri Masih Banyak Beredar, Komisi IX DPR Desak Pengawasan Lebih Agresif

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher menyoroti temuan 14 produk…

6 jam yang lalu

Puan Soroti Isu Perundungan di Balik Kasus Bom Rakitan, Dorong Penguatan Iklim Sekolah Aman Bagi Anak

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti isu perundungan di balik kasus peledakan…

6 jam yang lalu

Kementerian UMKM Perkuat Transformasi Tata Kelola UMKM Melalui SAPA UMKM

MONITOR, Lombok Barat – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menegaskan komitmennya untuk mewujudkan transformasi…

10 jam yang lalu

Kemenag Tegaskan Madrasah Harus Bebas Kekerasan, Dirjen Pendis: Dorong Kurikulum Berbasis Cinta Lewat Matamuda 2026

MONITOR, Jakarta - Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Pendis) Kementerian Agama RI, Prof. Amien Suyitno, menegaskan bahwa madrasah…

13 jam yang lalu

Anak Gunung Krakatau Aktif, Waka Komisi V DPR Ingatkan Pentingnya Keamanan Masyarakat dan Jalur Pelayaran

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Andi Iwan Darmawan Aras menekankan pentingnya…

18 jam yang lalu

Siswa Diduga Korban Bullying Ledakkan Bom Rakitan, Legislator Dorong Ciptakan Lingkungan Sekolah yang Guyub

MONITOR, Jakarta - Anggota DPR RI Alex Indra Lukman menyoroti aksi seorang pelajar berinisial R…

19 jam yang lalu