JAWA TIMUR

HKTI Lumajang Soroti Tata Kelola Gula Nasional, Desak Perlindungan Petani Tebu

MONITOR, Lumajang – Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (DPC HKTI) Kabupaten Lumajang menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap kondisi sektor pergulaan nasional yang dinilai semakin menekan keberlangsungan petani tebu rakyat.

Dalam keterangannya, pengurus HKTI Lumajang Bidang Perkebunan dan Pertanian, H. Zainal, mengungkapkan bahwa dinamika pasar gula saat ini menunjukkan adanya ketidakseimbangan yang berdampak langsung pada menurunnya harga jual di tingkat petani. Salah satu faktor utama yang disorot adalah distribusi gula rafinasi yang diduga tidak sepenuhnya terkendali sesuai dengan peruntukannya sebagai bahan baku industri.

“Penguatan pengawasan terhadap distribusi gula rafinasi menjadi sangat penting agar tetap sesuai peruntukannya. Stabilitas harga gula di tingkat petani merupakan fondasi utama bagi keberlanjutan produksi tebu nasional,” ujar H. Zainal kepada media, Kamis (9/4/2026).

Ia menambahkan, tekanan yang dihadapi petani tidak hanya berasal dari sisi harga, tetapi juga dari meningkatnya biaya produksi yang kian membebani. Dalam kondisi tersebut, petani tebu berada pada posisi yang semakin rentan, sehingga membutuhkan keberpihakan kebijakan yang nyata dan terukur.

HKTI Lumajang menilai bahwa penguatan tata kelola sektor pergulaan tidak dapat dilepaskan dari peran strategis pemerintah dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pangan. Dalam hal ini, organisasi tersebut mendorong Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, untuk meningkatkan efektivitas kebijakan di sektor hulu guna memastikan perlindungan terhadap petani tebu rakyat.

Selain itu, peran BUMN pangan di bawah koordinasi Dony Oskaria juga dinilai perlu diperkuat, khususnya dalam optimalisasi penyerapan hasil panen petani serta peningkatan efisiensi industri gula nasional.

“Sinergi antara pemerintah dan BUMN menjadi kunci dalam menciptakan sistem pergulaan yang adil, efisien, dan berkelanjutan,” kata H. Zainal.

Lebih lanjut, HKTI Lumajang menekankan pentingnya penyusunan roadmap swasembada gula yang komprehensif, transparan, dan implementatif. Roadmap tersebut dinilai harus mampu memberikan kejelasan arah kebijakan, termasuk dalam hal penegasan segmentasi pasar antara gula rafinasi untuk kebutuhan industri dan gula konsumsi masyarakat.

Selain itu, pengendalian impor gula juga perlu diselaraskan dengan siklus produksi dalam negeri, agar tidak merugikan petani pada saat musim panen. Kepastian harga yang mencerminkan biaya produksi riil juga menjadi aspek penting yang harus diakomodasi dalam kebijakan pemerintah.

Sebagai bentuk komitmen dalam mengawal kepentingan petani, HKTI Lumajang turut menyampaikan sejumlah rekomendasi, antara lain penguatan pengawasan distribusi gula rafinasi, peninjauan kebijakan impor gula, serta penetapan harga acuan yang berpihak pada petani.

HKTI Lumajang menegaskan bahwa keberhasilan mewujudkan kedaulatan pangan nasional sangat bergantung pada sejauh mana negara mampu memberikan perlindungan dan kepastian usaha bagi petani sebagai pelaku utama sektor pertanian.

“Petani harus ditempatkan sebagai pilar utama dalam sistem pangan nasional. Tanpa perlindungan yang memadai, sulit membayangkan tercapainya kedaulatan pangan yang berkelanjutan,” tutup H. Zainal.


Recent Posts

MUI: Penundaan Pelaksanaan Wajib Halal Menunjukkan Kekurang Siapan

MONITOR, Jakarta - Ketua Bidang Halal Majelis Ulama Indonesia (MUI), DR. KH Masyhuril Khamis, SH.,…

9 jam yang lalu

Menhaj: Belanja Haji Capai 4 Triliun, UMKM Daerah Harus Ambil Peluang

MONITOR, Gowa - Penyelenggaraan haji bukan hanya urusan perjalanan dan ibadah. Aktivitas jutaan jemaah dan…

9 jam yang lalu

Kawendra Dorong HKTI Kawal Aspirasi Petani, Bantuan Ayam Petelur dan 20 Etalase Disalurkan di Lumajang

MONITOR, Lumajang - Anggota DPR RI Kawendra Lukistian mendorong Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten…

1 hari yang lalu

HKTI Lumajang Dorong Hilirisasi Pertanian, PAC di 21 Kecamatan Diminta Dampingi Petani

MONITOR, Lumajang - Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Lumajang mendorong percepatan hilirisasi produk pertanian…

2 hari yang lalu

MUI Desak Penegakan Hukum Tegas terhadap Pelaku Karhutla, Serukan Salat Istisqa dan Qunut Nazilah

MONITOR, Jakarta - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendesak aparat penegak hukum bertindak tegas terhadap pelaku…

2 hari yang lalu

Jasa Marga Fasilitasi Lima UMKM Binaan di Trade Expo Indonesia 2026

MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk terus mendorong kemandirian dan daya saing Usaha…

2 hari yang lalu