Categories: BERITAMEGAPOLITAN

Produk Makarel Harus Ditarik dari Pasaran

MONITOR, Jakarta – Hebohnya temuan parasit cacing pada produk ikan Makerel kaleng beberapa waktu lalu, membuat gempar masyarakat.Temuan tersebut, menurut Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) RI menjelaskan, kementerian dan lembaga terkait sudah lakukan upaya penarikan produk ikan makerel kaleng dengan kode produksi tertentu yang diduga terkontaminasi parasit cacing.

Ardiansyah Parman selaku Ketua BPKN menegaskan, bahwa parasit cacing hanya ditemukan pada produk ikan makerel kaleng berbahan baku impor. Adapun pada produk pangan olahan laut lainnya tidak ditemukan adanya parasit cacing.

"Tidak semua terkontaminasi. Jadi, kami berharap masyarakat tidak khawatir mengonsumsi produk di luar itu (produk ikan makerel kaleng yang terkontaminasi parasit cacing)," jelas Ardiansyah di Jakarta, Jumat (20/4).

Ia menyebut, pihaknya mengharapkan agar semua produk ikan makerel kaleng yang terkontaminasi parasit cacing dapat segera ditarik dari pasaran. Dengan demikian, masyarakat bisa mengonsumsi produk olahan laut dengan penuh keyakinan dan percaya diri.

“Jadi pada kasus kemarin, parasit cacing pada produk ikan makerel kaleng itu bersumber dari muntahan ikan paus yang ternyata termakanan ikan makarel, dan lagi parasit itu dapat tembus ke danging ikan, maka jika pengecekan kondisi ikan secara visual saja tidak terlihat bahwa ikan tersebut sudah terjangkit parasit.” jelas Ardiansyah pada konfrensi pers.

Recent Posts

Kementan Perkuat Pengaturan Produksi Ayam, Jaga Harga dan Lindungi Peternak

MONITOR, Jakarta – Kementerian Pertanian terus memperkuat pengelolaan produksi dan pasokan ayam ras nasional sebagai…

6 jam yang lalu

HKTI Lumajang Soroti Tata Kelola Gula Nasional, Desak Perlindungan Petani Tebu

MONITOR, Lumajang – Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (DPC HKTI) Kabupaten Lumajang menyampaikan…

6 jam yang lalu

IPW: Mundurnya Aipda Vicky Harus Jadi Bahan Instrospeksi Kapolri

MONITOR, Jakarta - Indonesia Police Watch (IPW) menilai mundurnya Aipda Vicky Aristo Katiandagho dari institusi…

10 jam yang lalu

Apresiasi Prabowo, Komnas Haji: Tata Kelola Haji Makin Progresif dan Berpihak pada Jemaah

MONITOR, Tangerang Selatan - Komisi Nasional Haji (Komnas Haji) menyampaikan apresiasi atas komitmen dan langkah…

13 jam yang lalu

Pertamina Fasilitasi 1.346 Sertifikasi UMKM Awal 2026, MiniesQ Sukses Tembus Ritel Modern Usai Kantongi Halal

Jakarta – PT Pertamina (Persero) terus memperkuat peran UMKM sebagai pilar ekonomi nasional dengan memfasilitasi 1.346…

15 jam yang lalu

Target Ekspor 100 Kontainer ke Italia, Kopi Indonesia Amankan Kontrak Baru Senilai Rp255 Miliar

MONITOR, Roma – Produk kopi Indonesia kembali menunjukkan daya saing di pasar global setelah PT ALKO…

16 jam yang lalu