Categories: NASIONALPOLITIK

Sejumlah Kalangan Gagas ‘Gerakan Pemilu Bebas Konflik’

MONITOR, Jakarta – Direktur Eksekutif Rumah Bebas Konflik (RUBIK) Abdul Ghofur, bersama tiga tokoh lainnya yaitu Lukman Edy, Siti Zuhro dan Thamrin Amal Tomagola menggagas lahirnya “Gerakan Pemilu Bebas Konflik” dengan maskot gambar tangan yang seakan men-stop sesuatu, dan ditelapak tangannya terdapat tulisan Gerakan Pemilu Bebas Konflik dengan tagline #savepemilu #savedemokrasi.

Gagasan tersebut muncul pertama kali saat ke-empatnya bertemu dalam suatu forum diskusi yang diselengarakan oleh Rumah Bebas Konflik (RUBIK) di Media Center KPU di Jakarta beberapa waktu lalu, dan ditindaklanjuti dengan diskusi yang lebih terfokus soal konflik pemilu, khususnya menjelang pelaksanaan Pilkada Tahun 2018 dan Pileg-Pilpres Tahun 2019.

“Gerakan Pemilu Bebas Konflik” adalah suatu penciptaan dan penggalangan prakondisi sebelum pelaksanaan Pilkada Tahun 2018 dan Pileg-Pilpres Tahun 2019, terhadap semua pihak yang terlibat langsung maupun tidak langsung untuk sepakat memastikan terselenggaranya pemilu bebas konflik, dan menghasilkan pemilu yang berkualitas secara substansial, itu tujuan gerakan ini”, ungkap abdul ghofur yang juga dosen Ilmu Politik FISIP UPN “Veteran” Jakarta

Pada kesempatan yang sama Siti Zuhro juga menyatakan, saat ini pemilu di Indonesia sebagai perwujudan demokrasi baru menyentuh pada aspek prosedural dan belum pada aspek subtansialnya.

“Pilkada Tahun 2108 dan Pileg-Pilpres Tahun 2019 seharusnya bisa menjadi pintu gerbang perubahan paradigma, pemilu tidak sekedar dimaknai secara prosedural saja, tetapi juga subtansial, intinya dengan pemilu bangsa ini (-red- pemimpin dan masyarakatnya) harusnya menjadi lebih baik, justru bukan sebaliknya, maka kita perlu gerakan untuk mendorong hal itu, ujar Siti Zuhro yang sehari-hari adalah Peneliti Senior LIPI.

Lebih lanjut, Lukman Edy juga menyampaikan bahwa potensi konflik Pemilu kedepan sangat besar, perlu kerja keras semua pihak untuk memastikan pemilu bisa berlangsung tanpa konflik, dan secara kualitas pemilu membawa perbaikan untuk bangsa.

“Saya mencatat ada sembilan jenis potensi konflik yang akan muncul pada penyelenggaraan pemilu ke depan, ini terkait penyelenggara, parpol, pasangan calon dan massa pendukung, kita harus berani dan sepakat untuk berubah menjadi lebih baik melalui gerakan ini” ujar Lukman Edy yang juga Ketua Komisi II DPR RI

Sementara itu, Tamrin Amal Tomagola juga menjelaskan Pilkada 2018 merupakan steping stone terhadap Pileg-Pilpres 2019 bagi setiap partai politik, dan harus dipastikan cara-cara tidak terpuji tidak dilakukan untuk meraih kemenangan,yang dapat merusak kualitas pemilu dan demokrasi.

“Kita harus pastikan tidak ada partai politik atau pihak lain melakukan cara-cara tidak terpuji untuk meraih kemenangan, karena Pilkada 2018 adalah steping stone terhadap Pileg dan Pilpres 2019, kita mesti menjaga itu dan membangun sebuh kesadaran, mudah-mudah gerakan ini bisa mewujudkan itu” ujar Tahmrin Amal Tomagola yang merupakan Sosiolog Senior UI.

Deklarasi “Gerakan Pemilu Bebas Konflik” dengan Tagline #savepemilu #savedemokrasi sendiri akan diselenggarakan pada pertengahan bulan November 2017 dengan mengundang Penyelenggara Pemilu, Partai Politik, Kementerian terkait, Kepolisian dan TNI, KPK, PPATK, Komnas HAM, Ormas, Pemantau Pemilu dan Media, untuk bersama-sama mendeklarasikan gerakan ini.

Deklarasi ini diharapkan menjadi center of influance terhadap terlaksananya pemilu bebas konflik, dan peningkatan kualitas pemilu menjadi pemaknaan yang subtansial bagi kehidupan berbangsa dan bernegara menuju Indonesia yang sejahtera.

Recent Posts

Kosmetik Bermerkuri Masih Banyak Beredar, Komisi IX DPR Desak Pengawasan Lebih Agresif

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher menyoroti temuan 14 produk…

4 jam yang lalu

Puan Soroti Isu Perundungan di Balik Kasus Bom Rakitan, Dorong Penguatan Iklim Sekolah Aman Bagi Anak

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti isu perundungan di balik kasus peledakan…

4 jam yang lalu

Kementerian UMKM Perkuat Transformasi Tata Kelola UMKM Melalui SAPA UMKM

MONITOR, Lombok Barat – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menegaskan komitmennya untuk mewujudkan transformasi…

9 jam yang lalu

Kemenag Tegaskan Madrasah Harus Bebas Kekerasan, Dirjen Pendis: Dorong Kurikulum Berbasis Cinta Lewat Matamuda 2026

MONITOR, Jakarta - Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Pendis) Kementerian Agama RI, Prof. Amien Suyitno, menegaskan bahwa madrasah…

11 jam yang lalu

Anak Gunung Krakatau Aktif, Waka Komisi V DPR Ingatkan Pentingnya Keamanan Masyarakat dan Jalur Pelayaran

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Andi Iwan Darmawan Aras menekankan pentingnya…

16 jam yang lalu

Siswa Diduga Korban Bullying Ledakkan Bom Rakitan, Legislator Dorong Ciptakan Lingkungan Sekolah yang Guyub

MONITOR, Jakarta - Anggota DPR RI Alex Indra Lukman menyoroti aksi seorang pelajar berinisial R…

17 jam yang lalu