Categories: NASIONALPOLITIK

Politikus Zaman Now, Belajarlah dari AM Fatwa

Belakangan ini publik asyik berkicau tentang terdakwa yang berulang kali bersandiwara sakit. Yangg mutakahir, semalam, terdakwa mengaku diare, tapi gejala-gejalanya tidak sama dengan orang kebanyakan.

Saya teringat perjumpaan dengan alm. AM Fatwa pada tahun 2004 di ruang kerjanya di Gedung MPR/DPR. Sembari mengantarkan naskah sambutan dari seorang petinggi Mabes Polri untuk Pak Fatwa, saya berkesempatan menyimak langsung kisah dramatis beliau yang juga ada di biografinya.

Fatwa bercerita, di penjara dia diazab habis-habisan. Sakit tak ketulungan. Tapi serunya, Fatwa masih cukup sehat untuk bersiasat di persidangan.

Tak lama duduk di kursi terdakwa, Fatwa sengaja menguyung-kan badannya. Lalu secara dramatis ambruk, jatuh ke ubin ruang sidang, dan–ini paling seru–sengaja membiarkan sarungnya tersibak sedemikian lupa, sehingga tampaklah "anu"-nya yang tanpa celana dalam. Persidangan langsung ditutup. Terdakwa sukses mengelabui Yang Mulia!

Malingering-kah itu? Episode di ruang sidang itu sepertinya partial malingering. Memang sakit, tapi tanda-tanda kesakitannya dibikin heboh. Nah, para politisi zaman now perlu belajar dari (alm) AM Fatwa.

Pertama, jadilah anggota parlemen yang dekat pada agama, intelektual, berpihak pada rakyat, bersih, dan teguh pendirian.

Kedua, kalau kebetulan tersangkut pidana, jadilah pesakitan yang cerdas dalam beratraksi malingering. Diare itu problemnya di perut dan saluran pembuangan, Bos. Bukan di kuping, otak, dan kerongkongan!

Selamat jalan, Pak Fatwa. Malingering-mu di ruang sidang itu kuanggap sebagai salah satu jejak perjuanganmu. Semoga engkau bisa melalui persidangan Allah SWT dengan lancar dan surga sebagai imbalan dari-Nya. Amien!

Recent Posts

Belajar dari Kampus Peringkat Kedua Nasional THE, PTKIS Perkuat Sistem Penjaminan Mutu Internal

LPM UIN Sunan Kalijaga Berbagi Strategi Implementasi SPMI Berdasarkan Permendiktisaintek Nomor 10 Tahun 2026 MONITOR,…

9 jam yang lalu

Soroti 7 Persoalan Tata Kelola, Rokhmin Dahuri Dorong Reformasi Cagar Biosfer Indonesia

MONITOR, Wakatobi - Pengakuan UNESCO terhadap suatu kawasan sebagai cagar biosfer tidak otomatis menjamin keberhasilan…

9 jam yang lalu

Hasil Ubinan BPS, Panen Padi di Cirebon Tembus 9,2 Ton per Hektare berkat Aplikasi Pureplant

MONITOR, Cirebon - Hasil panen padi petani di Blok Makam Kidul, Desa Ujunggebang, Kecamatan Susukan…

16 jam yang lalu

Stafsus Menag Sambangi Ponpes Hamalatul Qur’an Sukoharjo, Tawarkan Trauma Healing untuk Santri

MONITOR, Sukoharjo – Kementerian Agama (Kemenag) RI menegaskan komitmennya untuk hadir memberikan pelayanan, pembinaan, dan…

2 hari yang lalu

OASE III PTKIN 2026 Resmi Dibuka Menag, Dorong Integrasi Sains dan Nilai Agama

MONITOR, Yogyakarta - Ajang Olimpiade Agama, Sains, dan Riset (OASE) III Perguruan Tinggi Keagamaan Islam…

2 hari yang lalu

Kementan Percepat Penyerapan Telur, Peternak Mikro dan Kecil Jadi Prioritas

MONITOR, Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) mempercepat penyerapan telur ayam ras senilai Rp30 miliar melalui…

3 hari yang lalu