MONITOR, Jakarta – Mantan Menteri Pendayagunaan BUMN Tanri Abang mengapresiasi kinerja PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) yang dinilainya memiliki manajemen yang kompeten dan sistem perencanaan yang baik. Untuk itu, Ekonom Senior tersebut meminta BUMN lain banyak belajar dari pengalaman perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia itu.
"Telkom ini sudah World Class, manajemennya kompeten, ada visi dan misi yang besar. Makanya ini (Telkom) layak dijadikan "Model of Excellence" bagi BUMN lainnya," ungkap Tanri Abeng saat memberikan sambutan untuk peluncuran buku "Untold Story IPO Telkom di NYSE & BEJ karya Setyanto P Santosa, Kamis (15/2) malam.
Tanri melanjutkan bagi sebuah perusahaan tercatat di bursa saham bukan hanya untuk memperkuat struktur pendanaan, tetapi juga untuk tata kelola yang lebih transparan, akuntabel, dan profesional.
"Kalau bukan perusahaan tercatat di bursa, Menteri BUMN bisa panggil sewaktu-waktu direksi untuk ganti. Perusahaan terbuka mana bisa gitu, ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi untuk gelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa," katanya.
Diungkapkannya, tercatatnya saham Telkom di bursa New York Stock Exchange (NYSE) memiliki arti penting bagi Indonesia. "Ini saya buka satu rahasia, waktu krisis 1998, pemerintah putuskan lepas 9,8% saham Telkom di NYSE senilai US$ 405 juta. Pak Habibie (Presiden RI) bilang, saya mau dalam rupiah, bles langsung itu nilai dollar di tanah air turun ke Rp7.500 yang tadinya Rp9ribuan," ungkapnya.
MONITOR, Jakarta - Memperingati Hari Bhayangkara ke-80, analis intelijen, pertahanan, dan keamanan, Dr. Ngasiman Djoyonegoro…
MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan belasungkawa menyusul meninggalnya 5 orang peserta…
Oleh: Zizah Nurazizah (Mahasiswa Magister Manajemen Pendidikan Universitas Pamulang) Dunia pendidikan kita hari ini sedang…
MONITOR, Jakarta – Indonesia Police Watch (IPW) menilai polemik terkait penempatan pengacara Razman Arif Nasution…
MONITOR, Jakarta — Memasuki hari operasional ke-71 penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M, Selasa (30/6/2026), Kemenhaj…
MONITOR, Jakarta - Ketua Dewan Nasional SETARA Institute, Hendardi, mengkritik kebijakan pemerintah yang melibatkan taruna…