Categories: DAERAHKALIMANTAN

IPR: Aji Dedi Mulawarman Dibutuhkan untuk Memimpin Kaltim

MONITOR, Jakarta – Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional Forum Dosen Ekonomi dan Bisnis Islam (FORDEBI), Aji Dedi Mulawarman sudah menyatakan siap maju di perhelatan Pemilihan Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) pada Pilkada serentak 2018.

Terkait hal itu, Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin menyatakan bahwa Aji Dedi Mulawarman adalah tokoh yang dibutuhkan untuk Kaltim saat ini.

“Aji Dedi Mulawarman dibutuhkan untuk memimpin Kaltim. Kita tahu, bahwa Kaltim saat ini sedang berada dalam kondisi ekonomi yang kurang baik,” kata Ujang saat dihubungi MONITOR di Jakarta, Selasa (4/12).

Untuk itu, kata Pengamat Politik dari Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) Jakarta ini, orang yang memiliki kapasitas dan kapabalitas seperti Aji Dedi inilah yang bisa menyelamatkan dan menstabilkan ekonomi Kaltim.

“Saya kira, beliau sudah pakar di bidang ekonomi. Pengajar dan aktivis di bidang tersebut. Rekam jejaknya tak diragukan lagi,” ujar dia.

Ujang mengungkapkan bahwa kondisi ekonomi menjadi tolok ukur keberhasilan dan wibawa daerah di mata daerah lain.

“Ekonomi menjadi penentu keberhasilan suatu daerah, bila pertumbuhan ekonominya positif dan mencapai target, maka daerah tersebut bisa dikatakan berhasil,” katanya.

Sebaliknya, tambah Ujang, jika petumbuhan ekonominya melambat atau tidak mencapai tagrget, maka daerah tersebut bisa dikatakan gagal. Dan ini akan berimbas pada bidang kehidupan masyarakat lainnya.

Ujang mengungkapkan bahwa merujuk pada data Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), angka pengangguran terbuka di Indonesia itu paling besar ada di Kaltim, padahal daerah tersebut memiliki kekayaan alam yang melimpah.

“Sesuai data BPS, tingkat pengangguran terbuka (TPT) pada Februari 2017, terbesar ada di Kaltim mencapai 8,55 persen dari total pengangguran di Indonesia yakni 7,01 juta orang yang bekerja,” ungkapnya.

Selain itu, Ujang menambahkan, melorotnya APBD Kaltim dari tahun ke tahun dan pertumbuhan ekonomi negatif menjadi masalah tersendiri.

Ia berpendapat, Kaltim perlu buffer ekonomi kreatif di luar yang terlalu mengandalkan produksi migas ekstraktif dan sawit yang terlalu tergantung pasar internasional.

Menurut pembacaanya, ekonomi yang tergantung pada gejolak harga pasar migas dan sawit yang terus menurun berdampak pada konstraksi pertumbuhan ekonomi. Ujungnya adalah PHK besar-besaran di perusahaan-perusahaan tambang dan sawit, sertan menurunnya kekuatan APBD dari tahun ke tahun.

"Belum lagi proyek infrastruktur yang niatnya bagus tetapi punya kecenderungan mercusuar mengakibatkan kedodoran bagi keuangan pemda. Hal ini juga tidak didukung dengan PAD yang cerdas," jelas Ujang.

Untuk itu, Ujang menegaskan bahwa Kaltim perlu pemimpin yang punya ide segar untuk menyelamatkan Kaltim dan membawa Kaltim keluar dari masalah-masalah tersebut.

Aji Dedi Mulawarman menurutnya tokoh intelektual dan aktivis yang mampu menjawab permasalahan tersebut, terlebih dia merupakan Putra Asli Kaltim.

"Saya perhatikan dan baca pikiran-pikirannya melalui buku dan media massa, Aji Dedi memiliki ide segar untuk diaplikasikan dalam membangun Kaltim ke depan," tutup Ujang

 

Recent Posts

Antisipasi PPPK Dirumahkan Buntut Efisiensi, Legislator Sebut Lebih Baik Hapus Kegiatan Seremonial

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi II DPR RI Muhammad Khozin menyoroti fenomena dirumahkannya Pegawai Pemerintah…

4 jam yang lalu

Gunung Anak Krakatau Aktif, Puan Dorong Kesiapsiagaan Nasional Demi Keselamatan Masyarakat

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani meminta Pemerintah melakukan persiapan yang matang menyusul…

4 jam yang lalu

BBM Nelayan Rp15.000, GNTI: Benahi Akses dan Tata Kelola agar Kebijakan Tepat Sasaran

MONITOR, Jakarta – Ketua PP Gerakan Nelayan Tani Indonesia (GNTI) Bidang Nelayan, Sarana dan Prasarana,…

14 jam yang lalu

LSAK Desak Presiden Copot Jaksa Agung, Sebut Jadi Tolok Ukur Independensi Pengusutan Dugaan Korupsi Eks Jampidsus

MONITOR, Jakarta – Lembaga Studi Anti Korupsi (LSAK) mendesak Presiden segera mencopot Jaksa Agung ST.…

14 jam yang lalu

Kemnaker Petakan Kebutuhan Industri Jepang untuk Perluas Peluang Kerja bagi Tenaga Kerja Indonesia

MONITOR, Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memetakan kebutuhan industri Jepang dalam upaya menyelaraskan penyiapan tenaga…

18 jam yang lalu

Komnas Haji: Skema Biaya Haji 2027 Populis tapi Berpotensi Mengganggu Keberlanjutan

MONITOR, Tangerang Selatan - Ketua Komnas Haji, Dr. H. Mustolih Siradj, S.H.I., M.H., menilai rancangan…

19 jam yang lalu