Categories: EKONOMIINDUSTRI

Kemenperin Inisiasi Pembentukan Material Center Sutera

MONITOR, Jakarta – Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil dan Menengah (IKM) juga sedang menyusun konsep pembentukan material center (pusat bahan baku) bagi pelaku IKM Tekstil dan Produk Tekstil (TPT). Hal ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan bahan baku impor seperti benang dan kain sutera.

“Untuk itu, sektor hulu dan hilir perlu bersinergi untuk kembali membangkitkan industri TPT kita. Salah satunya industri persuteraan alam nasional, karena Indonesia memiliki potensi yang besar untuk mengembangkannya,” kata Direktur IKM Kimia, Sandang, Aneka dan Kerajinan Kemenperin E. Ratna Utarianingrum di Jakarta, Senin (4/12).

Indonesia merupakan produsen sutera terbesar ke-9 di dunia. Adapun daerah yang menjadi basis industry persuteraan alam adalah Sulawesi Selatan (Sopeng, Wajo, dan Enrekang), Jawa Barat (Garut, Sukabumi, Majalaya, Cianjur), Gorontalo, dan Pati (Jawa Tengah).

“Saat ini, Ditjen IKM sedang menyusun konsep pendirian material center IKM yang bersinergi dengan industri tekstil dalam negeri. Sebagai pilot project akan mendirikannya di Semarang untuk komoditi pakaian jadi dan batik,” ungkap Ratna. Konsep ini menjadi role model untuk mendirikan material center bahan baku sutera di Indonesia.

Sementara itu, Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih menyampaikan, sinergi sektor hulu dan hilir sangat penting bagi pengembangan industri persuteraan alam. Hal ini perlu dilakukan sebagai upaya penguatan rantai nilai industri, sehingga kebutuhan bahan baku dapat dipenuhi oleh industri dalam negeri dan stabilitas harga bahan baku dapat dikendalikan.

“Salah satu contoh sinergi yang telah dilakukan dalam rangka pengembangan IKM tenun di Timor Tengah Selatan (TTS),” ujarnya. Pada bulan Mei 2017, Ditjen IKM telah menandatangani Nota Kesepahaman dengan Kementerian Pertanian dan Bupati TTS dalam rangka penyediaan bahan baku kapas bagi IKM Tenun di TTS. 

“Komitmen ini sudah berjalan dan pada awal November telah dilakukan pemanenan kapas untuk yang pertama kalinya dan diuji coba untuk produksi bahan baku benang untuk kain tenun. Kami berharap hal serupa dapat dilakukan juga untuk pengembangan industri persuteraan alam ini,” ucap Gati.

Recent Posts

Kementerian UMKM Perkuat Kapasitas UMKM Aceh Terdampak Bencana di Takengon

MONITOR, Takengon — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memperkuat pemulihan usaha masyarakat terdampak…

6 jam yang lalu

Keselamatan Jemaah Umrah Harus Diutamakan di Tengah Konflik Arab Saudi-Houthi

MONITOR, Jakarta - Komnas Haji dan Umrah meminta keselamatan jemaah menjadi prioritas utama di tengah…

7 jam yang lalu

Kementerian UMKM Fasilitasi Landing Page UMKM Sumatera Bangkit untuk Pemilik Usaha Terdampak Bencana

MONITOR, Pidie, Aceh – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bersama TikTok Shop by…

7 jam yang lalu

Pemupukan Berimbang dengan Pureplant Dongkrak Panen Padi hingga 10 Ton per Hektare

MONITOR, Bantul - Produksi padi pada demplot seluas 5 hektare yang dikembangkan Kelompok Tani Lestari…

8 jam yang lalu

Ketiban Berkah, Kisah UMKM Lokal yang Meraup Rezeki di Gelaran MTQ Nasional 2026 di Semarang

MONITOR, Semarang - Gelaran Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional XXXI Tahun 2026 di Kota Semarang tidak…

10 jam yang lalu

Teruji Dongkrak Produksi Pertanian, Peneliti Filipina Gandeng IMP 168 Perkuat Riset Penggunaan Pupuk Hayati

MONITOR, Sleman - Indoraya Mitra Persada (IMP 168) menjalin kerja sama MoU dengan peneliti asal…

10 jam yang lalu