Categories: GAYA HIDUPHIBURAN

Hidup Bahagia Tanpa ‘Pelakor’, Begini Caranya

MONITOR – Perebut 'laki' orang atau biasa disingkat Pelakor adalah suatu istilah yang disematkan pada wanita yang suka mengganggu rumah tangga orang lain. Umumnya para Pelakor ini mengincar lelaki yang sudah berkeluarga atau memiliki pasangan dan menjadi simpanannya. Bicara soal perselingkuhan, ada banyak fenomena yang bisa kita amati dari mulai kehidupan para artis, pejabat hingga kalangan orang biasa. 

Kita semua tentu tak ingin bersinggungan dengan para pelakor. Nah untuk menjauhi fenomena ini, ada beberapa hal yang harus kita lakukan terhadap pasangan. Simak beberapa cara berikut ini: 

1. Sering Berkomunikasi

Sering berkomunikasi bukan berarti setiap saat harus berkomunikasi, artinya sering-seringlah bertukar pikiran saling terbuka saling memberi semangat dan jangan lupa jika ada masalah apa pun itu segeralah bicarakan dengan si dia. Kebanyakan wanita jika ada masalah lebih memilih diam dan di mengerti, sebaiknya biasakan jika ada masalah apapun itu apa lagi maslah yang sampai mengganggu hubungan kalian dibicarakan dan di cari jalan keluarnya bersama. Komunikasi yang tidak baik dapat membuat pasangan kalian mencari kenyamanan ditempat lain maka akan rentan terjadinya perselingkuhan.

2. Perhatikan Penampilan

Penampilan merupakan hal yang di lihat pertama kali saat bertemu orang lain, biasanya banyak orang yang melihat penampilannya terlebih dahulu dibandingkan hatinya, bahkan ada istilah Don’t judge the book by its cover. Bukan berarti orang-orang hanya bisa di lihat dari penampilannya saja. Berdandan untuk pasangan bisa jadi satu hal yang dapat membuat si dia tidak melirik yang lain. Kalo si dia masih melirik yang lain padahal kita sudah berdandan yang terbaik di diepannya tandanya dia emang udah gak ngerasa nyaman sama kita kemungkinan bosen dan harus di curigain juga nih tanda-tanda persellingkuhan. 

3. Saling Percaya

Hubungan yang sehat dimulai dari rasa saling percaya satu sama lain, banyak orang dalam suatu hubungan sering mencurigai pasangannya hanya karna mungkin sifat yang berubah atau faktor lain. Jika kamu merasa curiga dengan si dia tidak ada salahnya kamu menanyakannya langsung dan saling intropeksi diri masing-masing tanya apa saja sifat yang dia tidak suka dari kita sebaliknya kita juga harus ungkapkan apa yang membuat kita selalu curiga dengan dia.

Menjalin hubungan cinta dengan seseorang berarti menjaga hati kita agar tetap bersamanya. Tapi, orang ketiga bukan berarti tak begitu saja datang dalam hubungan kalian. Tentu saja pilihan untuk tak setia itu selalu ada tergantung bagaimana kita menanggapinya. Kesetiaan bukan berasal dari pasangan kita, melainkan dari diri kita sendiri, bagaimana kita mampu menjaganya.

Recent Posts

Takziah ke Keluarga Petugas Haji di Malang, Wamenhaj Apresiasi Dedikasi Cak Imin Tetap Bertugas di Tanah Suci

MONITOR, Malang - Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengunjungi rumah…

2 jam yang lalu

Komisi Kesehatan DPR Harap Pemerintah Segera Realisasikan Pemutihan Tunggakan Iuran BPJS

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini berharap Pemerintah segera merealisasikan…

2 jam yang lalu

Banyak Kasus Badal Haji Fiktif, DPR Dorong Digitalisasi Layanan dan Perketat Pengawasan Petugas

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi VIII DPR RI, KH Maman Imanulhaq menyoroti banyaknya temuan terkait…

2 jam yang lalu

Komisi IX DPR Ingatkan Pelayanan Kesehatan Masyarakat Tak Terganggu Buntut Defisit BPJS Kesehatan

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher, menyoroti kondisi keuangan BPJS…

3 jam yang lalu

Legislator Minta Pemerintah Antisipasi Meluasnya Karhutla, Dorong Bantuan Bagi Warga Terdampak

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IV DPR RI Daniel Johan meminta Pemerintah mengantisipasi meluasnya kebakaran…

3 jam yang lalu

Menjalin Ukhuwah, Menggapai Barokah, Menjemput Magfiroh, Menuju Janah

dr. H. Agus Sunardi, Sp.PK Menjalin Ukhuwah, Menggapai Barokah, Menjemput Maghfiroh, Menuju Jannah Alhamdulillahi Rabbil…

3 jam yang lalu