MONITOR, Washington – Presiden AS Donald Trump membuka opsi pengecualian kepada Kanada dan Meksiko atas rencana penyelarasan tarif baja dan aluminium, asal kedua negara mau menandatangani Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara (NAFTA) yang baru.
"Kami memiliki defisit perdagangan yang besar dengan Meksiko dan Kanada. NAFTA yang tengah dinegosiasikan sekarang, telah menyebabkan transaksi buruk untuk perusahaan dan pekerjaan besar-besaran di Amerika Serikat. Tarif pada baja dan aluminium hanya akan terlepas jika kesepakatan NAFTA baru dan adil ditandatangani," cuit Donald Trump di akun Twitter pribadinya, seperti dikutip Reuters, Senin (5/3).
"Juga, Kanada harus memperlakukan pekerja kita jauh lebih baik. Sangat membatasi. Meksiko harus berbuat lebih banyak untuk menghentikan narkoba agar tidak merambah ke AS. Mereka belum melakukan apa yang perlu dilakukan. Jutaan orang kecanduan dan sekarat," katanya lagi.
MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) akan membuka pendaftaran peserta Program Pemagangan Nasional (MagangHub) Angkatan…
MONITOR, Jakarta — Sebagai wujud kepedulian sosial dan solidaritas kemanusiaan, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj)…
MONITOR, Jakarta - Indonesia tidak cukup hanya mengandalkan kelimpahan sumber daya alam untuk mengejar pertumbuhan…
MONITOR, Banda Aceh — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) melalui Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Banda…
MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama menyatukan berbagai organisasi profesi guru lintas agama dalam Konfederasi Organisasi…
MONITOR, Palu - Forum Mahasiswa Indonesia Timur (FORMIT) menggalang dana untuk membantu masyarakat terdampak bencana…