Categories: HUKUMNASIONAL

Menimbang PR Jokowi dalam Penyelesaian Kasus HAM

MONITOR, Jakarta – Kasus pelanggaran HAM berat di Indonesia masih menjadi PR Presiden Joko Widodo di masa kepemimpinannya. Apabila tidak dituntaskan, maka akan menjadi beban pada kepemimpinan presiden selanjutnya.

Hal itu diungkapkan Direktur Utama Pusat Studi dan Pendidikan HAM (Pusdikham) UHAMKA, Manager Nasution. Ia menyatakan, banyaknya kasus pelanggaran HAM yang ditinggalkan pemerintah akan menjadi catatan hitam di mata publik.

Saat ditemui redaksi Monitor, Manager mengungkapkan dari 10 kasus pelanggaran HAM berat di Indonesia, baru tiga kasus yang diselesaikan di era kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Baru tiga yang diselesaikan, itupun ya secara damai. Nah sisanya tujuh ini, menjadi PR bagi presiden selanjutnya, yaitu Presiden Jokowi," ujarnya menjelaskan.

 

Lantas, apa yang menjadi kendala penanganan kasus HAM?

Manager yang merupakan mantan Komisioner Komnas HAM ini menegaskan, sebenarnya alat bukti dokumen bukanlah faktor penghalang dalam penanganan kasus-kasus tersebut. Dengan gamblang, ia menyatakan alat bukti aatau dokumen penunjang bisa dilengkapi. 

"Soal alat bukti dan dokumen itu bisa dilengkapi, tapi political will inilah yang sulit. Seandainya aja Presiden mengeluarkan SK Keppres, ya tinggal diproses," jelasnya meyakinkan.

"Problemnya ya disitu, semua ini bisa dilakukan oleh political will Presiden. Akibatnya apa kalau tidak diselesaikan? Tentu akan menjadi beban sejarah," tambahnya.

Perlu diketahui, tiga kasus pelanggaran HAM di Indonesia yang sudah diselesaikan pemerintah adalah, kasus pelanggaran HAM di Timor timur, Abepura, kemudian Tanjung Priuk.

Recent Posts

IPW Adukan Dugaan Intimidasi dan Pembubaran Ibadah Jemaat GKPI ke Bareskrim

MONITOR, Jakarta - Indonesia Police Watch (IPW) melalui Tim Advokasi dan Bantuan Hukumnya mengadukan dugaan…

10 jam yang lalu

STAI Syekh Manshur Dorong Transformasi Pendidikan Islam Menuju Ekosistem Pendidikan Berdampak

MONITOR, Pandeglang - Pendidikan Islam dinilai perlu bergeser dari paradigma pembelajaran yang sekadar berorientasi pada…

10 jam yang lalu

Prof. Ahmad Tholabi Kharlie: Amandemen Konstitusi Harus Menjadi Langkah Terakhir dalam Menata Desentralisasi

MONITOR, Tangsel - Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. Ahmad Tholabi Kharlie, S.H.,…

14 jam yang lalu

Kemenhaj Buka Opsi Maskapai Alternatif untuk Tekan BPIH 2027

MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI membuka opsi penggunaan maskapai alternatif dalam…

16 jam yang lalu

Rekor Pendaftar Terbanyak: 3.420 Abstrak Bersaing Ketat di AICIS+ 2026, 384 Naskah Lolos Seleksi

MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis), Direktorat…

20 jam yang lalu

Kemnaker Minta Peserta MagangHub Batch 2 Tertib Administrasi

MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) meminta peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II tertib memenuhi…

21 jam yang lalu