Categories: DAERAHJABAR-BANTEN

TNI AD Komitmen Bantu Ketahanan Pangan di Kuningan

MONITOR, Kuningan – Peran TNI AD membantu pemerintah dalam ketahanan pangan sudah sesuai dengan Delapan Wajib TNI, yang salah satumya poinnya adalah TNI menjadi contoh dan mempelopori usaha-usaha untuk mengatas kesulitan rakyat sekelilingnya.

Ada MoU pun dengan pemerintah atau masa MoU sudah selesai, TNI tetap wajib membantu mengatasi kesulitan petani, seperti masalah irigasi, hama, kekeringan dan masalah lainnya.

Peranan nyata Babinsa dalam ketahanan pangan yaitu dengan Babinsa turun langsung membantu petani dalam pedampingan, dari proses pra penanaman padi, sampai dengan proses pasca panen padi.

Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) melalui Koramil dan Babinsa, terus membina petani dari mulai pembukaan lahan, penggarapan lahan, penyemaian, penanaman, pemupukan, panen dan yang terakhir Pasca Panen agar menjual hasil panen padinya ke Bulog, sehingga memberikan dampak peningkatan kesejahteraan kepada petani.

Demikian yang dilakukan oleh Babinsa Koramil 1512/Lebakwangi Kodim 0615/Kuningan Korem 063/SGJ Pelda Halil melaksanakan pendampingan pengolahan sawah milik bapak Lukman R di Blok Dukuh Baka Dusun Wage Desa Sidang Kecamatan Lebakwangi luas lahan ±0,28 Ha, Minggu(24/12).

Suburnya Tanah Air Indonesia ini terlihat dari dalam satu Kabupaten ada Desa yang sedang Panen ada satu desa sedang menggarap sawah di desa lainnya Petani beralih ke tanaman Palawija, kalau melihat dari semua ini bukti nyata betapa Subur makmurnya Tanah di Indonesia.

"Program Swasembada Pangan dan Ketahanan Pangan sudah terwujud, tinggal semua Komponen Mayarakat terus untuk melanjutkan dan mendukung program ini sehingga terwujudnya Masyarakat Indonesia yang Sejahtera," jelas  Babinsa Koramil 1512/Lebakwangi Kodim 0615/Kuningan Korem 063/SGJ Pelda Halil.

Ketahanan pangan adalah ketersediaan pangan dan kemampuan seseorang untuk mengaksesnya. Sebuah rumah tangga dikatakan memiliki ketahanan pangan jika penghuninya tidak berada dalam kondisi kelaparan atau dihantui ancaman Kelaparan Ketahanan pangan merupakan ukuran kelentingan terhadap gangguan pada masa depan atau ketiadaan suplai pangan penting akibat berbagai faktor seperti Kekeringan, gangguan Perkapan, kelangkaan bahan bakar, ketidak stabilan ekonomi, Peperangan, dan sebagainya.

Meski berbagai negara sangat menginginkan keswadayaan secara perorangan untuk menghindari risiko kegagalan transportasi, namun hal ini sulit dicapai di negara maju karena profesi masyarakat yang sudah sangat beragam dan tingginya biaya produksi bahan pangan jika tidak diindustrialisasikan.

Kebalikannya, keswadayaan perorangan yang tinggi tanpa perekonomian yang memadai akan membuat suatu negara memiliki kerawanan produksi

Recent Posts

Stafsus Menag Sambangi Ponpes Hamalatul Qur’an Sukoharjo, Tawarkan Trauma Healing untuk Santri

MONITOR, Sukoharjo – Kementerian Agama (Kemenag) RI menegaskan komitmennya untuk hadir memberikan pelayanan, pembinaan, dan…

22 jam yang lalu

OASE III PTKIN 2026 Resmi Dibuka Menag, Dorong Integrasi Sains dan Nilai Agama

MONITOR, Yogyakarta - Ajang Olimpiade Agama, Sains, dan Riset (OASE) III Perguruan Tinggi Keagamaan Islam…

1 hari yang lalu

Kementan Percepat Penyerapan Telur, Peternak Mikro dan Kecil Jadi Prioritas

MONITOR, Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) mempercepat penyerapan telur ayam ras senilai Rp30 miliar melalui…

1 hari yang lalu

Kementerian UMKM Salurkan Bantuan Alat Produksi untuk Pulihkan Usaha Pascabencana di Aceh

MONITOR, Jakarta - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus mengupayakan pemulihan aktivitas usaha…

1 hari yang lalu

Dari Ketahanan Keluarga hingga Kompetensi Digital, Ini Tiga Tantangan Strategis Penghulu

MONITOR, Tangerang Selatan - Kepala Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM) Kementerian…

1 hari yang lalu

Desak Kasus Penyadapan Ilegal Diusut Tuntas, MUI Ingatkan Larangan Tajassus dalam Islam

MONITOR, Jakarta – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus dugaan…

1 hari yang lalu