Categories: DAERAHJABAR-BANTEN

Tanggapan Wakil Wali Kota Depok soal LGBT

MONITOR, Depok – Diskursus mengenai keberadaan kelompok LGBT (lesbian, gay, biseksual, dan transeksual) masih hangat dibicarakan. Setelah beberapa waktu lewat sempat hilang, isu ini kembali marak menjadi pemberitaan media massa, ketika Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan menolak pelapor tentang keberadan LGBT.

Pro-kontra tentang putusan MK tentang LGBT ini sendiri kemudian muncul kepermukaan lagi. Interpretasi dan analisa pun ramai dari pelbagai sudut pandang dan sudut posisi kepentingan masing-masing.

Hal tersebut juga tidak luput dari pengamatan Wakil Wali Kota (Wawalkot) Depok, Pradi Supriatna. Ia mengatakan, masalah kelompok LGBT ini perlu disikapi secara arif dan bijaksana. Tak dapat dinilai dari satu atau dua sisi saja.

Bagi Wawalkot Depok, LGBT mau tak mau, harus dilihat diatasi dengan sudut pandang agama secara ilmu tauhid, fiqih, dan tasawuf.

"Perlu penanganan yang aplikatif. Tidak perlus secara keras, kriminalisasi tapi, jangan juga permisif dan diperbolehkan. Masalah ini tidak berdiri sendiri. Syahwat LGBT ini banyak faktor pengaruh, bisa dari pengaruh peribadi, keluarga, lingkungan, masyarakat, atau pun pengaruh budaya berkesenian. Memang rumit," ujar Pradi Supriatna di Balai Kota Depok, Rabu, seperti dikutip MONITOR dari siaran radio swasta, Depok, Kamis (21/12).

Disebut Wawalkot Depok, dalam pendapat umum dan agama, LGBT adalah perilaku yang menyimpang.

"Yang perlu dilakukan adalah bagaimana perilaku menyimpang ini tidak dipamerkan di depan umum. Dan juga tidak usah memusuhi kelompok ini. Kita harus membantu supaya mareka kembali kepada perilaku yang normal," ungkapnya.

Wawalkot Pradi menyebutkan, Kota Depok dengan visi Kota Nyaman, Aman, dan Relijius punya program pembinaan keluarga yang dari aktivitas keagamaan. Pemkot juga melakukan pembinaan oleh dinas pendidikan (disdik) dan dinas pemuda, olahraga, pariwisata, dan budaya.

"Ini masalah serius. semua pihak harus peduli, mulai dari diri sendiri, keluarga inti, keluarga besar, lingkungan, masyarakat, guru, tokoh agama, pemerintah, sampai negara harus peduli membentengi dari maraknya LGBT ini," ujarnya.

Pradi melanjutkan, soal sifat atau perilaku negatif atau positif ada dalam pribadi masing-masing. Yang baik diterima umum dan yang negatif ditolak umum.

"Namun bagaimana hal yang negatif bisa hanya menjadi rahasia peribadi tidak usah ditampakkan di depan umum atau masyarakat luas. Soal LGBT, soal penyalahgunaan narkoba, orangnya tak usah kita benci, tapi kita sayang, kita arahkan supaya sadar," pungkas Pradi.

 

Recent Posts

Kementerian UMKM Apresiasi Cara UKB Bandar Lampung Siasati Biaya Kemasan

MONITOR, Lampung – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mengapresiasi peran Unit Kemasan Bersama (UKB)…

8 jam yang lalu

Personel RI yang Tewas di Lebanon Bertambah, DPR Dorong PBB Evaluasi Perlindungan Pasukan Perdamaian

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta menyampaikan belasungkawa atas gugurnya Praka…

9 jam yang lalu

Debt Collector Tipu Ambulans-Damkar untuk Tagih Utang, Legislator: Pidanakan karena Bahayakan Nyawa Orang!

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi III DPR RI, Abdullah menyoroti praktik penagihan utang oleh pihak…

9 jam yang lalu

Siswa di DIY Dikeroyok Hingga Tewas, Komisi III DPR Dorong APH Petakan Kelompok Berisiko

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding menyoroti insiden tewasnya seorang pelajar…

9 jam yang lalu

Lompatan Global Fikes UIN Jakarta: Lima Prodi Raih Akreditasi Internasional ASIIN Tanpa Syarat hingga 2030

MONITOR, Ciputat - Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menorehkan capaian strategis dalam penguatan…

11 jam yang lalu

Perkuat UMKM Pertanian, Kementerian UMKM Dorong Akses Pasar dan Pembiayaan

MONITOR, Denpasar — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus mempertegas komitmennya dalam memperkuat sektor…

11 jam yang lalu